JawaPos.com - Alex Marquez mengungkap salah satu fase tersulit dalam perjalanan kariernya sebagai pembalap MotoGP. Pembalap Gresini Racing itu mengaku pernah mengalami depresi karena terus dibandingkan dengan sang kakak, Marc Marquez, yang telah sembilan kali menjadi juara dunia di berbagai kelas.
"Bayang-bayang Marc sangat besar. Pada awalnya saya sangat menderita. Saya bahkan sempat mengalami depresi karena terus membandingkan diri dengannya," kata Alex dalam wawancara dengan MotoGP.com.
Namun, Alex akhirnya mampu bangkit setelah berhenti mengejar standar yang sama dengan Marc. Ia memilih fokus pada perjalanan dan kemampuannya sendiri.
"Saya datang ke setiap balapan dengan keyakinan bahwa saya sudah melakukan usaha yang sama seperti pembalap yang memenangi MotoGP. Itu memberi saya ketenangan dan kepercayaan diri untuk membangun jalan saya sendiri," ujarnya.
Kini, Alex justru menjadikan balapan sebagai cara untuk melepaskan diri dari segala tekanan. Baginya, saat berada di atas motor, hanya ada dirinya dan lintasan.
"Rasanya seperti saat pergi berlibur, mematikan ponsel, lalu bersantai di pantai. Ketika memakai helm, yang ada hanya motor dan diri saya sendiri. Semua hal lain menghilang," tuturnya.