← Beranda
Tak Jadi Suram! Dorna Pastikan Masa Depan Moto2 dan Moto3 Tetap Jadi Bagian Penting MotoGP
Moch. Rizky Pratama PutraSabtu, 4 Oktober 2025 | 16.34 WIB
Dorna Sport jamin masa depan Moto2 dan Moto3 jadi bagian MotoGP. (Instagram @motogp)

JawaPos.com — Masa depan Moto2 dan Moto3 akhirnya menemui titik terang setelah muncul berbagai spekulasi mengenai kemungkinan perubahan besar. Dorna Sports melalui Chief Sporting Officer, Carlos Ezpeleta, memastikan kedua kelas itu tetap menjadi bagian penting dalam kalender MotoGP.

Rumor yang menyebutkan Moto2 dan Moto3 akan dikurangi balapannya atau bahkan hanya digelar di hari Sabtu terbantahkan sudah.

Ezpeleta menegaskan seluruh kabar tersebut tidak benar dan justru menegaskan komitmen penuh Dorna pada dua kelas penopang MotoGP itu.

“Moto2 dan Moto3 adalah, dan akan terus menjadi, bagian integral dari kejuaraan,” ujar Ezpeleta dalam sesi FP2 Moto2 di Sirkuit Motegi.

Menurutnya, dua kelas tersebut berperan vital untuk memperkenalkan bintang masa depan kepada penggemar sejak dini.

Moto2 dan Moto3 terbukti menyuguhkan aksi balap yang spektakuler di berbagai seri. Ezpeleta bahkan menyebut musim Moto2 tahun ini menghadirkan beberapa balapan terbaik dalam sejarah kelas menengah tersebut.

Tidak hanya itu, Moto3 juga hampir selalu menjamin tontonan seru dengan persaingan ketat hingga garis finis.

Hal inilah yang membuat sebagian besar penggemar rela bangun pagi demi menyaksikan seluruh rangkaian balapan, mulai dari Moto3 hingga MotoGP.

Ezpeleta menekankan Moto2 dan Moto3 bukanlah sekadar feeder class seperti yang selama ini diasumsikan. Menurutnya, keduanya adalah Kejuaraan Dunia resmi yang memiliki peran besar dalam piramida Road to MotoGP.

“Moto2 dan Moto3 bukan sekadar feeder class, melainkan Kejuaraan Dunia yang menjadi bagian dari Grand Prix,” tegas Ezpeleta. “Talent Cup adalah feeder class, tapi Moto2 dan Moto3 punya posisi berbeda,” sambungnya.

Dengan demikian, setiap gelar juara dunia dari kelas Moto2 maupun Moto3 memiliki nilai resmi yang diakui. Hal itu termasuk bagi para legenda seperti Marc Marquez yang sukses meraih titel di kelas tersebut sebelum naik ke MotoGP.

Ezpeleta juga menegaskan eksistensi Moto2 dan Moto3 justru menjadi kunci keseruan akhir pekan balap MotoGP.

Tiga kelas yang tampil setiap pekan menciptakan paket hiburan penuh bagi penonton di sirkuit maupun penggemar layar kaca.

Dorna Sports bahkan disebut terus berinvestasi dalam infrastruktur paddock Moto2 dan Moto3. Upaya itu dilakukan agar keduanya bisa memiliki standar setara dengan kelas premier MotoGP.

Selain memperkuat fasilitas, Dorna juga membuka akses lebih luas bagi talenta muda dari berbagai negara. Tidak hanya dari Spanyol atau Italia, peluang menuju MotoGP kini terbuka bagi pembalap dari seluruh dunia.

Meski menegaskan keduanya aman, Ezpeleta memberi bocoran akan ada sejumlah perubahan teknis. Perubahan tersebut terutama akan menyasar Moto3 agar lebih sesuai dengan kondisi terkini.

Salah satu aspek yang sedang dipertimbangkan adalah regulasi usia pembalap. Selain itu, juga akan ada penyesuaian terkait postur tubuh pembalap muda dan kesenjangan performa dengan kelas Moto2.

“Kami akan segera mengumumkan beberapa hal menarik sebelum akhir tahun, khususnya untuk Moto3,” ucap Ezpeleta.

“Targetnya adalah membuat Moto3 dan Moto2 lebih baik, serta menciptakan lebih banyak kesempatan bagi pembalap muda di seluruh dunia.”

Kabar ini tentu menjadi angin segar di tengah spekulasi yang sempat membuat cemas penggemar. Banyak yang khawatir Moto2 dan Moto3 bakal dipangkas atau bahkan ditiadakan demi efisiensi kalender.

Namun, Ezpeleta kembali menegaskan wacana itu sama sekali tidak benar. Ia memastikan Moto2 dan Moto3 tetap akan hadir di setiap seri bersamaan dengan kelas utama MotoGP.

Dorna menilai keberadaan tiga kelas adalah kombinasi ideal yang sudah terbukti sukses. Penonton bisa menyaksikan bintang masa depan di Moto3, calon juara MotoGP di Moto2, dan puncak kompetisi di MotoGP.

Kehadiran Moto2 dan Moto3 juga memberi kesempatan bagi pembalap muda untuk berkembang secara bertahap. Hal itu penting agar mereka siap menghadapi tekanan besar ketika naik ke kelas premier.

Moto2 dan Moto3 telah melahirkan banyak nama besar dalam satu dekade terakhir. Selain Marc Marquez, ada Francesco Bagnaia, Joan Mir, hingga Jorge Martin yang semuanya berawal dari kelas bawah.

Dengan kepastian ini, masa depan Moto2 dan Moto3 bisa dipastikan tetap aman. Dorna menganggap keduanya bagian tak terpisahkan dari Grand Prix, bukan sekadar pelengkap.

Ezpeleta bahkan menutup pernyataannya dengan kalimat yang menegaskan komitmen penuh Dorna.

“Kami menantikan tiga kelas lagi dalam kejuaraan Grand Prix. Kami sama sekali tidak mempertimbangkan mengurangi Moto2 dan Moto3, apalagi menyingkirkannya dari kalender MotoGP.”

Kepastian ini sekaligus menegaskan Moto2 dan Moto3 akan terus menjadi jalur utama menuju MotoGP. Para penggemar pun bisa tetap menikmati akhir pekan penuh aksi dengan suguhan tiga kelas dunia di setiap seri.

EDITOR: Banu Adikara