JawaPos.com - Pemandangan menarik tersaji dalam pertandingan Timnas Indonesia melawan Kamboja di laga pertama Grup A Piala AFF 2026. John Herdman sebagai pelatih sempat menghilang dari bangku cadangan dan memilih menyaksikan permainan anak asuhnya dari tribun paling atas stadion.
Momen itu terjadi pada 30 menit awal pertandingan Timnas Indonesia melawan Kamboja di Stadion Pakansari, Senin (27/7). John Herdman tidak berada di pinggir lapangan, melainkan justru anak buahnya, Steven Vitoria, yang memberikan arahan kepada Rizky Ridho cs dari pinggir lapangan.
Menghilangnya John Herdman dari bangku cadangan Timnas Indonesia ternyata bukan tanpa alasan. Pelatih asal Inggris itu sengaja tidak berada di pinggir lapangan pada fase awal pertandingan. Dia memilih untuk berada di tribun paling atas atau untuk melihat permainan anak asuhnya sekaligus mencari titik lemah Kamboja.
Tiru Metode Luis Enrique
Meski tidak berada di pinggir lapangan, Herdman tetap melakukan komunikasi dengan Vitoria dengan menggunakan alat komuhnikasi jarak jauh. Metode yang digunakan Herdman ini sama persis seperti apa yang dilakukan pelatih Paris Saint-Germain (PSG), Luis Enrique.
Luis Enrique melakukan cara seperti itu ketika PSG menghadapi Lens pada September 2025 silam. Saat itu, juru taktik asal Spanyol tersebut menonton permainan anak asuhnya dari atas tribun dan juga melakukan komunikasi dengan asistennya.
Luis Enrique, saat itu, beralasan metode ini diterapkan demi mendapatkan pandangan lebih luas terhadap permainan anak asuhnya. Namun, metode itu hanya diterapkan olehnya dalam satu babak. Setelah itu, itu turun ke bangku cadangan dan memimpin langsung anak asuhnya.
Membuahkan Hasil Manis
Gaya Herdman yang meniru metode Luis Enrique pun ternyata membuahkan hasil manis. Timnas Indonesia berhasil mencetak tiga gol selama ia memantau pertandingan dari tribun atas atau ruang analisis. Saat itu, tiga gol Timnas Indonesia dicetak lewat brace Mitchell Baker (6’, 15’) dan Sandy Walsh (24’).
Setelah pertandingan memasuki sekitar menit ke-30, Herdman turun ke bangku cadangan dan memberikan instruksi langsung kepada anak asuhnya. Timnas Indonesia pun pada akhirnya menutup laga tersebut dengan kemenangan telak 5-1 atas Kamboja.
Timnas Indonesia sukses memulai kampanye mereka di Piala AFF 2026 dengan manis. Tentu, hasil ini tak luput dari tangan dingin Herdman yang menganalisis pertandingan dengan baik hingga mampu menemukan titik lemah Kamboja.
Alasan John Herdman
Herdman mengungkap alasan dirinya memantau anak asuhnya dari tribun atas. Terdapat dua alasan utama ia tidak hadir di bangku cadangan pada fase awal pertandingan. Yang pertama, Juru taktik asal Inggris itu ingin melihat jiwa kepemimpinan para pemain ketika tidak ada pelatih.
"Yang pertama adalah memberdayakan para pemain. Kami telah melakukan banyak pekerjaan bagus di balik layar dengan kelompok kepemimpinan," ungkap Herdman dalam sesi konferensi pers usai laga, dikutip Selasa (28/7).
"Saya pikir kami memiliki pemimpin yang fenomenal dalam kelompok ini, enam orang yang memimpin tim. Dan mereka tidak membutuhkan pelatih mereka di sana. Seperti yang Anda lihat, tiga gol tanpa pelatih di pinggir lapangan. Ini tentang memberikan contoh bahwa ini adalah tim yang penuh dengan pemimpin. Anda tahu, terkadang mereka akan membutuhkan pelatih, dan malam ini bukan salah satunya," tambah dia.
Baca Juga: Bukan Sekadar Hiasan, Patung Singa Taman Dempo Simpan Jejak Singhasari dan Semangat Arema
Kemudian yang kedua, Herdman ingin melihat secara keseluruhan bagaimana permainan Timnas Indonesia. Metode ini sengaja dia lakukan untuk mengasah mental para pemain ketika bermain di bawah tekanan tanpa kehadiran pelatih.
"Dan bagi saya, penting untuk melihat permainan secara taktis pada level yang berbeda untuk melihat bagaimana tiga minggu terakhir berjalan di bawah tekanan, di bawah sorotan lampu besar, di depan penonton, melawan lawan yang sulit," tutur Herdman.
"Jadi bagi saya itu adalah malam yang baik. Saya bisa melakukan sedikit dari segalanya. Itu menyenangkan," ucap dia.
Baca Juga: PSIM Sambut League Cup, Siap Jalani Jadwal Padat dan Bidik Prestasi di Dua Kompetisi