← Beranda

Kemenkumham Jatim Siagakan 60 Petugas Imigrasi di Asrama Haji Sukolilo Surabaya Layani CJH

Dimas Nur ApriantoSenin, 13 Mei 2024 | 13.04 WIB
Kanwil Kemenkumham Jatim menyiagakan 60 petugas untuk pelayanan calon jemaah haji.

JawaPos.com–Kanwil Kemenkumham Jatim menyiagakan 60 petugas untuk pelayanan calon jemaah haji (CJH) embarkasi/debarkasi Surabaya. Mereka melakukan proses clearance paspor di Asrama Haji Surabaya di Sukolilo.

Ke-60 petugas imigrasi itu terbagi menjadi enam kelompok kerja. Untuk memastikan kinerja berjalan dengan baik, mereka dipantau tim satgas haji Kanwil Kemenkumham Jatim yang terdiri atas 15 orang.

”Sehingga mulai dari kegiatan pengumpulan paspor, pemeriksaan paspor dan visa, hingga kegiatan pengecapan paspor atau clearance akan dilakukan secara terpusat di Asrama Haji Sukolilo,” urai Kakanwil Kemenkumham Jatim Heni Yuwono.

Heni menjelaskan, selagi menunggu proses tersebut, jemaah dapat beristirahat di kamar-kamar peristirahatan yang telah disiapkan pengelola asrama haji. Setelah proses pelayanan keimigrasian selesai, jemaah tiap kloter akan diberangkatkan menuju Bandara Internasional Juanda dengan menggunakan bus khusus yang sudah diberi segel keberangkatan oleh Imigrasi Indonesia.

”Sehingga, sepanjang perjalanan jemaah tidak diperkenankan untuk naik dan turun hingga sampai ke bandara,” tegas Heni.

Sementara itu, Kadiv Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Jatim Herdaus mengatakan, secara umum tidak ada yang berbeda terkait SOP Keimigrasian yang diterapkan dalam pelayanan CJH. Menurut aturan keimigrasian, setiap orang yang melintas keluar dan masuk Indonesia harus memiliki dokumen perjalanan yang sah dan masih berlaku (paspor dan visa).

”Namun secara khusus, karena ini merupakan ibadah haji, kami berupaya memberikan kemudahan dalam proses pemeriksaan,” urai Herdaus yang usai pelepasan CJH kloter 1 dari Kabupaten Bojonegoro sejumlah 366 jemaah, Sabtu (11/5) malam.

Proses clearance itu tidak hanya dilakukan Imigrasi Indonesia. Imigrasi Arab Saudi juga hadir di Juanda untuk melakukan clearance.

”Jadi setelah Imigrasi Indonesia melakukan clearance, dilanjutkan Imigrasi Arab Saudi di tempat yang sama,” terang Herdaus.

Sesampainya di Bandara, bus akan langsung menuju apron pesawat yang telah disiapkan. Jemaah dapat langsung menaiki pesawat setelah turun dari bus tanpa melakukan pemeriksaan keimigrasian lagi di Bandara Juanda.

”Hal ini tentu menjadi bentuk kemudahan bagi jemaah haji sehingga ketika sudah di Arab Saudi, CJH tidak perlu disibukkan dengan urusan administrasi keimigrasian,” tegas Herdaus.

Jumlah calon jemaah haji (CJH) embarkasi/debarkasi Surabaya adalah 37.271 jemaah. Dari jumlah, itu paspor haji yang telah diterbitkan sembilan kantor imigrasi di Jatim adalah 27.527 dokumen.

”Seluruh paspor jadi CJH di wilayah Jawa Timur telah diterbitkan, sehingga tidak ada lagi persoalan terkait dokumen perjalanan bagi CJH,” tutur Herdaus.

Penjabat Gubernur Jatim Adi Karyono mengapresiasi layanan fast track yang diselenggarakan imigrasi. Surabaya menjadi satu dari tiga tempat yang mendapatkan keistimewaan sehingga CJH bisa semakin fokus dalam beribadah.

”Kami sangat mengapresiasi seluruh stakeholder yang terlibat, terutama pihak imigrasi yang telah bersinergi,” kata Adi.

Salah seorang CJH Puji Astotok Kastu mengaku sangat terbantu dengan pelayanan keimigrasian. Pria asal Kecamatan Bojonegoro itu mengatakan, pelayanan yang diberikan sangat mudah dan cepat.

”Kami senang karena bisa lebih fokus untuk beribadah,” ucap Puji.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah