← Beranda
Islam Makhachev Ukir Sejarah di MMA, 17 Kemenangan Beruntun Setelah Mengalahkan Ian Machado Garry
Edi YuliantoSenin, 17 Agustus 2026 | 00.54 WIB
Islam Makhachev (kanan) saat bertarung dengan Ian Machado Garry di UFC 330. (istimewa)

 

JawaPos.com - Islam Makhachev mengalahkan Ian Machado Garry melalui keputusan juri dalam partai utama UFC 330 yang digelar pada Sabtu (15/8) di Philadelphia atau Minggu (16/8) WIB.

Ini merupakan satu lagi kemenangan gemilang bagi petarung berusia 34 tahun tersebut, yang semakin memperkuat statusnya sebagai salah satu petarung MMA terhebat sepanjang masa.

Ini adalah kemenangan bersejarah bagi Makhachev, yang kini telah mencatatkan 17 kemenangan berturut-turut. Kemenangan atas Machado Garry ini memecahkan rekor rentetan kemenangan terpanjang dalam sejarah UFC (17), menempatkannya satu tingkat di atas Anderson Silva (16).

Dengan performa seperti ini, rasanya tak banyak yang akan bertaruh melawannya untuk menambah rekor kemenangan tersebut.

Baca Juga: Islam Makhachev Atasi Garry untuk Pertahankan Gelar Juara UFC

Namun, jalan menuju kemenangan tidaklah mudah bagi Makhachev; ia harus berjuang keras untuk meraihnya. Garry bahkan memenangkan ronde ketiga dan berhasil memberikan serangan yang cukup berarti pada ronde tersebut, sehingga ronde kelima menjadi penentu wajib menang bagi sang juara. Ia pun kembali pada keahlian utamanya—melakukan takedown dan mengandalkan gaya gulat yang menekan lawan—untuk akhirnya memastikan kemenangan (49-46, 49-46, 48-47).

Islam Makhachev Menang Angka atas Ian Machado Garry

Makhachev mendominasi pertarungan sejak awal, memaksa Machado Garry untuk bermain hati-hati dan bertahan seperti yang ia lakukan saat melawan Shavkat Rakhmanov.

Meskipun gaya gulat Sambo yang menekan—keahlian utama Makhachev—sering dibandingkan dengan Khabib Nurmagomedov, justru kemampuan striking (serangan berdiri) yang membedakannya dari sang mentor. Hal itu terlihat jelas di awal ronde kedua, saat Makhachev membuat Machado Garry sempoyongan dan menjatuhkannya dengan tendangan ke arah kepala yang sangat keras hingga suaranya terdengar ke seluruh penjuru Xfinity Mobile Arena.

Baca Juga: UFC 330: Islam Makhachev vs Ian Machado Garry, Duel Gelar Digelar Minggu Pagi!

Petarung asal Irlandia itu berhasil bangkit dengan cepat, namun Makhachev tidak mengendurkan serangan; ia terus melancarkan pukulan dan tendangan, memaksakan tempo pertarungan yang sangat intens, serta menjatuhkan lawan ke lantai menggunakan teknik headlock. Meski sang penantang berusaha keras untuk melepaskan diri, momen ini menjadi bukti nyata bahwa dominasi Makhachev—yang sebelumnya ia tunjukkan di kelas ringan—tetap terjaga saat ia beralih ke kelas welter.

Pada ronde ketiga, Garry mencoba melancarkan beberapa serangan: low kick, oblique kick, dan tendangan ke arah kepala. Namun, tak butuh waktu lama bagi Makhachev untuk melakukan serangan single-leg dan kembali mencetak takedown.

Di balik segala pujian atas variasi serangan dan gaya gulat Makhachev yang mencekik lawan, Machado Garry juga memiliki kelebihan, yakni kemampuan bertahan dan melakukan serangan balik.

Garry melancarkan pukulan, termasuk jab. Tendangan ke arah tubuh. Lalu, tendangan ke arah kepala. Itu cukup untuk memenangkan ronde tersebut dan memangkas ketertinggalan, sehingga ia hanya tertinggal dua ronde berbanding satu saat memasuki ronde-ronde penentuan gelar juara.

Machado Garry mempertahankan momentumnya hingga ronde keempat; meskipun Makhachev berhasil melakukan takedown, justru Garry-lah yang memberikan dampak serangan jauh lebih besar dengan melancarkan tendangan oblique, tendangan ke arah tubuh, dan pukulan jab.

Baca Juga: Kalahkan Maddalena, Islam Makhachev Rebut Juara Kelas Welter UFC

Ini adalah ronde dan momen yang menarik dalam pertarungan tersebut, karena secara teoretis, kedudukan bisa saja menjadi imbang menjelang ronde kelima sekaligus ronde terakhir.

Namun, di saat harus memberikan respons krusial sebagai seorang juara, Makhachev—yang sudah kelelahan dan mengalami memar di wajah—berhasil menjatuhkan Garry, menahannya di lantai, serta melancarkan pukulan-pukulan balasan.

EDITOR: Edi Yulianto