JawaPos.com - Persebaya Surabaya belum memastikan Matheus Lagoa dan Saddil Ramdani tampil saat menjamu PSIM Yogyakarta pada home game perdana Super League 2026/2027 di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (13/9).
Bernardo Tavares memilih mengutamakan soliditas tim setelah Green Force hanya bermain imbang 1-1 melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC pada laga pembuka.
Mengapa Lagoa dan Saddil Belum Pasti Tampil?
Matheus Lagoa dan Saddil Ramdani belum mendapat jaminan masuk skuad utama Persebaya Surabaya karena waktu latihan keduanya lebih sedikit dibandingkan pemain lain.
Bernardo Tavares masih memantau proses adaptasi dua pemain baru tersebut sebelum mengambil keputusan untuk pertandingan melawan PSIM Yogyakarta.
“Menurut saya, dua pemain baru (Matheus Lagoa dan Saddil Ramdani) kita memiliki waktu latihan yang lebih sedikit dibandingkan dengan rekan-rekan setim lainnya,” ujar Bernardo Tavares, Sabtu (12/9).
Kondisi tersebut membuat keputusan mengenai keterlibatan Lagoa dan Saddil baru akan ditentukan setelah tim menjalani sesi latihan terakhir.
Bernardo menyebut kedua pemain terus berusaha beradaptasi dengan cepat, sementara pemain lain ikut membantu agar proses tersebut berjalan lebih lancar.
“Mereka sedang berusaha melakukan adaptasi dengan cepat, dan rekan-rekan setim yang lain juga berperan penting membantu proses adaptasi itu agar bisa berjalan dengan cepat,” kata Bernardo.
Matheus Lagoa Punya Rekam Jejak 80 Laga Bersama Anápolis
Matheus Lagoa datang ke Persebaya Surabaya dengan pengalaman panjang di sepak bola Brasil, terutama bersama Anápolis.
Berdasar data Transfermarkt yang diberikan, pemain berusia 30 tahun itu mencatat 80 pertandingan bersama Anápolis dengan torehan 19 gol dan satu kartu merah.
Catatan Lagoa bersama Anápolis juga menunjukkan peran yang cukup besar karena dia menghabiskan 5.278 menit di lapangan.
Sebelum memperkuat Anápolis, dia tercatat pernah membela Novo Hamburgo dalam 32 pertandingan dengan tiga gol serta Sao Luiz dalam 16 pertandingan dan mencetak dua gol.
Lagoa juga sempat memperkuat Veranópolis, Camboriú, Campinense-PB, Avenida, dan Azuriz.
Dari seluruh klub tersebut, catatan paling produktifnya datang bersama Anápolis, sekaligus menjadi salah satu modal yang dibawa ketika bergabung dengan Persebaya Surabaya.
Meski memiliki pengalaman dan catatan pertandingan yang cukup panjang, Bernardo tetap tidak ingin terburu-buru memainkan Lagoa.
Pelatih asal Portugal tersebut lebih memilih melihat kesiapan aktual pemain sebelum menentukan apakah sang winger sudah cukup siap membantu tim menghadapi PSIM Yogyakarta.
Saddil Ramdani Sudah Jalani Tiga Sesi Latihan
Sementara itu, Saddil Ramdani memiliki fleksibilitas posisi yang bisa memberi opsi tambahan bagi Persebaya Surabaya.
Bernardo menjelaskan, Saddil dapat bermain sebagai winger di sisi kiri maupun kanan, bahkan bisa ditempatkan di belakang penyerang.
“Saddil adalah seorang pemain sayap (winger). Saya sudah mengenalnya sejak di Sabah karena saya pernah menghadapi timnya saat di PSM Makassar,” jelas Bernardo Tavares.
“Dia bisa bermain di kedua sisi sayap, baik kiri maupun kanan, serta bisa diplot di belakang penyerang,” lanjut dia.
Saddil tercatat memiliki pengalaman 89 pertandingan bersama Sabah dengan 22 gol dan 7.228 menit bermain berdasarkan data Transfermarkt.
Dia juga pernah membela Persib dalam 32 pertandingan dengan empat gol, Persela dalam 30 laga dengan empat gol, FA Pahang dalam 22 pertandingan dengan dua gol, serta Bhayangkara dalam tiga laga.
Namun, minimnya menit bermain menjadi salah satu alasan Saddil belum langsung dipastikan tampil.
Bernardo menyebut pemain tersebut tidak mendapatkan banyak kesempatan bermain bersama Persib pada musim lalu maupun ketika menjalani pramusim.
“Musim lalu Saddil tidak mendapatkan banyak menit bermain di Persib, begitu juga pada masa pramusim. Itulah alasan mengapa mereka membiarkannya hengkang,” tutur Bernardo.
Bernardo Tavares Tak Mau Persebaya Bergantung pada Pemain Baru
Saddil kini sudah mengikuti tiga sesi latihan bersama Persebaya Surabaya.
Bernardo masih akan melihat perkembangannya dalam latihan hari ini dan besok sebelum menentukan apakah pemain tersebut masuk dalam rencana menghadapi PSIM Yogyakarta.
“Saat ini dia sudah bergabung dan menjalani tiga sesi latihan bersama kami. Kami akan melihat perkembangannya hari ini dan besok untuk menentukan apakah dia bisa masuk dalam rencana tim,” ujar Bernardo.
Pelatih Persebaya Surabaya itu juga menegaskan fokus utama tidak boleh bergeser hanya karena kedatangan dua pemain baru.
Hasil imbang 1-1 kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC menjadi pengingat bagi Green Force untuk memperbaiki permainan secara kolektif ketika tampil di depan Bonek dan Bonita.
“Saya pikir, yang terpenting adalah kita tidak hanya fokus pada pemain baru saja, tetapi pada tim secara keseluruhan, karena ini adalah permainan tim,” tegas Bernardo.
Pernyataan tersebut menunjukkan keputusan memainkan Lagoa atau Saddil bukan sekadar soal kualitas individu, melainkan kesiapan mereka menyatu dengan kebutuhan tim.
Persebaya Surabaya kini memiliki waktu terakhir untuk menentukan komposisi terbaik sebelum menghadapi PSIM Yogyakarta di Stadion Gelora Bung Tomo pada Minggu (13/9).
Bagi Green Force, tiga poin di kandang menjadi target penting setelah hanya membawa pulang satu poin dari pertandingan pembuka.
Karena itu, soliditas tim tetap menjadi prioritas Bernardo Tavares, sementara peluang debut Lagoa dan kembalinya Saddil akan ditentukan berdasarkan perkembangan keduanya dalam latihan terakhir.