← Beranda
5 Kereta Eksekutif Jakarta–Surabaya dengan Fasilitas Setara Pesawat, Perjalanan Jauh jadi Serasa Liburan
Rian AlfiantoSenin, 27 April 2026 | 17.18 WIB
ILUSTRASI. Interior KA Sembrani Luxury. (istimewa)

 
JawaPos.com
- Perjalanan darat dari Jakarta ke Surabaya umumnya melelahkan, baik naik bus, kereta atau bahkan pesawat. Untuk kereta api, untungnya falam beberapa tahun terakhir, PT Kereta Api Indonesia menghadirkan pengalaman baru lewat layanan kereta eksekutif hingga luxury yang mengusung kenyamanan ala kabin pesawat, bahkan beberapa di antaranya setara first class.

Bagi kamu yang ingin bepergian dengan santai tanpa ribet bandara, berikut lima pilihan kereta terbaik rute Jakarta–Surabaya yang layak masuk wishlist perjalananmu.

1. KA Argo Semeru Compartment, Berangkat Pagi dengan Privasi Maksimal

Kalau kamu tipe traveler yang suka berangkat pagi dan tiba siang hari, KA Argo Semeru Compartment bisa jadi pilihan ideal. Berangkat dari Stasiun Gambir pukul 06.20 WIB dan berakhir di Stasiun Surabaya Gubeng, kereta ini menawarkan ruang privat dengan pintu geser otomatis.

Di dalamnya, kursi bisa direbahkan hingga 180 derajat menjadi tempat tidur, lengkap dengan fitur pijat dan hiburan pribadi. Harga tiketnya berada di kisaran Rp 2,3 juta, sepadan dengan kenyamanan yang ditawarkan.

2. KA Bima Compartment, Pilihan Sore untuk Perjalanan Tenang

Bagi yang lebih nyaman berangkat sore, KA Bima Compartment hadir sebagai alternatif. Berangkat pukul 17.00 WIB dari Gambir menuju Surabaya Gubeng, perjalanan terasa lebih rileks karena suasana malam yang tenang.

Fasilitasnya nyaris identik dengan Argo Semeru, mulai dari kabin privat, kursi sleeper, hingga layanan makanan lengkap. Cocok buat kamu yang ingin tidur nyenyak sepanjang perjalanan.

3. KA Argo Bromo Anggrek New Generation, Modern dan Elegan

Kereta legendaris ini kini tampil lebih segar lewat versi New Generation. Berangkat pukul 08.20 WIB dari Gambir menuju Stasiun Surabaya Pasar Turi, Argo Bromo Anggrek menawarkan kursi ergonomis dengan desain modern.

Meski tidak sepenuhnya privat seperti compartment, kenyamanan tetap jadi prioritas dengan ruang kaki lega, layar hiburan, dan layanan makanan eksklusif. Tiketnya sekitar Rp 2,15 juta.

4. KA Sembrani Luxury, Favorit untuk Perjalanan Santai Siang Hari

KA Sembrani Luxury berangkat pukul 10.20 WIB dari Gambir menuju Pasar Turi. Kereta ini dikenal sebagai salah satu layanan luxury dengan harga yang relatif lebih terjangkau, mulai dari Rp 1,1 jutaan.

Kursinya berbentuk kapsul dengan sudut rebah hingga hampir 180 derajat. Ditambah layanan pramugari, makanan gratis, dan akses lounge eksklusif sebelum keberangkatan, perjalanan terasa lebih santai dan premium.

5. KA Pandalungan Priority, Nyaman Tanpa Harus Mahal

Jika ingin pengalaman nyaman tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam, KA Pandalungan Priority bisa jadi opsi menarik. Berangkat pukul 19.55 WIB dari Gambir menuju Surabaya Gubeng, tiketnya mulai Rp 825 ribu.

Meski bukan kelas luxury, fasilitasnya tetap unggul: kursi luas, ruang kaki lega, serta layanan makanan yang membuat perjalanan tetap menyenangkan.

Kenyamanan Setara Pesawat, Tanpa Ribet Bandara

Yang membuat kereta-kereta ini spesial bukan sekadar kursinya yang bisa direbahkan. Pengalaman dimulai sejak sebelum naik, dengan akses ke ruang tunggu eksklusif lengkap dengan camilan gratis.

Di dalam kabin, penumpang dimanjakan dengan kursi elektrik yang bisa diatur posisi duduk hingga tidur, layar hiburan pribadi (film, musik, TV), WiFi dan port pengisian daya, makanan dan minuman yang diantar langsung ke kursi dan selimut, bantal, hingga handuk hangat.

Dengan waktu tempuh sekitar 8–9 jam, perjalanan terasa jauh lebih singkat karena kamu bisa beristirahat dengan nyaman, bahkan tidur pulas sepanjang jalan.

Pilih Sesuai Gaya Perjalananmu

Setiap kereta punya keunggulan masing-masing, mulai dari privasi maksimal hingga harga yang lebih ramah di kantong. Tinggal sesuaikan dengan kebutuhan: apakah ingin perjalanan super mewah, atau cukup nyaman tanpa biaya tinggi.

Yang jelas, rute Jakarta–Surabaya kini bukan sekadar perjalanan, tapi sudah menjadi bagian dari pengalaman liburan itu sendiri.

EDITOR: Estu Suryowati