JawaPos.com - Jika Anda membuka buku dan menarik napas dalam-dalam, Anda tidak sendirian.
Pastinya ada pesona tertentu dalam aroma buku baru. Tapi apa yang dipikirkan oleh mereka tentang hal ini?
Faktanya yang dilansir dari Geediting, individu yang mengendus buku mereka sebelum menyelami narasi sering berbagi 8 ciri kepribadian berikut ini.
Pastinya hal ini bukan hanya terkait kutu buku dan bibliophiles. Melainkan tentang memahami hubungan yang menarik antara perilaku dan karakter kita.
1. Mereka Pencari Sensorik
Pernah menemukan diri Anda tersesat dalam aroma buku baru? Maka Anda mungkin seorang pencari sensorik.
Pencari sensorik adalah orang-orang yang mendambakan masukan sensorik. Mereka suka mengalami dunia dalam segala kejayaan sentuhan, pendengaran, dan penciumannya.
Bagi mereka, bau buku bukan hanya tentang aroma, tetapi juga tentang keseluruhan pengalaman sensorik.
Mencium buku baru memungkinkan mereka untuk terhubung dengannya pada tingkat yang lebih dalam.
Menggabungkan kecintaan mereka pada sastra dengan kecintaan mereka pada pengalaman sensorik. Hal ini adalah cara unik yang terhubung dengan dunia, dan itu tidak terbatas pada buku.
Jadi, jika Anda adalah seseorang yang suka mencium bau buku sebelum membacanya, Anda mungkin hanya seorang pencari sensorik sebenarnya.
2. Bernostalgia
Jadi, bagi Anda yang menghirup aroma buku baru itu sebelum menyelami halaman-halamannya, kemungkinan Anda tidak hanya mencium aroma kertas dan tinta.
Anda mungkin mencium aroma kenangan, momen-momen dari masa lalu Anda yang ditandai dengan kegembiraan membaca.
Anda lihat, nostalgia memiliki tarikan yang kuat. Itu dapat membuat kita mencari pengalaman dan sensasi yang mengingatkan kita pada saat-saat bahagia.
3. Mengingat Apa yang Mereka Baca
Inilah sesuatu yang mungkin mengejutkan Anda: tindakan sederhana mencium bau buku sebelum membacanya sebenarnya dapat membantu Anda mengingat isinya dengan lebih baik.
Anda tahu, otak kita fantastis dalam menghubungkan bau dengan ingatan. Ini adalah sebuah fenomena yang dikenal sebagai efek memori Proustian.
Hal ini dinamai dari novelis Prancis Marcel Proust yang menulis tentang kenangan hidup yang dipicu oleh aroma kue madeleine.
Jadi, ketika Anda mencium bau buku, Anda tidak hanya menikmati kenikmatan sensorik. Anda juga menciptakan memori sensorik yang dapat membantu Anda mengingat apa yang Anda baca di buku itu.
4. Banyak Ingin Tahu
Keingintahuan adalah inti dari mereka yang suka mengendus buku baru mereka sebelum membacanya.
Mereka tidak hanya puas dengan menyelami cerita, mereka ingin menjelajahi buku secara keseluruhan.
Mereka mendekati buku-buku mereka seperti seorang penjelajah akan mendekati tanah baru, dengan rasa ingin tahu dan keinginan untuk menemukan.
Sifat ini lebih dari sekadar buku. Orang-orang yang ingin tahu selalu mencari pengalaman, pengetahuan, dan perspektif baru.
Mereka memiliki kehausan untuk memahami dunia di sekitar mereka, dan buku-buku menyediakan platform yang ideal untuk eksplorasi ini.
Jadi, jika Anda adalah seseorang yang mencium aroma buku-buku baru mereka sebelum membacanya, Anda mungkin hanya seorang penjelajah di hati. Anda menikmati perjalanan Anda.
5. Menghargai Hal-hal Kecil
Orang-orang yang mencium bau buku mereka sebelum membacanya memahami pentingnya menghargai hal-hal kecil.
Mereka tidak hanya fokus pada cerita di dalam halaman, mereka menghargai fisik dari buku itu sendiri.
6. Paham Secara Digital
Bagaimanapun, mengendus buku adalah pengalaman yang jelas analog, jadi Anda akan berpikir itu akan lebih umum di antara orang-orang yang lebih menyukai bentuk media tradisional.
Tetapi pada kenyataannya, mereka yang menyukai aroma buku-buku baru seringkali cukup mahir secara teknologi.
Mereka menghargai pengalaman sensorik yang ditawarkan oleh buku fisik, tetapi mereka juga tidak takut untuk merangkul inovasi digital.
Faktanya, kecintaan mereka pada buku bahkan mungkin memicu kecerdikan digital mereka. Mereka selalu mencari aplikasi bacaan baru, e-book, klub buku online, dan podcast sastra.
7. Sabar
Kesabaran adalah sebuah kebajikan, terutama bagi mereka yang suka mencium bau buku baru mereka sebelum membacanya.
Mereka mengerti bahwa hal-hal baik membutuhkan waktu. Mereka tidak terburu-buru untuk menyelami cerita.
Sebaliknya, mereka meluangkan waktu sejenak untuk menghargai buku itu secara keseluruhan, termasuk aromanya.
Kesabaran ini sering meluas ke aspek-aspek lain dari kehidupan mereka. Entah itu meluangkan waktu untuk menyiapkan makanan dari awal, menunggu bidikan yang sempurna dalam fotografi, atau hanya bersabar dengan orang-orang di sekitar mereka.
8. Suka Pengalaman Membaca
Di atas segalanya, orang-orang yang mencium bau buku baru mereka sebelum membacanya memiliki hubungan yang mendalam dengan tindakan membaca.
Bagi mereka, setiap buku lebih dari sekadar kata-kata di atas kertas. Ini adalah objek nyata yang membawa dunia di dalam halamannya.
Dan jika Anda adalah seseorang yang suka mencium bau buku Anda sebelum membacanya, hargai hubungan ini.
Hal ini membuat setiap pengalaman membaca menjadi unik dan memperkaya hubungan Anda dengan buku dengan cara yang benar-benar istimewa.