JawaPos.com–Ambo tidak pernah mengira akan berteman baik dengan seekor buaya muara yang dia beri nama Riska.
Bahkan, salah satu hewan predator itu diakui Ambo sudah dianggap seperti buah hatinya sendiri.
Dilansir dari media partner JawaPos.com, Kaltim Post, awal pertemuan Ambo dengan buaya muara yang diberinama Riska diakui terjadi di tahun 1998 silam.
Kala itu, Ambo masih bekerja di tengah perairan yang tidak jauh dari lokasi pabrik Pupuk Kaltim.
Disana, buaya muara itu perlahan mendekat dan Ambo bergegas memberinya ikan, tapi tidak disangkanya Riska justru kembali lagi esok harinya.
Buaya Riska terus datang hingga Ambo sudah tidak lagi bekerja di perairan. Akhirnya, kegiatan memberi makan menjadi rutinitas bersama keluarga pria tersebut sampai 25 tahun berlalu.
Kepada tim Kalteng Post pada (11/8) lalu, Ambo mengaku bahwa sebenarnya dia bukan pawang dan hanya berani menghadapi buaya Riska.
Baca Juga: Muncul Buaya Muara di Sungai Surabaya, BPBD Langsung Ambil Tindakan
“Ada yang pernah datang dari Samarinda. Minta tolong menangani buaya, tapi saya enggak pergi. Saya, kan, memang bukan pawang,” ungkap Ambo dengan tawa.
Sejak tahun 2020 popularitas Ambo dan Riska makin melejit berkat kanal Youtube ‘fitriyani RISKA’ yang dia buat dengan 1,2 juta pelanggan.
Kanal Youtube tersebut sering menampilkan kegiatan Ambo bersama Riska, seperti memberi makan, mengajaknya bicara, bahkan mencium buaya itu tanpa rasa takut.
Interaksi antara Ambo dan Riska benar-benar seperti Bapak dan anak.
Terlebih lagi, Ambo memanggil Riska dengan sebutan ‘putriku’ dan menyebut dirinya sebagai ‘Papi’ saat berbicara dengan buaya muara tersebut.
Tanpa rasa takut, Ambo mendatangi Riska setiap hari di hutan bakau sambil membawa beberapa ekor ayam dan menyuapinya secara langsung.
Buaya muara itu juga tampak jinak dan tenang ketika didekati Ambo. Dalam video-video yang diunggah Ambo, Riska juga terlihat tidak pernah menyerang manusia.
Baca Juga: Terpantau Warga Penampakan Buaya di Sungai Nginden Surabaya, BPBD Pasang Rambu Peringatan
Ambo justru pernah mengatakan di salah satu video. “Kalau mau ketemu Riska harus tenang, jangan berisik,” ucapnya pada penonton kanal Youtube-nya.
Beberapa kali pula artis datang mengunjungi Ambo karena ingin bertemu dengan Riska, seperti Panji Petualang, Amel Carla, Nisya Ahmad, dan tokoh terkenal lainnya.
Bahkan, video Youtube yang menampilkan pertemuan antara Panji Petualang dengan buaya Riska tersebut tembus hingga 2,2 juta penonton.
Namun, berita kurang mengenakkan mengenai buaya Riska diunggah oleh Ambo di akun instagramnya @amboriska.
Dari unggahan tersebut menampilkan gambar tangkapan layar berupa potongan artikel yang menyebutkan bahwa BKSDA Kaltim akan melakukan relokasi 3 buaya di Guntung, termasuk Riska.
Ambo menuliskan kegundahannya di bawah gambar tangkapan layar tersebut.
“Bagaimana mungkin Riska akan dievakuasi juga, selama 26 tahun lamanya saya rawat dengan sepenuh hati, bagi saya dia bukanlah binatang.”
“Bagi saya, Riska saya anggap anak saya, Riska tidak pernah menyerang manusia, termasuk saya (Ambo), mungkin saya orang pertama yang diserang, tapi nyatanya tidak pernah Riska melukai segores pun.”
Baca Juga: Basarnas Balikpapan Evakuasi Warga yang Tewas Diterkam Buaya di Berau
“Bahkan, Riska sering mengusir atau mengejar buaya-buaya liar lain yang masuk pemukiman, dan membantu dalam mempromosikan Kota Bontang dan fenomena ini sangat langka serta jarang terjadi.”
“Jadi, pihak terkait bisa pertimbangkan dulu untuk merelokasi Riska. Ini ibarat memisahkan anak dan Bapak yang sudah cukup lama bersama.”
Banyak warganet yang menyayangkan keputusan BKSDA Kaltim itu. Salah satunya seperti yang ditulis oleh akun @amar_pd sebagai konten kreator penyuka hewan reptil asal Pekanbaru.
“Kalau pun buaya ini dipindahkan, asal jangan di kebun binatang, buaya ini pasti bakal kembali lagi ke tempat asalnya bersama Pak Ambo, mau berkilo meter pun jaraknya pasti bakal kembali lagi,” ungkapnya di kolom komentar.
Warganet sangat berharap hubungan Bapak dan anak beda spesies ini bisa bertahan dalam waktu yang lama.***