← Beranda
Dua Hari Tertimbun, Santri Ponpes Al-Khoziny Selamat dan Tidak Alami Patah Tulang atau Luka Berat Lainnya
Ahmad Rezatriya BelaniKamis, 2 Oktober 2025 | 22.50 WIB
Foto udara bangunan mushalla yang ambruk di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (30/9/2025). (Alfian Rizal/ Jawa Pos)

Mata Saya Sulit Dibuka, tapi Saya Bisa Dengar Teman-Teman

M. Zainal Ali Abidin sejam pingsan di bawah reruntuhan dan baru siuman saat tim penyelamat mengangkatnya. Syehlendra Haical Raka dua hari tertimbun dan tak mengalami patah tulang atau luka berat lainnya.

Ahmad Rezatriya, Sidoarjo

Bagian tulang ekor M.Zainal Ali Abidin masih sakit. Begitu pula kepalanya yang mengalami gegar otak ringan. Kemarin (1/10), santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny itu masih terbaring dikamar rawat inap Mawar Kuning RSUD RT Notopuro Sidoarjo, Jawa Timur. 

Sang ibu, Siti Fatimah, mendampinginya di sisi tempatnya berbaring. ”Alhamdulillah, Ali ditemukan selamat. Ini anak pertama saya, sebenarnya adiknya juga mondok di sana, cuma hari itu dia di rumah karena sakit perut,” kata wanita 41 tahun itu kepada Jawa Pos.  

Hari itu yang dimaksud Siti adalah Senin (29/9), sekitar pukul 14.30, saat Ali bersama para santri lain salat Asar berjamaah di musala ponpes. Musala ponpes yang berlokasi di Buduran, Sidoarjo, tersebut berlantai tiga, dengan dua di antaranya telah digunakan untuk aktivitas.  

Lantai tiga tengah dalam penyelesaian. Salat digelar di lantai 1. ”Posisi saya paling kanan (utara) dari bangunan,” kata Ali yang duduk di kelas XIMAN Al-Khoziny.

Ketika rukuk di rakaat kedua, remaja 17 tahun itu mendengar suara semacam batu jatuh, dua–tiga kali. Sejumlah temannya yang ikut berjamaah spontan kabur.

“Cuma saya nggak merasa gimana gitu karena saya pikir hanya runtuhan molen cor yang jatuh,” paparnya. 

Ali salah menduga. Sekejap kemudian atap runtuh dan menimpanya. ”Badan saya kejepit dan setelah itu tak ingat apa-apa lagi,” katanya. 

Baca Juga: Hasil Evakuasi Korban Runtuhnya Bangunan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo oleh Tim SAR Hari Ini, 1 Oktober 2025: 5 Selamat, 2 Meninggal

Sadar saat Dievakuasi

Salah satu korban ambruknya bangunan mushalla di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (30/9/2025). (Angger Bondan/ Jawa Pos)
Salah satu korban ambruknya bangunan mushalla di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (30/9/2025). (Angger Bondan/ Jawa Pos)

Sekitar sejam lamanya Ali tertimbun di bawah reruntuhan dalam kondisi pingsan. Dia baru sadar bahwa dirinya habis tertimpa reruntuhan saat diangkat tim penyelamat. Itu pun dia masih kesulitan membuka mata. ”Saya tidak bisa buka mata, tapi telinga saya dengar suara teman-teman saya,” kata warga Peneleh, Surabaya,itu. 

Tim penyelamat segera melarikannya ke ambulans. ”Saya hanya bisa beristighfar,” katanya.

Sampai pukul 17.00 kemarin (1/10), sudah 102 korban berhasil dievakuasi dari balik puing musala. Tapi, empat di antaranya kemudian meninggal. Belum semua santri yang tertimbun terevakuasi. Termasuk Suwaifi, anak Sholehudin, warga Bangkalan. ”Saya bolak-balik baca yang sudah dievakuasi, tapi tidak ada anak saya,” kata pria 46 tahun itu.

”Kenapa nggak langsung pakai alat berat, saya sudah terima apa pun kondisi anak saya, biar semua keluarga yang di sini lega,” lanjutnya.

Ali sendiri sudah sejak SMP bersekolah di Ponpes Al-Khoziny. ”Sebenarnya (Senin) malam itu saya rencananya mau mengunjungi anak saya, tapi ternyata ada kejadian itu, dan saya datang ke lokasi hanya bisa berdoa agar dia selamat,” ujarnya dengan nada getir. 

Meski masih harus berbaring di ruang perawatan, kondisi Ali terus membaik. Siti mengapresiasi gerak cepat Bagus Sulistiono, dokter spesialis bedah saraf di RSUD RT Notopuro yang menangani sang buah hati. ”Alhamdulillah, setiap hari dicek kondisinya,” katanya.

Baca Juga: Golden Time Hampir Habis, Tim SAR Dikejar Waktu Selamatkan Korban Ponpes Al Khoziny Sidoarjo

Lemas, tapi Masih Bicara

Keluarga korban ambruknya bangunan mushalla menunggu perkembangan informasi di posko Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (30/9/2025). (Angger Bondan/ Jawa Pos)
Keluarga korban ambruknya bangunan mushalla menunggu perkembangan informasi di posko Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (30/9/2025). (Angger Bondan/ Jawa Pos)

Bendungan di kedua mata Abdul Hawi ambrol kala sang anak, Syehlendra Haical Raka, berhasil dievakuasi dengan selamat kemarin setelah dua hari tertimbun di bawah reruntuhan. ”Alhamdulillah, ini doa yang sebelumnya kami panjatkan, di rumah dan di posko informasi,” kata pria asal Probolinggo, Jawa Timur, itu sembari terus mengusap matanya di IGD RSUD RT Notopuro. 

Haical dan santri lainnya yang juga tertimbun, Yusuf, sebelumnya terekam berkomunikasi dengan tim penyelamat saat masih di bawah puing. Video percakapan tersebut tersebar ke berbagai platform. 

Kemarin, kata Hawi, sang anak yang berusia 14 tahun tersebut juga masih bisa berbicara meski kondisinya lemas. Kabar baik lainnya, dia tidak mengalami patah tulang atau luka parah lainnya. ”Mudah-mudahan, Haical bisa segera pulih dan pulang,” ujar Hawi sembari terus menangis bahagia. (*/ttg)

EDITOR: Ilham Safutra