← Beranda
Prediksi Dewa United vs Bali United, Duel Meneer Belanda di Serang
Edi YuliantoJumat, 22 Mei 2026 | 22.26 WIB
Jan Olde Riekerink dan Johnny Jansen bakal adu siasat saat Dewa United menjamu Bali United di Banten International Stadium, Jumat (22/5) malam. (Dok. dewa united/bali united)

 

JawaPos.com - Pelatih Dewa United Banten FC, Jan Olde Riekerink, memberikan evaluasi mendalam mengenai performa anak asuhnya sepanjang mengarungi kompetisi Super League musim 2025/2026.

Juru taktik asal Belanda tersebut mengakui masalah komposisi skuad di awal musim menjadi batu sandungan terbesar yang membuat timnya harus kehilangan banyak poin krusial.

Meski demikian, Riekerink mengapresiasi kebangkitan luar biasa yang ditunjukkan Egy Maulana Vikri dkk di paruh kedua kompetisi, terutama setelah manajemen melakukan perbaikan di jendela transfer paruh musim.

Baca Juga: Dewa United Bangkit di Paruh Musim, Jan Olde Riekerink Soroti Kesalahan di Awal Kompetisi

"Saya rasa di awal musim, masalah utama kami adalah komposisi skuad. Saya sudah sering sekali menyebutkan hal ini, jadi rasanya tidak perlu saya ulangi lagi," ujar Jan Olde Riekerink.

"Namun, setelah jeda kompetisi dan bursa transfer paruh musim, kompetisi internal di dalam skuad kami menjadi sangat bagus. Jika Anda melihat tabel klasemen khusus untuk 20 pertandingan terakhir—setidaknya sebelum laga melawan Persis Solo kemarin—kami berada di peringkat kedua," tambahnya.

Riekerink menganalogikan perjalanan Banten Warriors musim ini seperti siklus kehidupan, di mana kegagalan di garis start akan sangat memengaruhi hasil akhir perjuangan.

dBaca Juga: Link Live Streaming Dewa United vs Bali United: Duel Penutup Super League 2025/2026

"Kesalahan kami adalah tidak meraup banyak poin di awal musim. Meski begitu, tim ini mampu bangkit dengan sangat baik dan menunjukkan ambisi yang besar. Pada akhirnya, ini sama seperti banyak hal dalam hidup: ketika sesuatu berjalan salah, sering kali kesalahannya dimulai dari awal. Saya rasa itu adalah rangkuman terbaik untuk musim kami kali ini," jelas eks pelatih Galatasaray tersebut.

Sementara Bali United datang dengan satu tekad besar, yaitu menutup musim dengan kemenangan.

Pada pekan ke-34 ini, tim berjuluk Serdadu Tridatu itu menjalani laga tandang menghadapi Dewa United Banten FC di Banten International Stadium, Serang, Jumat (22/5) malam.

Meski laga ini tidak lagi menentukan perebutan gelar juara maupun ancaman degradasi, pertandingan dipastikan tetap sengit karena kedua tim sama-sama ingin menutup musim dengan hasil terbaik.

Bali United saat ini berada di posisi kedelapan klasemen sementara dengan perolehan 48 poin. Sedangkan tuan rumah berada dua tingkat di atas dengan raihan 53 poin.

Bagi pelatih Bali United, Johnny Jansen, laga terakhir musim ini bukan sekadar formalitas. Pelatih asal Belanda itu justru melihat duel melawan Dewa United sebagai laga menarik antara dua tim yang sama-sama menyukai sepak bola menyerang.

“Persiapan kami sangat bagus. Ini akan menjadi pertandingan yang bagus, dua tim bagus yang ingin bermain sepak bola. Jadi, kami senang bisa menutup pertandingan terakhir ini melawan Dewa United,” ujar pelatih asal Belanda itu.

Baca Juga: Prediksi Dewa United vs Bali United: Laga Sengit Penentuan Gengsi di Pekan Terakhir BRI Super League

Sementara pemain Bali United, Joao Ferrari, juga memastikan seluruh pemain tetap menjaga fokus penuh meski kompetisi sudah berada di ujung akhir musim. Menurutnya, tim selalu bermain dengan target yang sama dalam setiap pertandingan.

“Seperti yang Coach katakan, persiapan sangat baik. Pertandingan terakhir, saya ingin menyelesaikannya dengan baik, jadi kami siap dan berharap bisa membawa pulang tiga poin dan menutup musim ini dengan kemenangan di sini melawan Dewa United,” pungkasnya.

EDITOR: Edi Yulianto