JawaPos.com – Beribadah di Tanah Suci, mungkin masih cukup sulit untuk dijangkau bagi beberapa umat muslim.
Selain terkendala biaya, jarak tepuh, dan usia, beribadah di Tanah Suci juga perlu mempertimbangkan banyak faktor lainnya.
Namun apabila kamu ingin merasakan ibadah layaknya di Tanah Suci, masjid di Jepara, Jawa Tengah ini bisa jadi solusinya.
Diketahui, masjid yang ada di Desa Mulyoharjo, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, baru-baru ino viral lantaran dibangun dengan desain mirip Kakbah.
Masjid yang berada di RT. 04 R.04 tersebut, tampak berdiri kokoh berbentuk persegi dan menjulang tinggi ke atas. Tanpa kubah dan tanpa menara seperti masjid pada umumnya.
Sebagian besar masjid tersebut berwarna hitam, lengkap dengan ornamen-ornamen tulisan Arab berwarna keemasan.
Tak lupa, ada pula lubang bak hajar aswad dan hijr Ismail di salah satu sisi.
Tentu saja, penampakan tersebut dibuat sebegitu mirip dengan bentuk Kakbah yang asli di tanah suci.
Sehingga siapapun bisa merasakan beribadah dengan membayangkan di hadapan Kakbah, atau sekedar melepas rindu dengan rumah Allah SWT.
Baca Juga: Pemkab Jember Cepat Tanggap Tangani Kasus Viral Ibu yang Melahirkan di Jalan Daerah Jember
Masjid dengan desain luar biasa ini, ternyata dibangun oleh seorang pengusaha di desa setempat.
Dilansir dari Radar Kudus (Jawa Pos Group), Jumat (22/12), pengusaha yang diketahui bernama Sumanto itu, menggunakan dana pribadinya untuk diwakafkan dalam pembangunan masjid tersebut.
Menariknya, masjid yang belum diberi nama ini dibangun selama 18 bulan tanpa kontraktor, dan hanya melibatkan 12 orang tukang saja.
Kemudian untuk kaligrafi yang berada di kiswah bak Ka’bah itu, proses pembuatannya memakan waktu selama 6 bulan.
Masjid berdiri dengan dua tingkat berlantai granit, yang bisa menampung 150 jamaah. Lantai satu untuk berjamaah salat, dan lantai dua bisa dipakai untuk anak-anak belajar Al-Quran.
Masjid bak Kakbah ini rencananya bakal diresmikan pada 28 Desember 2023 mendatang, dengan dihadiri oleh pendakwah kondang KH. Anwar Zahid. Peresmian dibuka untuk umum dan dimulai pukul 13.00 WIB.
Meski belum diresmikan, namun masjid ini sudah ramai pengunjung. Baik yang ingin berjamaah di dalamnya, atau sekadar penasaran dengan Kakbah yang ada di Jepara ini.
Sumanto bilang, setiap harinya hampir 300 orang bisa datang ke masjid ini untuk melihatnya, baik dari dalam kota atau bahkan luar kota.
Sebagian dari mereka bahkan ada yang menangis, mengaku merasa rindu dengan Kakbah. Sehingga, Sumanto pun berharap masjid ini bisa menjadi penyemangat semua orang untuk bisa menunaikan rukun islam kelima.
“Banyak yang merinding, keluar, tidak berani melihat lama-lama. Terharu seperti masih berada di Mekkah tapi tidak mimpi. Ini jadi bikin nostalgia,” kata Sumanto.
“Jadi penyemangat supaya kesana (makkah, Red). Orang yang lihat jadi semangat untuk berdoa supaya dipanggil Allah kesana. Tapi yang pasti (bangunan) aslinya lebih bagus,” pungkasnya.
***