← Beranda
iPhone Duo Disebut Terlalu Berat dan Tebal Dibanding Ponsel Lipat Pesaing
Nanda PrayogaMinggu, 13 September 2026 | 14.42 WIB
Perangkat smartphone lipat pertama Apple, iPhone Duo. (Apple).

JawaPos.com - Kehadiran iPhone Duo tidak serta merta membuatnya lebih unggul dibanding ponsel kompetitor. Pasalnya, iPhone Duo justru memiliki kelemahan yang cukup mencolok.

Saat dalam kondisi terlipat, iPhone Duo memiliki ketebalan 11,3 mm dengan bobot mencapai 254 gram. Ukuran tersebut membuatnya lebih berat dan tebal dibandingkan sejumlah ponsel lipat terbaru dari Google dan Samsung.

Pixel 11 Pro Fold, misalnya, memiliki bobot 239 gram dengan ketebalan 10,1 mm saat dilipat. Artinya, iPhone Duo lebih berat 15 gram dibandingkan perangkat tersebut.

Baca Juga: Prediksi Skor Elversberg vs Bayern Munich di Liga Jerman: Die Roten Pesta Gol di URSAPHARM

Perbedaan menjadi semakin besar ketika dibandingkan dengan Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra yang memiliki bobot 215 gram dan ketebalan 8,9 mm. Sementara Galaxy Z Fold 8 yang memiliki bentuk serupa bahkan hanya berbobot 201 gram dengan ketebalan 9,7 mm.

Dengan spesifikasi tersebut, iPhone Duo lebih berat 39 gram dibandingkan Galaxy Z Fold 8 Ultra dan 53 gram dibandingkan Galaxy Z Fold 8. Dari sisi ketebalan, perangkat Apple juga masih berada di atas kedua ponsel lipat Samsung tersebut.

Kondisi ini menjadi pertanyaan tersendiri bagi Apple, terutama setelah perusahaan sebelumnya berupaya menghadirkan perangkat yang lebih ringan melalui iPhone Air pada tahun lalu.

Meski demikian, Google juga belum sepenuhnya unggul dalam persoalan bobot. Ponsel lipat yang diperkenalkan tahun ini memang mengalami pengurangan bobot, tetapi iPhone Duo masih lebih ringan dibandingkan Pixel 10 Pro Fold yang dirilis pada 2025.

Samsung justru terlihat paling unggul dalam aspek tersebut. Galaxy Z Fold 8 Ultra dan Galaxy Z Fold 8 berhasil menawarkan bodi yang lebih tipis sekaligus lebih ringan dibandingkan iPhone Duo.

Dukungan stylus pada iPhone Duo juga menjadi salah satu hal yang menarik untuk diperhatikan. Belum diketahui seberapa besar komponen tersebut berkontribusi terhadap ketebalan tambahan pada perangkat Apple.

Samsung sebelumnya mengambil keputusan berbeda ketika menghilangkan dukungan S Pen pada Galaxy Z Fold 7. Keputusan tersebut memang mengecewakan sebagian pengguna, tetapi di sisi lain memungkinkan Samsung menghadirkan perangkat dengan bodi yang lebih ramping dan ringan.

Jika dibandingkan dengan Galaxy Z Fold 6 yang diluncurkan pada 2024 dan menjadi ponsel lipat terakhir Samsung yang mendukung stylus, perangkat tersebut memiliki ketebalan 12,1 mm. Meski lebih tebal, Galaxy Z Fold 6 tetap memiliki bobot lebih ringan dibandingkan iPhone Duo.

Pada akhirnya, persoalan ukuran dan bobot kemungkinan baru menjadi faktor penentu bagi konsumen yang tidak terikat pada ekosistem tertentu dan lebih mengutamakan perangkat keras.

Bagi sebagian besar pengguna Android, iPhone Duo mungkin tidak menawarkan pengalaman layar lebar yang benar-benar baru. Pasalnya, pengalaman menggunakan ponsel dengan layar yang dapat dilipat telah tersedia di ekosistem Android selama hampir satu dekade.

Sebaliknya, pengguna iOS yang sudah lama menantikan ponsel lipat buatan Apple kemungkinan tidak akan terlalu mempermasalahkan bodi iPhone Duo yang sedikit lebih tebal dibandingkan kompetitornya.

Terlebih bagi pengguna awal (early adopter) yang ingin menjadi salah satu orang pertama memiliki ponsel lipat Apple. Kehadiran iPhone Duo menjadi kesempatan pertama bagi mereka untuk merasakan perangkat lipat dalam ekosistem Apple, meski harus menerima konsekuensi berupa bodi yang lebih berat dan tebal.

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah