← Beranda
Dampak Aktivitas Industri, Kualitas IKU di Gresik Cukup Tinggi
M SholahuddinMinggu, 12 September 2021 | 01.48 WIB
Photo
JawaPos.com – Emisi yang dibuang akibat aktivitas industri di Gresik cukup tinggi. Itu pun diakui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkab Gresik. Bahkan, pada 2019, berdasar indeks kualitas udara (IKU) yang diukur Badan Lingkungan Hidup Pemprov Jatim, Gresik memiliki IKU terburuk se-Jawa Timur. Yakni, berada di angka 65,81.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Gresik Mokh. Najikh menyatakan, saat ini IKU di Gresik memang cukup tinggi. Nilainya sekitar angka 70. Namun, berdasar surat edaran menteri lingkungan hidup, angka IKU Gresik masih berada di bawah ambang batas. ’’Memang tidak bisa dimungkiri, dengan banyaknya industri di Gresik, IKU juga tinggi. Terutama di beberapa wilayah dengan padat industri,’’ ucapnya.

Sebetulnya, jelas Najikh, ada solusi untuk mengurangi tingkat pencemaran udara tersebut. Yakni, menerapkan industri hijau dengan memperbanyak ruang terbuka hijau (RTH). Sayang, surat terkait permintaan penambahan RTH di lingkungan perusahaan dari DLH itu belum ditindaklanjuti serius.

’’Kami sudah surati terkait RTH itu. Memang kami akui, RTH sebagai penyeimbang kualitas udara di Gresik ini masih sangat kurang, baik di perusahaan maupun di perkotaan,’’ jelasnya.

Menurut Najikh, IKU Gresik saat ini berada di sekitar angka 70. Angka itu termasuk tinggi. Bahkan, dia mengakui apabila sesekali waktu, IKU di Gresik melewati ambang batas, yakni ketika kegiatan industri sedang tinggi.

Bagaimana dengan RTH Gresik? Jumlah kawasan hijau wilayah kota masih jauh dari ideal. Berdasar data, luas RTH di wilayah kota baru sekitar 716,35 hektare atau 15,48 persen. Jumlah itu belum ideal. Sebab, standar idealnya mencakup 30 persen.

’’Karena Gresik ini kurang lahan, tidak mungkin nambah taman-taman baru. Karena itu, memanfaatkan taman yang ada dan fokus ke jalan,’’ ucap Najikh.
EDITOR: M Sholahuddin