← Beranda
Jude Bellingham Gembira dengan Peran Barunya di Bawah José Mourinho
M Shofyan Dwi KurniawanKamis, 3 September 2026 | 00.14 WIB
ig @realmadrid

JawaPos.com - Jude Bellingham tampaknya mulai menemukan bentuk permainan terbaiknya bersama Real Madrid di bawah arahan José Mourinho.

Gelandang asal Inggris itu menikmati kebebasan yang diberikan Mourinho dalam peran barunya. Perubahan tersebut kembali terlihat ketika Bellingham mencetak gol dalam kemenangan telak 4-0 Real Madrid atas Málaga di Santiago Bernabéu, Minggu.

Bellingham membuka keunggulan pada menit ke-19 lewat tembakan rendah dari sisi kanan. Ia kemudian ikut berperan dalam terciptanya gol kedua Madrid setelah sundulannya gagal diantisipasi pertahanan Málaga.

Kemenangan tersebut membuat Madrid menyapu bersih tiga pertandingan pertama LaLiga dengan kemenangan. Bellingham sendiri sudah mencatatkan dua gol dan dua assist dalam tiga pertandingan.

Tidak mengherankan jika Mourinho kemudian memberikan pujian tinggi kepada pemain berusia 23 tahun tersebut.

Bellingham Menikmati Kebebasan

Melansir ESPN, peran Bellingham di bawah Mourinho tampaknya berbeda dari sebelumnya. Sang gelandang memiliki ruang lebih besar untuk bergerak, baik masuk ke area menyerang maupun turun membantu pertahanan ketika diperlukan.

"Sekarang saya sedikit lebih bebas, dengan kebebasan untuk bergerak lebih maju, dan mundur ke belakang jika diperlukan," kata Bellingham kepada Real Madrid TV ketika ditanya untuk menjelaskan perannya dalam tim Mourinho.

"Saya sangat menikmatinya. Itulah mengapa saya bermain bagus."

Bellingham memang langsung memberikan kontribusi sejak pertandingan pertama musim ini. Ia mencetak gol dalam kemenangan 2-1 atas Espanyol, kemudian menyumbangkan dua assist saat Madrid mengalahkan Real Sociedad 4-1 di tengah pekan.

Penampilan melawan Málaga kembali mempertegas bahwa Bellingham merasa nyaman dengan sistem baru tersebut.

Tetap Tidak Puas Meski Menang 4-0

Namun, Bellingham tidak sepenuhnya puas dengan penampilan Real Madrid. Madrid sebenarnya tampil luar biasa pada awal pertandingan. Mereka sudah unggul 3-0 setelah 30 menit, tetapi intensitas permainan kemudian menurun drastis.

"Itu pertandingan yang bagus, tetapi 20 menit terakhir benar-benar buruk, sangat buruk," kata Bellingham. "Saya tidak tahu mengapa, kami tidak bermain bagus."

Sikap kritis tersebut justru mendapat apresiasi dari Mourinho.

"Dia sangat menuntut pada dirinya sendiri, dan pada orang lain," kata Mourinho dalam konferensi pers pasca pertandingan. "Saya sangat menyukai itu. Saya sudah mengatakan kepadanya bahwa dengan cara pandang saya terhadap sepak bola, saya tidak ingin melihatnya bermain sebagai bek kiri kedua."

Mourinho kemudian mengingat pertandingan ketika dirinya masih menangani Benfica. Saat itu, ia memperhatikan Bellingham kerap mundur terlalu dalam ke sisi kiri ketika menghadapi Madrid.

"Saat bersama Benfica, ketika kami menang melawan Real Madrid di Liga Champions, hal itu terus terjadi, Jude mundur ke sisi kiri. Dia tahu apa yang harus dia lakukan. Dia merasa nyaman melakukannya."

Namun, Mourinho kini ingin memaksimalkan kemampuan Bellingham yang lebih ofensif.

Sambutan Istimewa dari Bernabéu

Bellingham mendapatkan apresiasi luar biasa dari para pendukung ketika digantikan pada menit ke-87. Sambutan tersebut menjadi salah satu momen spesial bagi sang gelandang yang semakin mendapatkan tempat di hati para suporter Madrid.

"Ini sangat istimewa, selalu," kata Bellingham. "Merupakan suatu kehormatan untuk bermain untuk klub ini, di stadion ini. Sambutan meriahnya sangat menyenangkan."

Dengan performanya yang terus meningkat, Bellingham juga terlihat semakin menyatu dengan Kylian Mbappé dan Vinícius Júnior di lini depan. Mourinho pun senang melihat ketiganya mampu bermain bersama.

"Pemain-pemain yang sangat bagus ingin bermain bersama," kata pelatih itu. 

"Mereka ingin bermain dengan orang-orang yang memiliki kualitas yang sama, kecepatan berpikir yang sama. Sebelum saya datang, banyak orang mengatakan 'Mou tidak menginginkan ini, atau itu, ketiganya tidak cocok,' dan saya selalu mengatakan saya menginginkan pemain-pemain terbaik... Yang saya lihat hanyalah mereka semua benar-benar bagus."

Kedalaman Skuad Jadi Kekuatan Madrid

Mourinho juga menunjukkan bahwa ia tidak takut melakukan rotasi. Saat menghadapi Málaga, pelatih asal Portugal itu membuat lima perubahan dalam susunan pemain. 

Marc Cucurella, Trent Alexander-Arnold, Antonio Rüdiger, Eduardo Camavinga, dan Brahim Díaz mendapat kesempatan tampil.

Rotasi tersebut tidak mengurangi kualitas Madrid. Justru, kedalaman skuad menjadi salah satu alasan Bellingham optimistis menghadapi musim panjang.

"Kami memiliki skuad yang sangat kuat, tim yang hebat, dengan kualitas di setiap posisi," kata Bellingham.

"Ketika pelatih ingin melakukan perubahan, pemain lain yang tidak bermain di pertandingan sebelumnya sudah siap. Itulah mengapa kami bermain sangat baik hari ini."

Dengan tiga kemenangan dari tiga laga, performa Bellingham yang semakin matang, serta kedalaman skuad yang menjanjikan, era baru Real Madrid di bawah Mourinho mulai menunjukkan tanda-tanda yang sangat menarik.

EDITOR: Hanny Suwindari