← Beranda
Debut di Indonesia, Ondrej Rudzan Soroti Permainan PSIM Usai Ditahan Persita
Andre Rizal HanafiMinggu, 13 September 2026 | 08.00 WIB
Ondrej Rudzan menjalani debut bersama PSIM saat menghadapi Persita. Bek asal Republik Ceko itu menyoroti sejumlah aspek permainan yang perlu dibenahi. (Dok. PSIM)

JawaPos.com — PSIM Yogyakarta belum mampu meraih kemenangan pada laga perdana musim ini saat menghadapi Persita Tangerang di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (5/9).

Pertandingan yang digelar pukul 15.30 WIB tersebut sekaligus menjadi debut Ondrej Rudzan bersama Laskar Mataram.

Bagi Ondrej, pertandingan tersebut menjadi pengalaman baru dalam kariernya. Bek asal Republik Ceko itu untuk pertama kalinya bermain di Indonesia sekaligus menjalani pertandingan di luar benua Eropa.

Atmosfer sepak bola Indonesia menjadi salah satu hal yang langsung menarik perhatiannya. Ondrej memberikan apresiasi kepada suporter PSIM yang hadir dan memberikan dukungan sepanjang pertandingan.

"Pertama-tama, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada para pendukung kami karena mereka telah menciptakan atmosfer yang luar biasa bagi kami, dan kami memohon maaf karena belum bisa meraih kemenangan," ujar Ondrej dilansir situs resmi klub.

Terlepas dari dukungan suporter, Ondrej menilai masih banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi PSIM. Salah satu persoalan yang menjadi sorotannya adalah permainan tim yang belum berjalan sesuai harapan.

Menurutnya, PSIM terlalu mudah kehilangan bola sehingga memberikan kesempatan kepada Persita untuk memanfaatkan kesalahan tersebut.

"Ini adalah kesalahan kami, tetapi kami harus memperbaikinya karena permainan tim kami belum cukup baik. Lawan menunggu kesalahan kami dan kami terlalu mudah kehilangan bola," katanya.

Ondrej juga menilai kombinasi permainan antarpemain perlu ditingkatkan. Selain itu, PSIM harus mampu mengubah ritme pertandingan dengan lebih baik serta memperbaiki permainan ketika melakukan transisi dari bertahan ke menyerang maupun sebaliknya.

"Kami harus tampil lebih baik dalam kombinasi permainan, lebih sering mengubah ritme, serta meningkatkan performa di area penyerangan maupun pertahanan," tegas pemain kelahiran 25 Juli 1998 tersebut.

Tantangan Bermain Sore Hari di Jogja

Di sisi lain, Ondrej turut berbicara mengenai tantangan bermain pada sore hari di Indonesia. Cuaca panas di Jogja dan Bantul menjadi pengalaman berbeda baginya.

Meski begitu, ia enggan menjadikan kondisi tersebut sebagai alasan. Menurut Ondrej, seluruh pemain menghadapi situasi yang sama.

"Mengenai cuaca, memang tidak mudah, tetapi kondisinya sama bagi semua pemain," tuturnya.

Ia merasa gaya bermainnya yang mengandalkan banyak pergerakan justru membantu proses adaptasi. Ondrej berharap pertandingan berikutnya yang dimainkan pada malam hari dapat membuat kondisi fisik pemain lebih nyaman.

"Jadwal berikutnya kami akan berlaga pukul 19.00, sehingga cuacanya akan terasa jauh lebih nyaman bagi tim maupun bagi saya pribadi," pungkasnya.

EDITOR: Hendra