JawaPos.com – Pelatih tim nasional Korea Selatan, Hong Myung-bo, mengundurkan diri setelah negaranya tersingkir dari Piala Dunia FIFA 2026 pada fase penyisihan grup.
Dilansir dari laman Arise News pada Selasa (30/6), Keputusan tersebut diambil setelah Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung memberikan kritik keras dengan menyebut kepemimpinan Hong sebagai sesuatu yang tidak mampu membawa hasil positif.
Pengunduran diri itu menjadi dampak langsung dari kegagalan Korea Selatan dalam turnamen sepak bola terbesar dunia tersebut.
Baca Juga: Proyek di Jalan Prof. Dr. Moestopo Bikin Macet, Pemkot Surabaya Janji Percepat Pengerjaan
Korea Selatan mengawali perjalanan di Grup A dengan kemenangan atas Republik Ceko sebelum mengalami dua kekalahan beruntun dari Afrika Selatan dan Meksiko.
Hasil tersebut membuat peluang Korea Selatan untuk lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik menjadi semakin sulit.
Harapan terakhir mereka berakhir setelah kemenangan Kongo atas Uzbekistan memastikan Korea Selatan tersingkir dari Piala Dunia.
Presiden Lee Jae Myung kemudian menyoroti kegagalan tersebut dengan meminta evaluasi menyeluruh terhadap sistem tim nasional. Ia menilai keputusan dalam struktur sepak bola, pengawasan, serta pemilihan pelatih menjadi faktor penting yang harus diperbaiki.
Lee juga meminta Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata melakukan pemeriksaan terhadap kegagalan pembentukan tim nasional.
Hong Myung-bo yang berusia 57 tahun akhirnya mengumumkan pengunduran dirinya sebelum tim meninggalkan markas mereka di Meksiko.
Mantan pemain bertahan Korea Selatan tersebut meminta maaf kepada masyarakat dan mengakui bahwa dirinya bertanggung jawab atas hasil yang tidak sesuai harapan.
Hong menyatakan bahwa tidak ada alasan yang dapat menggantikan kegagalan mencapai target sebagai pelatih kepala.
Pengunduran diri tersebut mengakhiri periode kedua Hong Myung-bo sebagai pelatih tim nasional Korea Selatan. Sebelumnya, ia juga menangani Korea Selatan pada Piala Dunia 2014 di Brasil, ketika tim tersebut gagal melewati fase grup.
Meski meninggalkan jabatannya, Hong menegaskan kecintaannya terhadap sepak bola Korea tetap ada dan berharap tim nasional dapat kembali mendapatkan kepercayaan dari masyarakat.