JawaPos.com - Borneo FC Samarinda memasuki dua laga terakhir dengan satu misi besar, menjaga mimpi meraih gelar juara Super League 2025/2026 tetap hidup. Persaingan dengan Persib Bandung semakin menegangkan karena kedua tim sama-sama mengoleksi 75 poin hingga pekan ke-32.
Meski kalah head-to-head dari Persib, tim berjuluk Pesut Etam belum kehilangan harapan dan masih memiliki peluang merebut posisi puncak asalkan mampu menyapu bersih dua pertandingan tersisa sambil berharap rivalnya terpeleset.
Situasi itu membuat laga pekan ke-33 melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bumi Kartini, Minggu (17/5) malam menjadi laga yang sangat menentukan. Tidak ada ruang untuk kehilangan poin jika Borneo FC ingin terus berada dalam jalur perebutan trofi.
Baca Juga: Prediksi Persijap vs Borneo FC: Duel Sengit Penentu Asa Juara Super League!
Seperti diketahui perjalanan Borneo FC musim ini tidak lahir secara instan. Tim menunjukkan konsistensi luar biasa sejak awal kompetisi hingga mampu bertahan dalam persaingan papan atas selama berbulan-bulan.
Pelatih Fabio Lefundes mengakui pencapaian tersebut menjadi sesuatu yang sangat membanggakan bagi seluruh elemen tim.
“Selama 32 pertandingan kita tetap selalu saing antara posisi ketiga dan satu. Itu sesuatu yang bagus dan luar biasa kalau kita lihat bagaimana kita konsisten dalam kompetisi ini,” kata pelatih asal Brasil itu.
Baca Juga: Hadapi Mantan Klub, Ambrizal Umanailo Ingin Bawa Persijap Jepara Tundukkan Borneo FC
Dia menilai mental bertanding anak asuhnya semakin matang mampu melewati tekanan demi tekanan, termasuk saat bangkit dan mengalahkan Bali United pada pertandingan sebelumnya.
Tim juga tampil paling produktif musim ini dengan torehan 67 gol. Ketajaman lini serang menjadi salah satu alasan mengapa Pesut Etam mampu terus menjaga persaingan hingga akhir musim.
“Kalau pemain semua dalam kondisi yang bagus. Sesudah pertandingan lawan Bali United kita pilih langsung berangkat ke Yogyakarta supaya logistik kita semua lebih mudah,” ujar Fabio Lefundes.
“Pemain kita maupun staf sangat siap buat bisa hadapi Persijap Jepara,” imbuhnya.
Kini, Borneo FC sadar perjuangan mereka tidak hanya bergantung pada hasil sendiri. Selain wajib menang, Pesut Etam juga berharap Persib Bandung kehilangan poin dalam dua laga terakhir.
“Sekarang kita ada dua pertandingan lagi di mana kita akan coba dapat poin penuh selama dua pertandingan terakhir ini,” pungkas mantan pelatih Madura United dan Persita Tangerang tersebut.
Baca Juga: Buru Gelar Juara, Borneo FC Siap Berjuang sampai Akhir!
Sementara Persijap Jepara tak gentar menghadapi Borneo FC. Laskar Kalinyamat siap memberikan tekanan di pertandingan tersebut.
Dan, meski saat ini Persijap sudah dipastikan aman dari ancaman degradasi, namun pelatih Persijap, Mario Lemos, tetap ingin anak asuhnya mempersembahkan permainan terbaik dan memenangi laga home terakhir musim ini.
Namun, tentunya itu adalah tidak mudah mengingat Borneo FC sedang berjuang ekstra keras untuk menggapai mahkota juara di kasta tertinggi musim ini.
“Setelah laga lawan Persita yang berhasil kita menangi, pemain diberi kesempatan istirahat sebelum kembali bersiap. Kita masuk ke pekan ke-33 pada kompetisi yang panjang. Persiapan kita lancar dan pemain sudah siap,” kata pelatih Persijap Jepara, Mario Lemos.
Baca Juga: Borneo FC Datang dengan Tekanan Besar! Fabio Lefundes Fokus Rebut 3 Poin di Jepara
“Dan, setelah kita dipastikan tak terdegradasi, ini yang membuat anak-anak akan main dengan enjoy. Tapi, kita tetap bertanggungjawab di laga besok. Apalagi, kita main di kandang sendiri dan kita akan berjuang untuk hasil positif di laga nanti,” ucap Lemos.
Kebetulan, di dua laga terakhirnya musim ini, Persijap akan menghadapi dua tim yang sedang berjuang untuk gelar juara yakni Borneo FC dan Persib.
“Pertama kita lawan Borneo FC, setelah itu lawan Persib. Kita tahu kedua tim sedang berburu gelar juara. Namun kita juga sudah dapat penuhi target tak terdegradasi. Tampil di kandang membuat kita lebih semangat untuk berjuang memenangkan laga. Kita akan tetap fight,” dia menegaskan.
Menurutnya, Super League musim ini disebutnya juga punya cerita luar biasa. “Di sepak bola ada naik dan turun. Kita di putaran pertama dapat tujuh kekalahan beruntun. Tapi, di putaran kedua kita bisa mencatat delapan laga tak terkalahkan. Itulah hal-hal yang hanya terjadi di sepak bola,” pungkasnya.