← Beranda

Pemadaman Kebakaran Gudang Amunisi Milik TNI Selesai dalam 10 Jam, Total 140 Personel dan 2 Robot Pemadam Dikerahkan

Tazkia Royyan HikmatiarSenin, 1 April 2024 | 01.07 WIB
SIAGA: Sejumlah ambulans bersiaga di dekat area gudang amunisi TNI-AD yang terbakar di Ciangsana, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
JawaPos.com - Proses pemadaman kebakaran gudang amunisi daerah (gudmurah) milik Kodam Jaya di Desa Ciangsana, Gunung Putri, Bogor, sudah dinyatakan selesai sejak Minggu (31/3) pukul 08.15 WIB. Total ratusan personel dari damkar dan dua unit robot pemadam dikerahkan dalam operasi ini.
 
"Proses pendinginan kita selesaikan tadi sekitar pukul 08.15 WIB, ya kita nyatakan selesai," ujar Kasie Ops Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Gatot Sulaeman kepada wartawan, Minggu (31/3).
 
Ia mengatakan, total ada 20 unit dengan kurang lebih 140 personel damkar gabungan yang diterjunkan untuk memadamkan gudang amunisi tersebut. 
 
Baca Juga: Mau Ikut Program Angkut Motor Gratis Saat Mudik? Ini Rute, Jadwal dan Cara Daftarnya
 
"Dari Jakarta kita luncurkan dari Jakarta Selatan 5 unit, Jakarta Timur 8 unit, dari Kabupaten Bogor sekitar 7 unit, dan dari Bekasi," jelas Gatot.
 
Sejak awal operasi pemadaman gudan amunisi milik TNI itu dimulai, ia mengatakan total waktu yang dihabiskan hingga selesai adalah hampir setengah hari.
 
"Kalau lamanya kurang lebih sekitar hampir 8 sampai 10 jam ya kita lakukan dari awal kita hadir sampai selesai," pungkas Gatot.
 
Sebelumnya, gudang Amunisi Artileri Medan (Armed) di Ciangsana, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat mengalami kebakaran. Api dikabarkan mulai muncul pada pukul 18.35 WIB.
 
Baca Juga: Jaksa Diduga Peras Saksi Rp 3 Miliar, Eks Penyidik Prihatin KPK Terus Mengalami Kemerosotan Integritas
 
Danton Pleton B Damkar Kota Bekasi, Haryanto membenarkan adanya peristiwa ini. Namun, kondisi api masih liar sehingga belum bisa dimitigasi.
 
"Kita sudah luncurkan juga dari kota kita baru mendorong 3 di sana," kata Haryanto saat dikonfirmasi, Sabtu (30/3).
 
"Lagi koordinasi sama pihak Armed jadi masih belum berani masuk karena masih banyak ledakan-ledakan peluru itu," imbuhnya.
EDITOR: Banu Adikara