← Beranda
Strategi Bernardo Tavares Bikin Persebaya Seimbang, Risto Mitrevski Jadi Gelandang Bertahan
Andre Rizal HanafiSelasa, 15 September 2026 | 05.05 WIB
Pemain Persebaya Surabaya Risto Mitrevski. (Persebaya)

 

JawaPos.com - Persebaya Surabaya berhasil mengamankan tiga poin setelah mengalahkan PSIM Yogyakarta dengan skor 1-0 pada pekan kedua BRI Super League 2026/27.

Laga tersebut berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (13/9) malam.

Gol Alex Martins menjadi penentu kemenangan Persebaya.

Baca Juga: Youri Tielemans Ungkap Penyebab Manchester United Tumbang saat Lawan Manchester City

Namun, ada keputusan taktik Bernardo Tavares yang turut berperan dalam keberhasilan Bajul Ijo menjaga keseimbangan permainan sepanjang pertandingan.

Salah satunya adalah perubahan posisi Risto Mitrevski.

Pemain tersebut dimainkan sebagai gelandang bertahan, sementara Walber Motta dipercaya berduet dengan Yuran Fernandes di lini belakang.

Baca Juga: Dua Kali Kalah, Persijap Jepara Akui Masih Bangun Chemistry Jelang Hadapi Persib Bandung

Keputusan tersebut dibuat Bernardo untuk menyesuaikan permainan Persebaya dengan karakter PSIM.

Menurut pelatih asal Portugal itu, memainkan Risto sebagai gelandang bertahan bukan berarti timnya menerapkan pendekatan defensif.

"Musim lalu saya juga sempat menempatkan Risto di posisi itu pada beberapa pertandingan. Kami tahu posisinya, dan fakta bahwa Risto bermain sebagai gelandang bertahan bukan berarti kami bermain defensif," kata Bernardo.

Ia menjelaskan, keberadaan Risto di depan lini pertahanan justru memberikan keseimbangan bagi tim.

Dengan begitu, para bek sayap memiliki ruang lebih besar untuk membantu serangan.

"Ini justru memberikan keseimbangan dan membiarkan bek sayap kita seperti Jefferson untuk lebih aktif naik membantu serangan di sisi depan, serta menempatkan lebih banyak pemain di dekat kotak penalti lawan," ujarnya.

Baca Juga: Bintang Barcelona Lamine Yamal Pede Menangkan Ballon d'Or

Jefferson Silva menjadi salah satu pemain yang mendapat keuntungan dari skema tersebut.

Bek sayap Persebaya itu tidak hanya fokus menjaga pertahanan, tetapi juga aktif membantu membangun serangan dari sisi lapangan.

Pergerakan Jefferson beberapa kali membuka jalur serangan Persebaya.

Baca Juga: Prediksi Moreirense vs Maritimo: Adu Strategi Dua Tim yang Sedang Memburu Kemenangan

Ia bahkan ikut terlibat dalam proses terciptanya gol kemenangan yang dicetak Alex Martins.

Keseimbangan tersebut semakin penting setelah PSIM harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-49.

Situasi itu membuat Persebaya harus menghadapi lawan yang bermain lebih rapat di area pertahanan.

Baca Juga: Ini Janji John Herdman untuk Fans Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Bernardo menyebut kondisi tersebut justru membuat pertandingan tidak otomatis menjadi lebih mudah.

PSIM memilih bertahan lebih dalam dan menutup ruang untuk mengurangi ancaman Persebaya.

"Ketika sebuah tim bermain dengan 10 orang, mereka cenderung menutup ruang rapat-rapat dan bertahan total. Memang sedikit lebih sulit," tutur Bernardo.

Meski demikian, Persebaya tetap mampu menciptakan sejumlah peluang melalui umpan silang maupun tembakan. Hingga pertandingan berakhir, skor 1-0 tetap bertahan.

Baca Juga: Prediksi Skor SC Braga vs Estoril Praia: Rekor Kandang Jadi Modal Tuan Rumah Raih Tiga Poin

Bernardo pun mengapresiasi fokus para pemainnya yang terus berjuang sampai menit akhir untuk memastikan tiga poin tetap berada di kandang.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah