JawaPos.com – Badan Pemeriksa Keuangan mengungkap bahwa penyelenggaraan ajang balap internasional di Sirkuit Mandalika justru menimbulkan kerugian finansial.
Dikutip dari akun Instagram @sportcorner_indonesia pada Jum'at (3/4), Event yang dimaksud meliputi MotoGP Mandalika dan World Superbike.
Temuan ini menjadi sorotan karena kedua ajang tersebut sebelumnya digadang-gadang sebagai penggerak pariwisata nasional.
Dalam laporan resmi, BPK menyebut total kerugian yang dialami InJourney Tourism Development Corporation mencapai Rp347,4 miliar selama periode 2022 hingga 2024.
Kerugian tersebut berasal dari penyelenggaraan tiga musim balapan internasional. Angka tersebut menunjukkan bahwa event belum memberikan keuntungan finansial yang diharapkan.
BPK menjelaskan bahwa kerugian tersebut dipicu oleh membengkaknya berbagai komponen biaya. Biaya hosting fee, operasional, serta logistik menjadi faktor utama peningkatan pengeluaran.
Pengelolaan biaya yang tidak efisien turut memperburuk kondisi keuangan. Akibatnya, pendapatan yang diperoleh tidak mampu menutupi total biaya penyelenggaraan.
Selain itu, ITDC juga dibebani denda akibat penghentian kontrak World Superbike lebih awal. Nilai denda tersebut mencapai sekitar Rp373,8 miliar.
Beban tambahan ini semakin memperbesar kerugian yang harus ditanggung perusahaan. Kondisi ini menunjukkan adanya risiko bisnis yang tidak terkelola dengan baik.
BPK menilai bahwa tata kelola dan pengendalian biaya dalam proyek tersebut belum optimal. Keputusan bisnis dinilai dilakukan tanpa perhitungan risiko yang matang.
Hal ini menyebabkan penyelenggaraan event tidak memberikan manfaat finansial signifikan. Evaluasi menyeluruh diperlukan untuk memperbaiki perencanaan ke depan.
Lebih lanjut, BPK juga mengungkap potensi beban negara yang cukup besar. Pendanaan proyek Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika sebagian besar berasal dari utang.
Kondisi ini berpotensi menimbulkan beban hingga Rp1,78 triliun bagi pemerintah. Risiko tersebut muncul akibat ketidakseimbangan antara pendanaan dan kemampuan pembayaran.
Kinerja keuangan ITDC juga dilaporkan terus mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Perusahaan bahkan tercatat merugi sejak tahun 2021.
Target keuntungan yang diharapkan tidak tercapai sesuai rencana. Hingga saat ini, pihak ITDC belum memberikan tanggapan resmi terkait temuan tersebut.