JawaPos.com - Sangat mudah untuk terjebak dalam menilai orang lain berdasarkan tindakannya. Namun, psikologi menunjukkan bahwa hal itu tidak hanya tidak adil tetapi juga tidak bijaksana untuk melakukannya.
Kita semua punya alasan untuk melakukan sesuatu, yang mungkin tidak langsung jelas bagi orang lain. Dan menghakimi orang lain tidak benar-benar memberi tahu kita tentang mereka, melainkan memberi tahu kita tentang diri kita sendiri.
Dalam artikel ini, JawaPos.com telah melansir dari laman Hack Spirit, Minggu (23/3), tujuh hal yang menurut psikologi tidak boleh Anda lakukan untuk menghakimi orang lain atas apa yang mereka lakukan.
1. Keputusan hidup pribadi
Keindahan hidup terletak pada keberagamannya. Kita semua memiliki perjalanan yang unik dan membuat keputusan yang berbeda yang membentuk kehidupan kita. Dari pilihan karier, hubungan, kebiasaan gaya hidup hingga keyakinan spiritual, kita semua memiliki alasan pribadi untuk keputusan yang kita buat.
Psikologi mengajarkan kita bahwa keputusan-keputusan ini sering dipengaruhi oleh didikan, lingkungan, pengalaman, dan ciri-ciri kepribadian seseorang. Dan apa yang mungkin tampak tidak logis atau salah bagi Anda mungkin masuk akal bagi mereka.
Seperti yang dikatakan oleh psikolog terkenal Carl Rogers, "Satu-satunya orang yang terdidik adalah orang yang telah belajar cara belajar dan berubah." Artinya, pertumbuhan individu merupakan proses pembelajaran dan adaptasi yang berkelanjutan.
Jadi sebelum Anda menghakimi keputusan hidup pribadi seseorang, ingatlah bahwa Anda tidak memiliki perspektif atau pengalaman mereka. Sebaliknya, fokuslah untuk memahami pilihan mereka daripada mengkritiknya. Pendekatan ini tidak hanya menumbuhkan empati tetapi juga mendorong pertumbuhan dan kesadaran pribadi.
2. Reaksi mereka terhadap stres
Pada kenyataannya, kita semua merespons stres secara berbeda. Seperti yang dikatakan psikolog Abraham Maslow, "Pada setiap momen tertentu, kita punya dua pilihan: melangkah maju menuju pertumbuhan atau melangkah mundur menuju rasa aman."
Situasi yang menegangkan dapat mendorong kita keluar dari zona nyaman dan terkadang kita tidak meresponsnya dengan cara terbaik. Penting untuk diingat bahwa orang tidak berada dalam kondisi terbaiknya saat tertekan.
Daripada menghakimi mereka, lebih bermanfaat menawarkan dukungan dan pengertian. Saat-saat penuh kasih sayang inilah yang benar-benar menumbuhkan pertumbuhan dan perhatian pribadi.
3. Penampilan fisik mereka
Seberapa seringkah kita mendapati diri kita membentuk opini tentang seseorang hanya berdasarkan penampilan fisiknya? Ini adalah kenyataan pahit yang tidak mengenakkan, tetapi kita semua pernah melakukannya.
Namun, menilai seseorang dari penampilannya tidak hanya dangkal, tetapi juga sangat tidak adil. Penampilan fisik sebagian besar ditentukan oleh genetika, sesuatu yang tidak dapat dikendalikan oleh siapa pun.
Lagipula, setiap orang memiliki standar kecantikan dan penampilannya sendiri. Orang mungkin tidak memiliki kendali atas ciri fisik mereka, tetapi mereka memiliki kendali atas karakter, tindakan, dan sikap mereka, sifat-sifat yang benar-benar mendefinisikan seseorang.
4. Kesalahan masa lalu mereka
Kita semua pernah melakukan kesalahan atau keputusan buruk yang ingin kita tarik kembali. Itu bagian dari menjadi manusia. Namun, menilai seseorang berdasarkan kesalahan masa lalunya tidaklah adil atau membantu.
Orang berubah, mereka belajar, mereka tumbuh. Sebuah studi yang diterbitkan mendukung hal ini. Ditemukan bahwa orang cenderung meremehkan seberapa besar perubahan yang akan mereka alami di masa mendatang.
Daripada menghakimi kesalahan masa lalu, lebih produktif dan penuh kasih sayang untuk mengakui pertumbuhan dan perubahan. Tidak ada seorang pun yang didefinisikan oleh kesalahan masa lalunya.
5. Pilihan mekanisme koping mereka
Kita semua punya cara berbeda dalam menghadapi pasang surut kehidupan. Ada yang mencari hiburan lewat musik, ada yang mencari kesendirian, dan ada yang mencari hiburan lewat teman. Itu hanyalah pilihan yang dibuat orang dalam menanggapi tantangan hidup.
Sebelum Anda menilai mekanisme koping seseorang, berhentilah sejenak dan ingatlah bahwa kita semua memiliki cara unik dalam mengatasi stres. Apa yang berhasil bagi satu orang mungkin tidak berhasil bagi orang lain.
6. Kebutuhan mereka untuk waktu sendiri
Dalam dunia kita yang sangat sosial, menikmati kesendirian sering disalahpahami. Orang-orang yang lebih suka menyendiri terkadang dicap sebagai penyendiri atau antisosial. Namun, ada pemikiran yang berlawanan dengan intuisi.
Menyendiri tidak selalu merupakan tanda perilaku antisosial. Malah, menyendiri bisa menjadi bentuk perawatan diri yang sehat dan penting. Bagi sebagian orang, waktu sendirian sangat penting untuk mengisi ulang tenaga dan menjaga kesehatan mental.
Daripada menghakimi mereka, kita seharusnya menghargai kebutuhan mereka untuk menyendiri. Ini adalah pengingat bahwa kita semua memiliki cara berbeda dalam memelihara kesejahteraan, dan tidak ada yang boleh dinilai kurang valid daripada yang lain.
7. Pilihan profesi mereka
Memilih profesi bersifat pribadi, dan sering kali dipengaruhi oleh banyak faktor seperti minat, keterampilan, dan keadaan. Menilai seseorang berdasarkan pekerjaannya adalah hal yang dangkal dan tidak adil.
Setiap orang berhak memilih profesi yang memberikan kepuasan baginya. Marilah kita menjauh dari menghakimi berdasarkan apa yang dilakukan seseorang untuk mencari nafkah. Sebaliknya, hargai keberagaman yang dibawanya ke dalam hidup kita.