← Beranda
8 dari 10 Penduduk Indonesia Sudah Terkoneksi Internet, Selanjutnya Bisa Perekonomian
Nanda PrayogaJumat, 7 Agustus 2026 | 22.08 WIB
Pekerja melakukan perawatan jaringan internet di Jakarta, Rabu (17/6/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

 

JawaPos.com - Jaringan 4G telah menjangkau lebih dari 98 persen wilayah layanan nasional. Ketersediaan jaringan ini membuat 8 dari 10 penduduk Indonesia telah terkoneksi dengan internet.

Artinya, akses digital di Indonesia menunjukkan progres yang meluas. Berikutnya, tantangan pemerintah yakni memastikan konektivitas tersebut bisa mendorong ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Edwin Hidayat mengatakan, arah kebijakan pemerintah kini tidak lagi hanya berfokus pada pemerataan akses internet. Transformasi digital harus dibangun secara menyeluruh agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

"Fondasinya harus terhubung, ekosistemnya harus mampu tumbuh, dan setiap lapisannya harus tetap terjaga agar digitalisasi berlangsung aman dan terpercaya," ujar Edwin.

Baca Juga: Rayakan Satu Dekade, 70mai Hadirkan Dashcam A800SE-4G 

Pendapat itu dikemukakan Edwin saat mewakili Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid dalam pembukaan Digital Transformation Indonesia Conference and Expo (DTI-CX) 2026 di Jakarta Pusat, Rabu (5/8).

Pemerintah kini memastikan konektivitas tidak hanya berhenti pada pembangunan jaringan, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mendorong aktivitas ekonomi digital.

Dalam mendukung aktivitas ekonomi digital itu, pemerintah tengah mempersiapkan layanan internet berkecepatan hingga 100 Mbps dengan tarif yang lebih terjangkau melalui pemanfaatan spektrum 1,4 GHz. Program itu ditujukan untuk sekitar 10,8 juta rumah tangga.

Selain itu, pengembangan jaringan 5G terus dipercepat melalui optimalisasi pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz.

Pembangunan jaringan serat optik juga diperluas ke lebih dari 500 ribu fasilitas publik, mulai dari sekolah, layanan kesehatan, kantor pemerintahan, pusat transportasi, hingga kawasan ekonomi.

Baca Juga: Mudah dan Menguntungkannya Upgrade Jaringan 3G ke 4G bagi Pengguna Ponsel

"Yang kami petakan bukan hanya lokasi jaringan. Kami memetakan sekolah yang membutuhkan konektivitas, fasilitas kesehatan yang harus melayani masyarakat, pusat ekonomi yang harus berkembang, dan wilayah yang belum memperoleh kesempatan yang sama menuju masa depan digital," katanya.

Edwin menilai Indonesia memiliki peluang besar menjadi salah satu pemain utama ekonomi digital global. Dalam Visi Indonesia Digital 2045, sektor ekonomi digital diperkirakan menyumbang sekitar 19 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional.

Untuk mewujudkan target tersebut, Komdigi menerapkan enam strategi utama yang mencakup penguatan konektivitas, peningkatan kompetensi, penyediaan akses permodalan, katalisasi ekosistem, pengembangan perdagangan digital, serta kepatuhan terhadap regulasi.

Baca Juga: Dukung Ekspansi 4G serta 5G Operator Jaringan Seluler, Centratama Tuntaskan Pembangunan 2.500 Kilometer Kabel Fiber Optic

Menutup pemaparannya, Edwin menegaskan keamanan harus menjadi bagian sejak awal pembangunan sistem digital, bukan sekadar pelengkap di tahap akhir.

"Kita tidak dapat meminta masyarakat mengadopsi teknologi jika sistem yang mereka gunakan tidak dapat dipercaya. Karena itu, teknologi tidak hanya harus menghubungkan Indonesia, tetapi juga memberdayakan masyarakat, melindungi hak mereka, dan memperkuat masa depan mereka," tegasnya.

EDITOR: Ilham Safutra