JawaPos.com — Persebaya Surabaya membawa pulang tiga poin penting dari markas Malut United pada pekan ke-29 Super League 2025/26. Bermain di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Kamis (23/4/2026) malam, Green Force menang 2-0 lewat gol Milos Raickovic dan Francisco Rivera.
Kemenangan ini terasa spesial karena hadir di tengah tekanan yang sebelumnya membayangi skuad Persebaya Surabaya. Terutama bagi Milos, laga ini menjadi panggung pembuktian setelah sempat diragukan.
Gol pembuka lahir pada menit ke-73 melalui sepakan keras Milos dari luar kotak penalti usai menerima umpan Bruno Paraiba. Tembakan itu tak mampu dibendung kiper lawan dan menjadi titik balik permainan.
Baca Juga: Bikin Gol Debut, Milos Raickovic Bocorkan Target Persebaya Surabaya di Sisa Musim Super League
Di masa injury time, Francisco Rivera memastikan kemenangan lewat sundulan akurat. Ia memaksimalkan umpan matang dari Riyan Ardiansyah yang masuk sebagai pemain pengganti.
Namun, cerita utama bukan hanya soal dua gol tersebut. Ada kisah kebangkitan mental Milos yang menjadi sorotan sepanjang pertandingan.
Penampilannya tak hanya solid, tetapi juga penuh determinasi di lini tengah. Ia mencatatkan tiga tekel, satu sapuan, serta satu tembakan yang langsung berbuah gol.
Baca Juga: Cuma Selisih 2 Poin! Update Klasemen Persebaya Surabaya: Dekati 4 Besar Usai Bungkam Malut United
Bersama Toni Firmansyah, Milos menjaga keseimbangan permainan Persebaya Surabaya. Keduanya mampu meredam tekanan agresif Malut United yang tampil dominan di kandang sendiri.
Performa impresif itu membuat Milos layak dinobatkan sebagai man of the match. Ia tampil sebagai motor permainan sekaligus pembeda di momen krusial.
Padahal sebelumnya, nama Milos sempat menjadi sasaran kritik. Kesalahannya saat menghadapi Persija berujung kekalahan dan memicu reaksi dari Bonek dan Bonita.
Tekanan tersebut sempat membuat posisinya dipertanyakan. Namun, gelandang asal Montenegro itu memilih menjawab dengan kerja keras, bukan sekadar kata-kata.
Perlahan tapi pasti, grafik performanya mulai menanjak. Ia sempat mencatatkan assist saat melawan Madura United sebelum akhirnya tampil gemilang di Ternate.
“Kunci utamanya adalah percaya pada kemampuan tim. Siapa pun bisa menjadi penentu dalam pertandingan. Hari ini mungkin saya yang mencetak gol, tapi semuanya karena kerja keras tim,” ujarnya.
Pernyataan itu mencerminkan mentalitas kolektif yang dibangun dalam skuad Persebaya Surabaya. Tidak ada ketergantungan pada satu pemain, melainkan kekuatan tim secara keseluruhan.
Baca Juga: Persebaya Surabaya Hancurkan Malut United 2-0! Gol Yakob Sayuri Dianulir Jadi Awal Pesta Green Force
Milos juga mengakui kemenangan ini tidak diraih dengan mudah. Sejak menit awal, tim harus menghadapi tekanan intens dari tuan rumah.
“Kami sudah tahu ini akan menjadi laga yang sulit. Malut United adalah tim dengan kualitas individu yang bagus dan bermain di kandang. Kami harus bekerja keras sepanjang pertandingan,” jelasnya.
Secara statistik, Malut United memang tampil lebih dominan. Mereka mencatatkan 53 persen penguasaan bola dan 13 percobaan sepanjang laga.
Namun, efektivitas menjadi pembeda utama dalam pertandingan ini. Persebaya Surabaya mampu memaksimalkan peluang yang ada dengan lebih baik.
Bagi Milos, kemenangan ini bukan sekadar tambahan tiga poin. Lebih dari itu, ini adalah jawaban atas dua hasil kurang memuaskan sebelumnya.
“Sepanjang pekan kami melakukan evaluasi. Setelah hasil yang tidak sesuai harapan, tim membutuhkan reaksi. Hari ini kami menunjukkan karakter dan bermain lebih baik,” katanya.
Respon tersebut menunjukkan kematangan tim dalam menghadapi tekanan. Mereka tidak larut dalam hasil negatif, tetapi langsung bangkit dengan performa nyata.
Kemenangan di Ternate juga mempertegas posisi Persebaya Surabaya dalam persaingan papan atas. Momentum ini bisa menjadi modal penting untuk laga-laga berikutnya.
Meski demikian, Milos mengingatkan rekan-rekannya untuk tidak terlena. Konsistensi tetap menjadi kunci jika ingin menjaga tren positif hingga akhir musim.
“Kami tentu senang dengan hasil ini, tetapi perjalanan masih panjang. Kami harus terus bekerja keras dan tetap fokus agar bisa mendapatkan hasil lebih baik di pertandingan berikutnya,” pungkasnya.
Kebangkitan Milos di Ternate menjadi bukti tekanan bisa melahirkan kekuatan baru. Dari sorotan tajam, ia kini berdiri sebagai pahlawan kemenangan Persebaya Surabaya.