JawaPos.com – Pecah kaca menjadi modus dalam beberapa kasus pencurian yang berulang di Kota Surabaya.
Sebanyak delapan kejadian pencurian dengan modus tersebut tercatat selama periode dua bulan dari Oktober hingga November.
Salah satu insiden yang baru terjadi, yaitu pada Sabtu (25/11) di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Surabaya.
Dikutip dari Jawa Pos Radar Surabaya pada Senin (4/12), Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Hendro Sukmono, mengonfirmasi adanya laporan pencurian dengan modus pecah kaca tersebut.
Satreskrim Polrestabes Surabaya masih aktif menyelidiki para pelaku pencurian.
Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, kejadian ini biasanya terjadi pada malam hari, di mana pelaku menargetkan mobil yang diparkir di tepi jalan.
Baca Juga: Pencuri di Polandia Rela Jadi Patung Sampai Toko Tutup, Sebelum Melakukan Perampokan
“Modus, waktu, hingga pemilihan lokasi identik. Kami masih aktif menyelidiki pelaku dan mengumpulkan bukti-bukti di lokasi kejadian,” ungkapnya pada Minggu (3/12).
Para pelaku mencuri berbagai barang berharga, seperti tas, laptop, dan dompet yang berada di dalam mobil.
Kejadian pertama tercatat di Taman Cokroaminoto, di mana pelaku berhasil mencuri sebuah laptop.
Baca Juga: Pencuri Barang Bawaan Penumpang Kereta Tawang Jaya Premium Berhasil Ditangkap KAI dan Kepolisian
Kemudian, kasus berikutnya terjadi di samping restoran Alhamra, Jaksa Agung Suprapto, di mana terjadi pencurian enam buku tabungan, kunci rumah, flashdisk, dan uang sebesar Rp 2 juta.
Kejadian serupa juga terjadi di Jalan Dharmahusada Indah, di mana pelaku berhasil mencuri dua laptop dan satu handphone. Pencurian laptop juga dilakukan di Jalan Klampis Ngasem.
Di Jalan Kertajaya, seorang pelaku mencuri tas berisi uang sebesar Rp 400 ribu serta Sertifikat Hak Milik (SHM).
Di Jalan Bratang, dua laptop juga raib, sementara di Jalan Dharmahusada Indah, laptop dan handphone juga hilang dalam kejadian serupa.