JawaPos.com - Perdebatan soal ego para bintang Real Madrid kembali muncul setelah musim yang dianggap kurang memuaskan dibanding ekspektasi besar publik Santiago Bernabeu. Kedatangan Kylian Mbappe juga membuat sorotan terhadap ruang ganti Los Blancos semakin tajam.
Namun di tengah berbagai kritik yang berkembang, Carlo Ancelotti sebenarnya sudah pernah memberikan pembelaan kuat terhadap para pemain utama Madrid, khususnya Vinicius Junior dan Jude Bellingham.
Keduanya memang menjadi bagian penting dalam kesuksesan Real Madrid beberapa musim terakhir. Bellingham tampil luar biasa saat membantu Madrid menjuarai Liga Champions musim 2023/24.
Baca Juga: Pertahanan Solid Jadi Kunci Arsenal Bisa Kalahkan PSG di Final Liga Champions
Sementara Vinicius Junior dan Fede Valverde juga punya kontribusi besar ketika Los Blancos mengangkat trofi pada musim 2021/22. Meski begitu, belakangan muncul narasi yang menuding para pemain tersebut memiliki ego besar dan menjadi penyebab menurunnya harmoni tim.
Ancelotti Tegaskan Tidak Ada Ego di Ruang Ganti
Setelah Real Madrid menjuarai La Liga dan Liga Champions pada musim 2023/24, Ancelotti sempat berbicara soal suasana di ruang ganti timnya. Melansir akun X The Madrid Zone, pelatih asal Italia itu justru menilai kekuatan terbesar Madrid saat itu adalah kebersamaan antarpemain, termasuk para bintang mudanya.
”Vinicius, tidak egois. Bellingham, tidak egois. Rodrygo, tidak egois. Dan para pemain senior juga seperti itu. Toni Kroos, Dani Carvajal, Nacho, Luka Modric. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan, tetapi saat ini tidak ada rasa iri di antara para pemain muda. Kerendahan hati itu penting. Anda harus memilikinya,” tutur Carlo Ancelotti.
Baca Juga: Statistik Persib Musim Ini yang Bikin Melongo, Sudah 6 Kali Bikin Gol Saat Injury Time!
Pernyataan tersebut memperlihatkan betapa tingginya penilaian Ancelotti terhadap karakter skuad Madrid saat itu.
Vinicius dan Bellingham Dinilai Tetap Rendah Hati
Dalam beberapa bulan terakhir, Vinicius dan Bellingham memang sering dibandingkan dengan Mbappe dalam berbagai perdebatan media. Namun banyak pihak merasa kritik terhadap keduanya mulai berlebihan dan tidak mencerminkan situasi sebenarnya di lapangan.
Musim ini, Vinicius dan Bellingham justru dinilai tetap menunjukkan sikap profesional meski tim menghadapi tekanan besar. Keduanya beberapa kali terlihat meminta maaf kepada suporter setelah hasil buruk dan tidak pernah secara terbuka menyerang fans sendiri.
Sikap itu dianggap berbeda dengan beberapa momen kontroversial yang melibatkan Mbappe, terutama ketika bintang Prancis tersebut dinilai kurang menunjukkan empati terhadap pendukung Madrid saat tim mengalami kesulitan.
Ancelotti Sudah Lama Kenal Karakter Pemainnya
Sebagai pelatih yang sukses besar bersama Real Madrid, Ancelotti dikenal punya hubungan dekat dengan para pemainnya. Karena itu, komentarnya soal karakter Vinicius dan Bellingham dianggap cukup menggambarkan situasi internal tim.
Ancelotti memang beberapa kali menekankan bahwa kerendahan hati menjadi salah satu fondasi utama keberhasilan Madrid dalam meraih trofi. Hal itulah yang menurutnya membuat skuad Los Blancos mampu bertahan dalam tekanan besar di kompetisi tertinggi Eropa.
Baca Juga: Kalah di Kandang, Suporter PSM Makassar Ngamuk Masuk Lapangan hingga Serang Pemain Persib Bandung
Kini, meski situasi tim berubah dan berbagai rumor terus berkembang, banyak fans Madrid masih memegang pernyataan Ancelotti sebagai bukti bahwa Vinicius dan Bellingham bukan sosok egois seperti yang sering digambarkan sebagian media.