JawaPos.com – Sirkuit Misano yang berada di kawasan Emilia-Romagna menjadi balapan kandang bagi sejumlah pembalap Italia, seperti Marco Bezzecchi, Francesco Bagnaia, atau Fabio Di Giannantonio. Namun, GP San Marino, Minggu (13/9) akhir pekan lalu, justru menjadi ‘panggung’ dominasi para rider Spanyol.
Enam pembalap Spanyol mengisi enam posisi teratas MotoGP musim ini. Marc Marquez menjadi juara, diikuti Alex Marquez dan Pedro Acosta. Tiga rider Negeri Matador, Fermin Aldeguer, Jorge Martin, serta Raul Fernandez melengkapi enam besar. Untuk pertama kalinya dalam sejarah kelas premier, enam pembalap dari negara yang sama menguasai enam posisi teratas.
Dominasi tersebut tidak berhenti di kelas utama. Manu Gonzalez memenangkan balapan Moto2, sedangkan Maximo Quiles menjadi pemenang Moto3. Itu menjadi kemenangan triplete Spanyol ke-50 dalam sejarah Kejuaraan Dunia.
Regenerasi Berjalan
Hasil di Misano memperlihatkan suksesnya regenerasi pembalap Spanyol. Marc (33) dan Alex Marquez (30), serta Jorge Martin (28), sudah lebih dulu muncul di barisan depan MotoGP. Di belakang mereka, sudah ‘mengantre’ Acosta (22), Aldeguer (21), dan Raul Fernandez (25).
Sementara itu, Gonzalez (24) dan Quiles (18) berpotensi menyusul dari kelas Moto2 dan Moto3. Pembalap Honda HRC asal Italia, Luca Marini, melihat situasi tersebut tidak lepas dari sistem pembinaan di Spanyol.
“Di Spanyol ada banyak struktur yang membantu anak-anak berkembang dengan cepat dan baik. Federasi Italia juga melakukan pekerjaan dengan baik, tetapi balapan di Italia benar-benar mahal,” kata Marini dikutip dari GPOne.
“Dengan kondisi ekonomi saat ini, tidak mudah bagi sebuah keluarga menanggung semua biaya yang diperlukan untuk membawa seorang anak sampai ke Kejuaraan Dunia. Dari sisi ini, Spanyol sangat terorganisasi dengan baik, dan berhasil membina banyak pembalap muda.”
Fondasi Sejak 1990-an
Sementara itu, Jorge Martínez “Aspar” menilai dominasi pembalap Spanyol bukan kebetulan. Mantan pembalap sekaligus pemilik tim Aspar yang kini menaungi Quiles di Moto3 itu menyebut, fondasinya sudah dibangun sejak 1990-an.
“Angel Nieto adalah pelopor. Dia yang memulai dan memberikan bahan bakar agar semua ini berjalan,” kata Aspar kepada Cadena SER. “Setelah itu, saya kira pada 1992, ketika Dorna mengambil alih hak komersial Kejuaraan Dunia, lahirlah era baru motociclismo (balap motor).”
Sejak saat itu, pembinaan pembalap muda di Spanyol terus berkembang.
“Pembalap mana pun dari mana pun di dunia, jika ingin mencapai Kejuaraan Dunia, harus datang ke Spanyol karena di sinilah levelnya paling tinggi,” kata Aspar.
Dominasi Spanyol di 3 Kelas
Delapan dari sembilan pembalap yang menghuni tiga besar klasemen sementara MotoGP, Moto2, dan Moto3 (sampai 14 dari 22 seri) berasal dari Spanyol. Hanya Marco Bezzecchi dari Italia yang sementara berada di posisi ketiga MotoGP.
MotoGP
-
Marc Marquez (Spanyol) 274 poin
-
Jorge Martín (Spanyol) 274 poin
-
Marco Bezzecchi (Italia) 241 poin
Moto2
-
Manuel Gonzalez (Spanyol) 232,5 poin
-
Izan Guevara (Spanyol) 185 poin
-
Ivan Ortola (Spanyol) 157,5 poin
Moto3
-
Maximo Quiles (Spanyol) 281 poin
-
David Almansa (Spanyol) 174 poin
-
Alvaro Carpe (Spanyol) 159 poin