← Beranda

Apa Itu Acrophobia, Faktor Penyebabnya dan Cara Mengatasinya?

Aulia RamadhaniSabtu, 22 Juni 2024 | 19.32 WIB
Faktor Penyebab Acrophobia dan Cara Mengatasinya. /Sumber foto: Health Shots

JawaPos.com – Melihat ke bawah dari ketinggian, mungkin terasa menakutkan bagi sebagian besar orang, hal ini juga berpengaruh pada orang yang fobia ketinggian.

Ketakutan ini dikenal sebagai acrophobia, yaitu ketika seseorang mengalami rasa cemas yang hebat ketika berada di ketinggian, bahkan meski terlihat rendah.

Penderita acrophobia juga mengalami gejala fisik seperti pusing bahkan serangan panik, sama seperti fobia lainnya, dan dapat bervariasi tingkat keparahannya pada setiap orang.

Dilansir dari Health Shots Sabtu (22/6), bagi sebagian orang, akrofobia dapat hilang dengan sendirinya, sebagian lainnya mungkin memerlukan terapi untuk mengontrol dan mengatasi gejalanya.

Apa penyebab akrofobia?

Penyebab akrofobia, seperti banyak fobia lainnya, memiliki banyak segi dan dapat bervariasi dari satu orang ke orang lain.

Meskipun penyebab pasti akrofobia belum sepenuhnya dipahami, beberapa faktor mungkin berkontribusi terhadap perkembangannya, seperti dijelaskan oleh psikiater dan psikoterapis Dr Jyoti Kapoor.

Baca Juga: Kenali 3 Jenis Fobia yang Umum Dirasakan Seseorang, Bisa Berdampak Buruk pada Kesehatan Mental dan Fisik!

  1. Genetika berperan dalam perkembangan fobia

Orang dengan riwayat keluarga dengan gangguan kecemasan atau fobia spesifik mungkin lebih rentan terkena akrofobia, demikian temuan sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Neurology.

  1. Pengalaman traumatis

Biasanya hal ini melibatkan ketinggian, seperti jatuh, kecelakaan, atau menyaksikan orang lain mengalami peristiwa traumatis terkait ketinggian, dapat berkontribusi pada berkembangnya akrofobia.

Pengalaman-pengalaman ini dapat menimbulkan kesan mendalam dan memicu rasa takut yang hebat ketika dihadapkan pada situasi serupa di masa depan.

  1. Faktor kognitif

Hal ini meliputi keyakinan yang tidak rasional atau pemikiran yang membawa bencana, juga dapat menyebabkan berkembangnya rasa takut terhadap akrofobia.

Cara mengatasinya yaitu pelajari tentang aspek fisiologis dan psikologis dari rasa takut, serta kesalahpahaman umum tentang kondisi tersebut.

Mulailah dari mengetes ketinggian yang tidak terlalu menakutkan, seperti berdiri di tangga kecil atau melihat keluar dari balkon rendah.

Gantikan keyakinan irasional dengan pemikiran yang lebih realistis dan seimbang, misalnya, daripada memikirkan tentang jatuh, fokuslah pada bukti yang mendukung keselamatan Anda saat ini.

***

EDITOR: Novia Tri Astuti