← Beranda
Pantangan Khusus untuk Weton Tulang Wangi di Bulan Suro, Jangan Diabaikan nanti Jadi Malapetaka!
Intan PuspitasariKamis, 26 Juni 2025 | 20.33 WIB
Pantangan Khusus untuk Weton Tulang Wangi di Bulan Suro, Jangan Diabaikan nanti Jadi Malapetaka! (Freepik)

JawaPos.com - Bulan Suro atau bulan Muharram dalam kalender Jawa adalah waktu yang diyakini penuh aura mistis dan kekuatan spiritual yang tinggi.

Bagi masyarakat Jawa yang masih memegang teguh kearifan lokal dan ilmu titen, bulan ini bukan sembarang bulan. Ia ibarat gerbang antara dunia nyata dan alam gaib yang terbuka lebih lebar. 

Menurut pembahasan dari salah satu video di kanal youtube yang aktif membahas spiritualitas Jawa, yakni Ngaos Jawa, bagi mereka yang memiliki weton tulang wangi, yakni orang-orang yang dipercaya punya energi spiritual istimewa, bulan Suro bisa menjadi saat yang riskan.

Sayangnya, jika tidak hati-hati, kekuatan batin ini justru bisa menjadi celaka jika melanggar pantangan-pantangan khusus yang telah diwariskan secara turun-temurun. Lantas, apa saja pantangan tersebut?

Baca Juga: Respons Kasus yang Timpa Warganya, Dedi Mulyadi Imbau Masyarakat Agar Waspada Beli Motor atau Barang Lainnya

1. Menghindari Keramaian atau Tempat Sakral di Malam 1 Suro: Bagi pemilik weton seperti Kamis Wage,

Minggu Kliwon, atau Kamis Kliwon yang memiliki daya tarik spiritual tinggi, berada di tempat ramai justru bisa membuat energi mereka terserap makhluk halus atau mengalami penurunan aura. Lebih disarankan untuk menyendiri, bermeditasi, atau bertafakur di rumah.

2. Jangan Berkata Kasar atau Menghina di Malam Suro: Weton-weton seperti Jumat Pon atau Rabu Pahing dikenal memiliki lidah yang “tajam” secara spiritual.

Kata-kata yang keluar dari mulut mereka di malam Suro dipercaya bisa menjadi doa atau malah kutukan.

Maka dari itu, menahan diri untuk tidak bergunjing, membentak, atau menyumpah adalah sebuah keharusan.

Baca Juga: Mengenal 11 Weton Tulang Wangi dan Ciri-Cirinya yang Menurut Primbon Punya Keistimewaan yang Khas

3. Dilarang Tidur Tanpa Wudu atau Ritual Pelindung: Weton seperti Senin Kliwon, Minggu Pon, dan Rabu Kliwon kerap menjadi sasaran makhluk halus yang tertarik dengan cahaya spiritual mereka.

Tidur tanpa membersihkan diri secara lahir batin (misalnya berwudu, mandi kembang, atau membacakan doa perlindungan) bisa membuat mereka kesambet atau mengalami mimpi buruk berulang.

4. Jangan Menyendiri di Tempat Gelap Jika Tidak Siap Mental: Beberapa weton, seperti Senin Wage dan Selasa Legi, memiliki sensitivitas tinggi terhadap bisikan gaib atau tanda-tanda alam.

Di malam Suro, mereka dianjurkan untuk menyepi, tapi hanya jika siap mental dan spiritual. Jika tidak, lebih baik berada di ruang yang terang dan penuh bacaan doa.

5. Jangan Menolak Mimpi atau Pesan Gaib Secara Sembarangan: Banyak pemilik tulang wangi sering mendapat mimpi dari leluhur atau petunjuk spiritual yang datang di malam Suro.

Weton seperti Senin Pahing dan Kamis Kliwon harus mencatat mimpi yang datang, bukan mengabaikannya. Menolak pesan batin bisa membuat mereka kehilangan arah atau malah mendapat balasan berupa gangguan gaib.

6. Dilarang Melakukan Hubungan Intim di Malam 1 Suro: Pantangan ini berlaku umum namun lebih kuat untuk mereka yang memiliki tulang wangi.

Konon, malam Suro adalah waktu di mana energi gaib begitu pekat. Melakukan hubungan intim bisa mengundang makhluk halus untuk ikut “campur” dan menimbulkan dampak spiritual yang tidak diinginkan.

7. Hindari Makanan dan Minuman Asal-Asalan: Beberapa weton seperti Kamis Wage dan Minggu Kliwon memiliki daya cerna spiritual yang peka.

Mengonsumsi makanan sembarangan, terutama yang berbau amis atau tidak jelas asal-usulnya di malam Suro, bisa menurunkan kekuatan batin mereka.

8. Jangan Menantang Alam Gaib: Weton Rabu Pahing atau Jumat Pon yang punya kekuatan besar sering kali merasa percaya diri.

Tapi malam Suro bukan waktu untuk menguji kekuatan gaib. Hindari uji nyali, bermain di tempat angker, atau sengaja memanggil makhluk halus, karena akibatnya bisa sangat serius.

Malam Suro bukan malam biasa, terlebih bagi mereka yang terlahir dengan tulang wangi. Kepekaan spiritual yang mereka miliki bukan hanya anugerah, tapi juga amanah.

Jika tidak dijaga dengan baik, bukan tidak mungkin mereka menjadi korban dari energi-energi negatif yang berkeliaran.

Oleh karena itu, mengenali pantangan dan menjalani tirakat bukanlah hal mistis semata, melainkan cara menjaga diri, keluarga, dan jalan hidup agar tetap seimbang dan selamat.

Semoga kita semua senantiasa dalam lindungan Tuhan dan berkah para leluhur.

EDITOR: Hanny Suwindari