← Beranda
Persebaya Kembali Berlatih, Kondisi Pemain Dipantau Ketat Jelang Hadapi PSIM Yogyakarta
Andre Rizal Hanafi• Kamis, 10 September 2026 | 14.28 WIB
Persebaya Surabaya diprediksi menang tipis atas Bhayangkara FC pada pekan pertama Super League 2026/2027 di Bandar Lampung. (Persebaya)

 

JawaPos.com - Persebaya Surabaya kembali menjalani latihan setelah mendapatkan waktu istirahat selama tiga hari.

Skuad Green Force berkumpul di Lapangan C Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Rabu (9/9), untuk mulai mempersiapkan diri menghadapi pekan kedua Super League 2026/27.

Waktu istirahat diberikan setelah Persebaya menjalani pertandingan tandang melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC, Sabtu (5/9). Laga yang berlangsung di Stadion PKOR Sumpah Pemuda tersebut berakhir dengan skor 1-1.

Perjalanan pulang dari Lampung juga cukup menguras tenaga. Rencana penerbangan Persebaya harus berubah akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap sejumlah penerbangan.

Baca Juga: Ayo Hijaukan GBT! Bernardo Tavares Minta Bonek-Bonita Bantu Persebaya Tumbangkan PSIM

Rombongan kemudian menempuh perjalanan panjang melalui jalur darat. Tim bergerak dari Lampung menuju Pelabuhan Bakauheni, menyeberang ke Merak, melanjutkan perjalanan ke Jakarta, sebelum akhirnya menuju Surabaya menggunakan bus.

Setibanya di Surabaya, pemain diberikan waktu untuk beristirahat dan memulihkan kondisi. Setelah kembali ke lapangan, tim pelatih langsung melakukan pemantauan kondisi fisik pemain.

Sebelum berlatih, para pemain menjalani pemeriksaan body composition dan Countermovement Jump (CMJ).

Baca Juga: Saddil Ramdani Berpeluang Debut Lawan PSIM, Gabung Persebaya dengan Status Pinjaman

Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi fisik dan respons neuromuskular pemain setelah pertandingan serta perjalanan panjang.

Pelatih fisik Persebaya, Diogo Carvalho, menyebut kondisi pemain secara umum cukup baik. Namun, respons setiap pemain terhadap kelelahan tidak selalu sama sehingga pemantauan dilakukan secara individual.

"Secara keseluruhan, kondisi fisik pemain cukup baik. Hasil tes CMJ memberi kami gambaran mengenai kondisi neuromuskular pemain, termasuk bagaimana tubuh mereka merespons pertandingan dan perjalanan panjang dari Lampung," ujar Diogo.

Hasil tes kemudian dibandingkan dengan kondisi acuan atau baseline masing-masing pemain. Dari sana, tim pelatih bisa melihat kemungkinan adanya penurunan performa yang menjadi tanda kelelahan.

Meski demikian, hasil CMJ bukan satu-satunya pertimbangan. Tim pelatih juga melihat kondisi kesehatan, tingkat kelelahan, beban latihan, jumlah menit bermain, data GPS, serta pengamatan langsung.

Baca Juga: Kesampingkan Target Pribadi! Saddil Ramdani Fokus Bantu Persebaya Surabaya Raih Gelar Juara

Program latihan pun disusun dengan mempertimbangkan kebutuhan setiap pemain. Mereka yang memiliki menit bermain tinggi tentu membutuhkan pendekatan pemulihan yang berbeda dibandingkan pemain yang lebih sedikit tampil.

Persebaya kini mengalihkan fokus ke pertandingan berikutnya. Bajol Ijo akan menjamu PSIM Yogyakarta di Stadion GBT, Minggu (13/9).

Laga tersebut menjadi kesempatan bagi Persebaya untuk meraih kemenangan perdana di kandang setelah membuka kompetisi dengan hasil imbang di markas Bhayangkara Presisi Lampung FC.

Dengan waktu persiapan yang terbatas, tim pelatih berharap seluruh pemain bisa tampil dalam kondisi bugar dan siap menghadapi pertandingan dengan intensitas tinggi.

EDITOR: Banu Adikara