JawaPos.com – Folarin Balogun menolak bergabung dengan Everton setelah merasa tidak nyaman dengan perlakuan yang diterimanya selama proses transfer.
Dilansir dari laman Flashscore pada Kamis (3/9), Striker asal Amerika Serikat itu sebelumnya hampir menyelesaikan kepindahan dari AS Monaco ke Everton dengan nilai transfer sebesar EUR 40 juta atau sekitar Rp878 miliar.
Namun, kesepakatan tersebut gagal terwujud hanya beberapa jam sebelum jendela transfer Inggris resmi ditutup karena Balogun memutuskan mundur.
Baca Juga: Kapal Induk Amerika Serikat Abraham Lincoln Berlabuh di Thailand Usai 286 Hari Berlayar
Direktur Pelaksana Monaco, Thiago Scuro, mengungkapkan bahwa Balogun telah menjalani pemeriksaan medis di Inggris sebelum pihak Everton menyampaikan kekhawatiran mengenai kondisi kebugarannya.
Meski kedua klub akhirnya sepakat melanjutkan proses transfer setelah berdiskusi, Balogun merasa tidak nyaman karena departemen medis Everton dinilai telah menimbulkan keraguan terhadap kondisi kesehatan dan masa depannya.
Sang pemain pun memilih tidak menandatangani kontrak jangka panjang meskipun dokumen kesepakatan antara kedua klub telah disiapkan menjelang penutupan bursa transfer.
Kegagalan transfer tersebut membuat Everton kehilangan salah satu target utama untuk memperkuat lini depan pada musim baru.
Sementara itu, Monaco harus menghadapi perubahan rencana keuangan karena sebelumnya telah memperhitungkan dana hasil penjualan Balogun dalam strategi transfer mereka.
Scuro menegaskan bahwa masa depan Balogun masih dapat berubah karena beberapa jendela transfer di negara lain masih dibuka dan Monaco tetap berdiskusi mengenai kemungkinan kepindahan sang pemain.