JawaPos.com - PSIM Yogyakarta terus mematangkan komposisi skuad menjelang bergulirnya kompetisi Super League 2026/27.
Terbaru, tim berjuluk Laskar Mataram resmi mendatangkan penyerang asal Paraguay, Mauro Caballero, untuk menambah daya gedor di lini depan.
Kehadiran Caballero menjadi bagian dari upaya manajemen meningkatkan produktivitas gol setelah musim lalu PSIM dinilai masih belum memiliki sosok penyerang yang benar-benar konsisten mencetak gol.
Baca Juga: Jaya Hartono Beberkan Peran Daniel Alemao dan Traore, Persiraja Optimistis Tatap Liga 2
Dengan pengalaman bermain di sejumlah kompetisi luar negeri, striker berusia 31 tahun itu diharapkan mampu membawa perubahan bagi sektor serang tim.
Manajer PSIM Yogyakarta Iksan Mahar menilai, rekam jejak Mauro Caballero menjadi alasan utama klub menjatuhkan pilihan kepada pemain kelahiran 8 Oktober 1994 tersebut.
Pengalaman bermain di Portugal hingga Iran diyakini menjadi bekal penting untuk menghadapi ketatnya persaingan di kompetisi kasta tertinggi Indonesia.
Baca Juga: Gagalkan Dua Penalti Persib, Reza Arya Sebut Gelar Juara Piala Presiden Awal Perjuangan Persebaya
"Mauro Caballero menjadi bomber baru yang diharapkan mampu menjadi solusi dari minimnya pencetak gol tajam di dalam tim pada musim lalu. Pengalaman panjangnya dari Portugal hingga Iran menumbuhkan harapan kami agar dia bisa menjadi predator berbahaya di kotak penalti lawan-lawan di kasta Super League," ujar Iksan Mahar.
Masuknya Caballero membuat persaingan di posisi penyerang tengah PSIM semakin menarik. Dia akan bersaing dengan dua striker asing lainnya, Adrian Dalmau dan Nermin Haljeta, untuk memperebutkan satu tempat di lini depan skuad asuhan Jean Paul Van Gastel.
Manajemen justru melihat persaingan tersebut sebagai keuntungan bagi tim. Dengan tiga penyerang berkualitas, setiap pemain dituntut terus menunjukkan performa terbaik agar mendapat kepercayaan tampil sebagai starter.
"Kami berharap Caballero bisa menyajikan persaingan sehat dengan Adrian Dalmau dan Nermin Haljeta untuk mengunci posisi penyerang tengah utama dalam skuad coach Jean Paul Van Gastel. Selain bersaing sehat, ketiganya diharapkan saling termotivasi untuk meningkatkan level permainan individu," kata Iksan.
Meski menjadi pemain yang paling akhir bergabung dibandingkan Dalmau dan Haljeta, Caballero tetap memiliki peluang yang sama untuk merebut tempat utama. Tim pelatih akan menentukan pilihan berdasarkan performa dan konsistensi setiap pemain selama menjalani latihan.
"Dengan kualitas tiga penyerang, belum ada yang mendapat jaminan sebagai pilihan utama. Meskipun paling terakhir bergabung dibandingkan Haljeta dan Dalmau, Caballero memiliki waktu yang cukup untuk segera beradaptasi dan membuktikan kualitasnya sebagai pencetak gol ulung," ucap Iksan.
Baca Juga: Sergio Castel Gabung Persik Kediri, Marcos Reina Yakin Duet dengan Jose Enrique Bakal Menggila
Kini, publik PSIM menantikan bagaimana adaptasi Mauro Caballero bersama Laskar Mataram. Jika mampu cepat menyatu dengan permainan tim, bukan tidak mungkin striker asal Paraguay tersebut akan menjadi salah satu tumpuan utama PSIM dalam menghadapi ketatnya persaingan Super League 2026/27.