← Beranda

Pria yang Cepat Move On Setelah Putus Cinta Sering Kali Menunjukkan 7 Perilaku Ini Tanpa Menyadarinya Menurut Psikologi

Irfan FerdiansyahSelasa, 2 September 2025 | 23.50 WIB
seseorang yang cepat move on setelah putus cinta./Freepik/freepik

JawaPos.com - Putus cinta memang meninggalkan luka emosional yang tidak mudah diatasi.

Namun, ada sebagian pria yang terlihat lebih cepat bangkit dan melanjutkan hidupnya seolah kehilangan tersebut tidak terlalu membekas.

Bukan berarti mereka tidak merasakan sakit, tetapi cara mereka mengelola emosi, pikiran, dan perilaku sering kali membuat proses move on berlangsung lebih cepat.

Dilansir dari Geediting pada Selasa (2/9), menurut psikologi, ada tanda-tanda tertentu yang secara tidak sadar muncul ketika seorang pria mampu melepaskan masa lalu dan beradaptasi dengan fase hidup baru.

Berikut tujuh perilaku yang biasanya ditunjukkan pria yang cepat move on setelah putus cinta.

1. Lebih Sibuk dengan Aktivitas Baru

Salah satu tanda paling nyata adalah meningkatnya kesibukan.

Pria yang cepat move on cenderung mencari aktivitas pengalih, entah itu olahraga, pekerjaan, hobi lama yang kembali digeluti, atau bahkan memulai sesuatu yang benar-benar baru.

Menurut psikologi perilaku, distraksi positif ini membantu otak mengalihkan fokus dari rasa kehilangan menjadi pencapaian diri.

2. Mengurangi Kontak dengan Mantan

Pria yang mudah melangkah maju biasanya tanpa sadar mengurangi interaksi dengan mantan.

Mereka jarang melihat media sosial mantan, enggan membicarakan masa lalu, bahkan menolak untuk terjebak dalam pertemuan yang berpotensi membuka luka lama.

Secara psikologis, ini adalah bentuk coping mechanism untuk menciptakan jarak emosional agar luka hati cepat sembuh.

3. Lebih Banyak Bersosialisasi

Daripada menyendiri, mereka justru terlihat lebih sering berkumpul dengan teman, menghadiri acara, atau membangun jejaring baru.

Psikologi sosial menjelaskan bahwa dukungan lingkungan sangat efektif dalam mempercepat pemulihan emosional.

Dengan berada di lingkaran pertemanan, pria merasa dihargai, diterima, dan memiliki identitas yang lebih kuat di luar hubungannya yang kandas.

4. Fokus pada Perbaikan Diri

Banyak pria yang setelah putus justru terlihat lebih bugar, lebih rapi, bahkan lebih produktif.

Tanpa sadar, mereka menggunakan momen patah hati sebagai motivasi untuk menjadi versi diri yang lebih baik.

Dari sisi psikologi motivasi, hal ini disebut self-improvement drive—dorongan untuk memperbaiki kualitas diri demi meningkatkan harga diri sekaligus membuka peluang baru dalam hidup.

5. Tidak Terjebak Nostalgia

Berbeda dengan pria yang sulit move on, tipe yang cepat pulih jarang mengulang kenangan atau menyimpan barang-barang mantan.

Mereka cenderung membiarkan masa lalu tetap di belakang dan tidak berusaha “menafsirkan ulang” apa yang sudah terjadi.

Secara kognitif, ini membantu otak membentuk narasi baru tentang dirinya tanpa harus terus membandingkan dengan masa lalu.

6. Berani Membuka Hati Lagi

Tanda berikutnya adalah keberanian menjalin komunikasi dengan lawan jenis tanpa rasa bersalah.

Bukan berarti langsung mencari pasangan baru, tetapi ada keterbukaan untuk mengenal orang lain.

Dalam psikologi hubungan, hal ini menunjukkan bahwa seseorang sudah melewati fase acceptance, yakni menerima kenyataan bahwa hubungan lama sudah selesai dan dirinya berhak mendapat kesempatan baru.

7. Lebih Tenang dan Rasional Saat Membicarakan Mantan

Pria yang sudah benar-benar move on biasanya bisa membicarakan mantan tanpa emosi berlebihan—tidak marah, tidak sedih, dan tidak menjelek-jelekkan.

Nada bicara mereka cenderung datar, bahkan netral.

Menurut psikologi emosi, kondisi ini menandakan bahwa mereka sudah berhasil menata perasaan, sehingga memori masa lalu tidak lagi menjadi sumber luka, melainkan hanya bagian dari pengalaman hidup.

Kesimpulan: Move On Itu Proses, Bukan Pelarian

Setiap orang memiliki cara berbeda untuk menghadapi putus cinta.

Pria yang cepat move on bukan berarti tidak pernah terluka, melainkan mereka mampu menyalurkan rasa sakit ke arah yang lebih sehat dan produktif.

Tujuh perilaku di atas sering kali muncul tanpa mereka sadari sebagai mekanisme psikologis untuk melindungi diri sekaligus menata kembali masa depan.

Pelajaran pentingnya adalah: move on sejati bukan tentang mencari pengganti dengan tergesa-gesa, melainkan keberanian untuk melepaskan masa lalu, memeluk diri sendiri, dan membuka ruang untuk pengalaman hidup yang baru.

EDITOR: Hanny Suwindari