JawaPos.com — Antusiasme mahasiswa menyambut program mudik gratis kembali terlihat menjelang Lebaran 2026.
Program “Pasti Mudik Bumbu Bamboe” yang digelar PT BAMBOE INDONESIA langsung diserbu pendaftar, termasuk mahasiswa dari berbagai kampus di Surabaya seperti ITS dan UPN Veteran Jawa Timur.
Program mudik gratis ini menjadi bagian dari kegiatan CSR Ramadhan yang diselenggarakan perusahaan bumbu masak tersebut.
Ratusan peserta memanfaatkan kesempatan ini untuk pulang ke kampung halaman tanpa harus memikirkan biaya transportasi yang biasanya melonjak saat musim mudik.
Pemberangkatan peserta dilakukan secara serentak dari Masjid Agung Al Akbar Surabaya pada Sabtu, 14 Maret 2026 pukul 08.00 WIB.
Sejak pagi, kawasan sekitar masjid dipadati peserta yang membawa tas dan koper, menandakan perjalanan pulang yang sudah lama dinanti.
Program mudik gratis ini menyediakan enam bus yang akan mengangkut ratusan pemudik menuju berbagai kota di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Secara keseluruhan, sekitar 270 peserta diberangkatkan menuju 12 kota tujuan.
Kota tujuan tersebut meliputi berbagai wilayah yang menjadi kampung halaman para peserta.
Beberapa di antaranya Kediri, Yogyakarta, hingga Semarang yang menjadi destinasi favorit para pemudik.
Bagi masyarakat yang berminat mengikuti program ini, pendaftaran dibuka secara online melalui scan QR code resmi yang disediakan panitia.
Kuota peserta memang terbatas sehingga pendaftar harus bergerak cepat sebelum slot habis.
Direktur PT BAMBOE INDONESIA Dr. Muhammad Zakki menjelaskan program ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat.
Terutama bagi mereka yang ingin pulang kampung tetapi terbentur biaya transportasi.
“Mudik adalah tradisi yang sangat penting bagi masyarakat Indonesia. Melalui program Mudik Bareng ini, kami ingin membantu masyarakat bisa pulang ke kampung halaman dengan aman dan nyaman untuk merayakan Lebaran bersama keluarga,” ujar Dr. Muhammad zakki kepada JawaPos.com, Sabtu (14/3/2026).
Menurutnya, tradisi mudik memiliki makna sosial dan emosional yang sangat kuat. Karena itu perusahaan ingin ikut memfasilitasi perjalanan masyarakat agar dapat berkumpul dengan keluarga di momen hari raya.
“Tahun ini kami memberangkatkan sekitar 250 pemudik menggunakan 6 bus menuju 12 kota tujuan. Semoga program sederhana ini bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” lanjutnya.
Ia menegaskan program tersebut bukan sekadar kegiatan tahunan. Bagi perusahaan, kegiatan sosial seperti ini menjadi bagian penting dari komitmen untuk memberi manfaat lebih luas.
“Bagi kami, perusahaan tidak hanya tentang bisnis, tetapi juga tentang bagaimana kita bisa memberi kembali kepada masyarakat yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan kami,” katanya.
Program mudik gratis ini juga diharapkan memberikan pengalaman perjalanan yang nyaman bagi para peserta. Panitia memastikan proses keberangkatan hingga perjalanan berlangsung aman dan tertib.
“Harapan kami sederhana: semoga perjalanan para peserta lancar, mereka bisa berkumpul dengan keluarga di kampung halaman, dan kembali dengan semangat baru,” ujar Zakki.
Ia juga berharap program tersebut dapat terus berlanjut di masa mendatang. Bahkan jumlah peserta yang diberangkatkan diharapkan bisa semakin banyak.
“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus kami lakukan ke depannya dan bahkan bisa menjangkau lebih banyak masyarakat,” tambahnya.
Program mudik gratis ini tidak hanya menarik perhatian masyarakat umum. Banyak mahasiswa yang ikut mendaftar karena merasa sangat terbantu dengan adanya fasilitas transportasi gratis menjelang Lebaran.
Salah satunya Finna, mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur yang ikut program mudik bersama beberapa temannya. Ia mengaku mengetahui informasi program ini dari media sosial.
“Saya tahu program mudik gratis ini dari Instagram sekitar dua hari yang lalu. Awalnya teman saya yang memberi tahu, lalu saya langsung tertarik untuk ikut mendaftar,” ujar Finna.
Finna menjelaskan dirinya mendaftar bersama beberapa teman kampus. Meski berangkat bersama, mereka memiliki kota tujuan mudik yang berbeda-beda.
“Kami ada empat orang yang ikut, tapi tujuan mudiknya berbeda. Ada yang ke Tuban, Tulungagung, dan Madiun,” katanya.
Menurutnya, program mudik gratis sangat membantu mahasiswa seperti dirinya. Apalagi banyak teman kampus yang juga ikut sehingga suasana perjalanan terasa lebih menyenangkan.
“Alasan ikut karena ini gratis dan banyak teman-teman juga yang ikut. Jadi sekalian saja daftar bersama,” ujarnya.
Bagi Finna, pengalaman mengikuti program mudik gratis ini juga menjadi yang pertama kalinya. Ia mengaku senang karena bisa mencoba program tersebut.
“Ini juga pertama kalinya saya ikut mudik gratis seperti ini,” tambahnya.
Cerita serupa datang dari Nabila, teman Finna yang juga mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur. Ia justru mengetahui informasi program tersebut dari media sosial TikTok.
“Saya tahu informasi mudik gratis ini dari FYP TikTok yang lewat di beranda sekitar dua hari yang lalu,” ujar Nabila kepada JawaPos.com.
Setelah melihat informasi tersebut, ia langsung mengajak temannya untuk ikut mendaftar bersama. Mereka kemudian mencoba peruntungan melalui pendaftaran online.
“Awalnya saya yang mengajak teman saya dulu, setelah itu kami langsung mendaftar,” katanya.
Menurut Nabila, program mudik gratis sangat membantu karena kondisi transportasi menjelang Lebaran biasanya cukup sulit. Banyak orang harus berebut tiket bus atau kereta.
“Kalau ke terminal saat musim mudik biasanya susah cari bus karena banyak yang berebut. Sementara kalau naik kereta juga harus berebut tiket sejak jauh hari,” jelasnya.
Karena itu ia merasa program mudik gratis menjadi solusi yang lebih pasti. Peserta tidak perlu khawatir kehabisan tiket transportasi.
“Jadi kami memilih ikut mudik gratis ini karena lebih pasti dan tidak perlu berebut tiket lagi,” ujarnya.
Sama seperti Finna, Nabila juga baru pertama kali mengikuti program mudik gratis. Ia mengaku pengalaman ini cukup menarik.
“Ini juga pengalaman pertama saya ikut mudik gratis,” katanya.
Antusiasme mahasiswa juga terlihat dari peserta lain seperti Balqissiwi, mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Ia memutuskan pulang lebih awal karena mengikuti kebijakan kampus.
“Saya mudik lebih awal karena ada ketentuan dari kampus yang memberikan libur secara online. Jadi saya memutuskan pulang lebih dulu dengan mengikuti program mudik gratis dari PT BAMBOE INDONESIA,” ujar Balqissiwi.
Mahasiswi berusia 20 tahun itu menilai program mudik gratis sangat membantu mahasiswa. Terutama bagi mereka yang ingin menghemat pengeluaran.
“Program seperti ini sangat membantu, terutama bagi mahasiswa. Lumayan bisa menghemat biaya perjalanan,” katanya.
Ia juga mengaku biasanya proses mendapatkan tiket transportasi menjelang Lebaran cukup sulit. Banyak orang harus berebut tiket dalam waktu singkat.
“Daripada harus berebut tiket kereta atau bus yang biasanya ramai saat musim mudik, saya merasa ikut mudik gratis ini jauh lebih membantu,” lanjutnya.
Balqissiwi mengetahui informasi program ini dari Instagram sekitar awal Maret. Ia kemudian langsung mendaftar bersama teman-temannya yang berasal dari daerah yang sama.
“Saya tahu informasinya dari Instagram sekitar awal Maret, kurang lebih seminggu sebelum keberangkatan,” ujarnya.
Menariknya, ia tidak berangkat sendirian. Balqissiwi bersama beberapa teman sekampung yang juga kuliah di Surabaya.
“Kami ada lima orang dan semuanya berasal dari Magetan,” katanya.
Kisah para mahasiswa ini menunjukkan program mudik gratis memiliki dampak nyata bagi masyarakat. Terutama generasi muda yang sering menghadapi keterbatasan anggaran.
Program seperti ini juga memperlihatkan bagaimana perusahaan dapat berperan dalam membantu kebutuhan sosial masyarakat.
Tidak hanya melalui produk, tetapi juga melalui kegiatan yang memberikan manfaat langsung.
Bagi para peserta, perjalanan pulang kampung bukan sekadar perjalanan biasa. Mudik menjadi momen emosional untuk kembali bertemu keluarga setelah berbulan-bulan merantau.
Suasana penuh harap itu terlihat dari wajah para peserta saat menaiki bus. Mereka membawa harapan sederhana: perjalanan lancar dan bisa segera berkumpul dengan orang-orang tercinta di rumah.
Program “Pasti Mudik Bareng Bamboe” pun menjadi jembatan kecil yang mempertemukan kembali para perantau dengan kampung halaman.
Dari Surabaya menuju berbagai kota, perjalanan ini menjadi awal cerita Lebaran yang penuh kehangatan.
—
Moch. Rizky Pratama Putra
Meta deskripsi: