← Beranda
Indonesia Ingin Naik Kelas di Industri AI, Wamenkomdigi Nezar Tolak Status Sekadar Pasar
Nanda PrayogaMinggu, 2 Agustus 2026 | 15.05 WIB
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria. (Istimewa).

JawaPos.com – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menilai hubungan Indonesia dan India yang selama ini terjalin melalui sejarah panjang perdagangan rempah kini berkembang ke arah kerja sama di bidang teknologi digital, khususnya kecerdasan artifisial (AI).

Menurutnya, kedua negara memiliki peluang besar untuk memperkuat kolaborasi dalam pengembangan AI melalui riset bersama, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur digital, hingga inovasi teknologi yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Nezar menjelaskan India menjadi mitra strategis bagi Indonesia karena telah memiliki pengalaman dalam membangun infrastruktur publik digital. Sementara itu, Indonesia didukung bonus demografi, kekayaan sumber daya alam strategis, serta potensi pasar yang besar untuk mengembangkan ekosistem AI.

Baca Juga: Semester I 2026, PNM Perkuat Pemberdayaan 12,4 Juta Perempuan Pengusaha Ultra Mikro

"Karena India dan Indonesia bukanlah pesaing yang mengejar jalur sempit yang sama di bidang AI. Kita saling melengkapi," ungkap Wamen Nezar Patria dalam acara An Overview of the AI Roadmap of Indonesia di Jakarta Selatan, Jumat (31/7/2026).

Ia mengatakan kehadiran Peta Jalan AI Indonesia menjadi landasan penting untuk membawa hubungan kedua negara menuju kerja sama yang lebih konkret dalam implementasi teknologi.

Nezar menegaskan Indonesia tidak ingin hanya menjadi tujuan pemasaran produk AI yang dikembangkan negara lain. Karena itu, pemerintah terus memperkuat berbagai fondasi ekosistem digital, mulai dari pengembangan perangkat lunak, peningkatan kapasitas komputasi, pembangunan pusat data, hingga penciptaan talenta digital yang kompetitif.

"Selama ini, persaingan global untuk AI telah memperlakukan negara-negara seperti Indonesia sebagai pasar. Tempat untuk menjual produk AI, bukan tempat di mana AI dibangun. Saya ingin menolak kerangka berpikir tersebut malam ini, dengan hormat namun tegas," tegas Wamen Nezar.

Ia menambahkan Indonesia memiliki sejumlah keunggulan yang dapat menjadi modal dalam pengembangan AI nasional. Selain memiliki cadangan nikel dan berbagai mineral kritis, Indonesia juga didukung jumlah penduduk usia produktif yang besar serta posisi geografis yang strategis di kawasan Indo-Pasifik.

Peluang memperluas kerja sama Indonesia dan India semakin terbuka setelah kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Narendra Modi ke Indonesia yang menghasilkan 16 kesepakatan baru antara kedua negara.

Selain itu, Indonesia dan India juga sepakat memperkuat kolaborasi di sektor ekonomi digital, termasuk integrasi sistem pembayaran digital dan pengembangan Indonesia Open Network sebagai salah satu fondasi bagi kerja sama AI di masa depan.

Sebagai langkah lanjutan, Nezar mendorong peningkatan kerja sama melalui pertukaran peneliti AI, pengembangan perusahaan rintisan, hingga peningkatan investasi riset dan pengembangan (R&D) perusahaan teknologi asal India di Indonesia.

"Saya mengajak Indcham untuk membantu kami mengidentifikasi perusahaan-perusahaan India, mulai dari pemimpin layanan TI hingga perusahaan rintisan berbasis AI, yang siap membangun kehadiran riset dan pengembangan yang nyata di Indonesia, bukan hanya kantor penjualan," tambah Wamen Nezar.

Di akhir penyampaiannya, Nezar menegaskan Kemkomdigi akan terus mendorong agar setiap bentuk kolaborasi Indonesia dan India di bidang digital mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045.

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah