← Beranda
Jalan Bergelombang di Surabaya Utara, Keselamatan Pengendara Terancam
Juliana Christy• Minggu, 2 Maret 2025 | 05.36 WIB
Jalan bergelombang di kawasan Surabaya Utara, bisa potensi mengancam keselamatan pengendara. (Puguh Sujiatmiko / Jawa Pos)
 
JawaPos.com – Sejumlah ruas jalan di kawasan utara Surabaya masih mengalami kondisi bergelombang, khususnya di Jalan Pasar Besar Wetan arah timur, Jalan Jagalan ke arah barat, serta sebagian Jalan Semarang. 
 
Meskipun demikian, Satuan Tugas (Satgas) Jalan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya terus melakukan perbaikan jalan rusak maupun berlubang secara bertahap. Namun, kondisi permukaan jalan yang tidak rata di beberapa titik masih menjadi perhatian warga.
 
Hengky, seorang warga yang beraktivitas di kawasan Jalan Jagalan, mengungkapkan bahwa jalan bergelombang umumnya ditemukan di depan pertokoan yang berada dekat dengan lampu lalu lintas. Menurutnya, gelombang jalan tersebut tidak terlalu parah, tetapi tetap berisiko bagi pengendara motor yang kurang mengontrol laju kendaraannya.
 
 
“Hanya beberapa meter sebelum lampu merah, setelahnya sudah lebih rata. Tapi tetap saja, ini bisa berbahaya kalau pengendara tidak hati-hati,” ujarnya di Surabaya. 
 
Hengky menilai kondisi jalan bergelombang memiliki dampak positif dan negatif. Di satu sisi, hal ini dapat mengurangi kecepatan pengendara saat mendekati lampu merah. Namun, di sisi lain, bisa menjadi ancaman keselamatan jika tidak segera diperbaiki.
 
“Biasanya pengendara kalau lampu merah mau menyala malah tambah ngebut. Tapi karena jalan bergelombang, mereka jadi lebih pelan. Kalau tetap memaksa melaju kencang, bisa oleng,” tambahnya. Hengky berharap kondisi ini segera mendapat perhatian agar aktivitas di kawasan tersebut tetap lancar dan aman.
 
Pendapat serupa disampaikan Ahmad Hanafi, warga lain yang sering melintas di Jalan Jagalan. Ia mengatakan bahwa satgas jalan beberapa kali melakukan perbaikan jalan berlubang, terutama di depan pertokoan sepanjang jalan tersebut. Perbaikan biasanya dilakukan setelah adanya laporan dari pemilik atau pengelola ruko.
 
 
“Bulan lalu ada perbaikan jalan berlubang di beberapa titik sisi selatan dekat lampu merah,” ungkapnya. Namun, ia menambahkan bahwa hingga saat ini belum ada tindakan khusus untuk jalan yang bergelombang, padahal kondisi ini berpotensi membahayakan pengendara roda dua maupun empat.
 
Kondisi serupa juga terjadi di Jalan Pasar Besar Wetan, tepatnya di sisi utara yang mengarah ke timur. Gelombang jalan terlihat di tepi jalur cepat maupun jalur lambat. Diperkirakan, kondisi ini terjadi akibat tonase kendaraan berat yang melintas secara terus-menerus.
 
Koordinator Satgas Jalan DSDABM Surabaya, Kokoh Baskoro, menegaskan bahwa pihaknya rutin melakukan perbaikan jalan, terutama untuk jalan berlubang atau mengalami kerusakan signifikan. “Jika ditemukan jalan berlubang atau rusak, kami langsung melakukan tambal sulam,” ujarnya. Kokoh menyebutkan bahwa saat ini perbaikan berskala sedang tengah berlangsung di kawasan Bulak Banteng.
 
 
Terkait perbaikan jalan bergelombang, ia mengaku pihaknya sudah mengantongi data kondisi jalan di wilayah utara Surabaya, termasuk titik-titik yang mengalami gelombang. “Kalau memang ada kerusakan yang perlu segera ditangani, pasti akan kami perbaiki,” tambahnya.
 
Setiap harinya, satgas jalan membawa sekitar 7 meter kubik aspal hotmix untuk menambal jalan berlubang. Pengerjaan dilakukan berdasarkan hasil pantauan tim yang bergerak secara mobile serta laporan dari kelurahan dan masyarakat. “Warga bisa melaporkan kondisi jalan yang rusak melalui call center 112 atau aplikasi WargaKu,” pungkas Kokoh.
 
EDITOR: Bintang Pradewo