JawaPos.com - Pelatih Persebaya Bernardo Tavares meminta anak asuhnya belajar dari pengalaman musim lalu. Sebab, PSIM pernah membuat Green Force kehilangan poin di kandang sendiri.
Pada pertemuan musim lalu di GBT, Persebaya harus mengakui keunggulan PSIM dengan skor 0-1.
Kekalahan tersebut terasa menyakitkan karena gol penentu kemenangan Laskar Mataram tercipta pada menit-menit akhir pertandingan.
Baca Juga: Deklarasi Damai Suporter Liga 2 Digelar Sebelum Laga Pembuka PSIS vs PSPS di Stadion Jatidiri
Persebaya membidik kemenangan perdana di Super League 2026/2027 saat menjamu PSIM Yogyakarta pada pekan kedua.
Duel kedua tim akan berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu (13/9).
Tavares berharap pengalaman tersebut menjadi pengingat bagi pemain yang masih berada dalam skuad Persebaya musim ini.
Baca Juga: Masuk sebagai Pemain Pengganti, Laurensius Sabda Antar PSIS Menang, Jadi Player of the Match
Dia meminta timnya tampil lebih fokus dan memiliki determinasi sejak pertandingan dimulai.
“Para pemain yang ada sejak musim lalu tentu masih mengingat pertandingan pertama di GBT. Saat itu kami kehilangan tiga poin setelah kebobolan pada menit-menit akhir. Kami tidak boleh melupakan pengalaman tersebut,” ujar Tavares dalam konferensi pers, Sabtu (12/9).
Pelatih asal Portugal itu juga menaruh perhatian terhadap perkembangan PSIM.
Laskar Mataram mengawali kompetisi dengan hasil cukup positif setelah menahan imbang Persita Tangerang 1-1 di kandang lawan.
Menurut Tavares, hasil tersebut menunjukkan PSIM memiliki modal kepercayaan diri sebelum datang ke Surabaya.
Dia juga menilai skuad besutan Jean-Paul Van Gastel tetap berbahaya meski mengalami perubahan komposisi pemain.
Baca Juga: Lagoa dan Saddil Belum Pasti Main! Persebaya Surabaya Fokus Soliditas Tim Hadapi PSIM
“Mereka merupakan tim yang memiliki kualitas bagus. Meski mereka kehilangan beberapa pemain dari musim lalu, mereka juga mendatangkan pemain-pemain baru,” kata Tavares.
Karena itu, Persebaya tidak boleh hanya mengandalkan status sebagai tuan rumah.
Tavares menegaskan kemenangan harus diperjuangkan melalui kerja keras dan determinasi sepanjang pertandingan.
Baca Juga: Pesan Perjuangan dari Tribun Timur Jatidiri di Laga PSIS vs PSPS
“Kami harus bekerja keras dan menunjukkan di lapangan bahwa kami lebih menginginkan tiga poin daripada lawan. PSIM adalah tim yang sulit,” tegas Tavares.
Persebaya sendiri baru mengoleksi satu poin setelah bermain imbang 1-1 melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC pada laga pembuka.
Kini, Green Force ingin menjadikan pertandingan di GBT sebagai momentum meraih kemenangan pertama.
Baca Juga: Prediksi Susunan Pemain Chelsea vs Hull City di Liga Inggris: Xabi Alonso Siap Mainkan Romeo Lavia
Tavares juga berharap Bonek dan Bonita memenuhi stadion serta memberikan dukungan penuh.
Menurut dia, atmosfer dari tribun bisa menjadi energi tambahan bagi pemain untuk menghadapi laga dengan intensitas tinggi.
“Semua orang harus 200 persen fokus. Saya berharap Bonek dan Bonita bisa datang memberikan dukungan serta menghadirkan atmosfer seperti sebelumnya,” tandas Tavares.