JawaPos.com — Sebanyak 94 santri Pondok Pesantren Manba’ul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, menjalani penanganan di RS Siti Hajar setelah diduga mengalami keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Data per Rabu (2/9/2026) pukul 15.02 WIB mencatat 33 pasien rawat inap, 53 rawat jalan, dan delapan masih diobservasi di IGD.
Kasus tersebut terjadi setelah ratusan santri dan santriwati mengonsumsi menu MBG pada Selasa (1/9/2026) siang.
Baca Juga: Polda Metro Tetapkan 3 Tersangka Perusakan CCTV saat Demo 27 Agustus 2026
Mereka kemudian dilarikan ke sejumlah rumah sakit di Sidoarjo untuk mendapatkan pemeriksaan serta penanganan medis sesuai kondisi masing-masing.
Penanganan Berlangsung di Sejumlah Rumah Sakit
RS Siti Hajar menjadi salah satu fasilitas kesehatan yang menerima santri dari Ponpes Manba’ul Hikam setelah muncul keluhan kesehatan pascakonsumsi makanan.
Sebagian pasien tidak memerlukan perawatan inap sehingga diperbolehkan menjalani pemulihan melalui layanan rawat jalan.
Kondisi para santri juga dilaporkan mulai membaik pada Rabu.
Perkembangan ini membuat sebagian pasien sudah dapat meninggalkan rumah sakit setelah memperoleh penanganan medis.
Puluhan Pasien Masih Menjalani Perawatan
Sebanyak 33 santri masih menjalani rawat inap di RS Siti Hajar untuk mendapatkan pemantauan tenaga medis.
Sementara itu, delapan pasien masih berada di ruang observasi IGD untuk memastikan kondisi mereka tetap stabil.
Q
Adapun 53 pasien lainnya tercatat sebagai pasien rawat jalan.
Mereka tidak perlu menjalani perawatan inap, tetapi tetap mendapat arahan medis untuk proses pemulihan setelah mengalami keluhan yang diduga berkaitan dengan konsumsi menu MBG.
Kasus Dugaan Keracunan MBG Jadi Perhatian
Peristiwa yang dialami santri Ponpes Manba’ul Hikam menjadi perhatian setelah ratusan penghuni pesantren mengalami gangguan kesehatan secara bersamaan.
Baca Juga: BPOM Tetapkan Standar Aman Kemasan Guna Ulang untuk Kurangi Sampah
Penanganan kemudian dilakukan secara bertahap di sejumlah rumah sakit di Sidoarjo sejak Selasa.
Data terbaru dari RS Siti Hajar memberikan gambaran perkembangan penanganan pada Rabu sore.
Kondisi korban yang mulai membaik menjadi perkembangan positif, meski pasien yang masih menjalani perawatan dan observasi tetap membutuhkan pemantauan medis.
Kasus ini juga menambah perhatian terhadap pelaksanaan program MBG di lingkungan pesantren. Untuk saat ini, fokus utama berada pada pemulihan para santri yang terdampak setelah menyantap makanan program tersebut.