JawaPos.com - Tim utama PSIM mengikuti sesi sosialisasi Laws of the Game (LOTG) terbaru untuk menyambut kompetisi super league musim 2026/27. Laskar Mataram mempersiapkan tim tidak hanya dari sisi teknis dan taktik, tetapi juga pemahaman terhadap regulasi pertandingan.
Kegiatan berlangsung di Wisma PSIM Jogja, Kamis (20/8), mulai pukul 12.30 WIB. Sosialisasi menghadirkan penilai wasit Fariq Hitaba yang memberikan pembekalan mengenai sejumlah perubahan aturan yang akan diterapkan dalam kompetisi.
Menurut Fariq, pemahaman regulasi menjadi bagian penting bagi pemain sebelum memasuki pertandingan resmi.
Baca Juga: Christophe Nduwarugira Antusias Debut Bersama PSS Sleman, Adaptasi Tak Jadi Masalah
Pemain yang tidak mengetahui perubahan aturan berpotensi mengalami kebingungan ketika menghadapi situasi tertentu di lapangan.
“Kalau kita tidak memberikan edukasi dan sosialisasi, mereka akan kaget dan bingung dalam kompetisi mendatang,” ujar Fariq.
Dia menilai edukasi mengenai regulasi tidak hanya menjadi tanggung jawab perangkat pertandingan. Sebab, pemain juga perlu memahami aturan agar dapat menjalankan permainan sesuai taktik tanpa melakukan tindakan yang justru merugikan tim.
Baca Juga: Festival Sepak Bola Rakyat Jadi Ruang Pembinaan Talenta Muda di Lima Kota
Salah satu materi yang dibahas adalah batas kontak fisik serta kategori pelanggaran yang dapat berujung pada hukuman kartu.
Pemain diharapkan mampu membedakan tindakan yang masih diperbolehkan dengan pelanggaran dalam pertandingan.
“Pemain harus memahami kategori tindakan yang diperbolehkan dan yang termasuk pelanggaran,” kata Fariq.
Hal lain yang menjadi perhatian adalah aturan mengenai penanganan pemain cedera.
Dalam regulasi terbaru, terdapat situasi ketika pemain yang dianggap berpura-pura cedera dan membuat wasit menghentikan pertandingan harus meninggalkan lapangan selama satu menit.
Fariq menyebut aturan tersebut penting dipahami karena dapat berpengaruh terhadap strategi tim.
Baca Juga: Sleman Muda FC Menang Besar 7-0 atas Pakem FC, PSS U-15 Lolos ke Babak Enam Besar Piala Soeratin
Jika seorang pemain harus keluar lapangan, tim tentu perlu menyesuaikan komposisi permainan untuk sementara waktu.
“Jika tidak diedukasi sejak awal, hal ini jelas merugikan taktik tim,” tegas Fariq.
Selain aturan cedera, sesi tersebut juga membahas sejumlah prosedur yang berkaitan langsung dengan pemain, seperti pergantian pemain, lemparan ke dalam, dan tendangan gawang.
Baca Juga: The Jakmania dan Manajemen Persija Duduk Bersama, Bahas Persiapan Jelang Super League
Sosialisasi regulasi ini menjadi salah satu bekal PSIM Jogja sebelum menghadapi musim 2026/27.
Dengan pemahaman yang lebih baik, para pemain diharapkan mampu menjalankan pertandingan dengan disiplin sekaligus menghindari kesalahan yang sebenarnya bisa dicegah.