← Beranda
Jadwal Siaran Langsung BRI Super League 17-20 April 2026: Duel Sengit dan Big Match Tersaji
Andre Rizal HanafiJumat, 17 April 2026 | 21.30 WIB
Selebrasi pemain Persib Bandung usai mencetak gol kemenangan dramatis ke gawang Bali United di Stadion GBLA. (Liga1)

 

JawaPos.com–Kompetisi BRI Super League musim 2025/2026 memasuki fase krusial dengan digelarnya pertandingan pekan ke-28 pada 17 hingga 20 April 2026. Persaingan di semua lini klasemen semakin ketat, mulai dari perebutan gelar juara, posisi papan tengah, hingga pertarungan sengit di zona degradasi.

Seluruh pertandingan pekan ini dapat disaksikan secara langsung melalui Indosiar dan platform live streaming Vidio, yang kembali menjadi rumah bagi kompetisi sepak bola kasta tertinggi di Indonesia. Laga pembuka pada Jumat (17/4) menghadirkan duel antara Bhayangkara FC melawan PSIM Jogjakarta.

Pertandingan ini diprediksi berlangsung ketat mengingat kedua tim sama-sama membutuhkan poin untuk memperbaiki posisi mereka di klasemen. Di malam harinya, sorotan tertuju pada Derbi Suramadu antara Persebaya Surabaya menghadapi Madura United.

Baca Juga: Barcelona Tersingkir dari Liga Champions, Joan Laporta: Keputusan Wasit Sangat Memalukan!

Laga ini tidak hanya soal gengsi regional, tetapi juga penting bagi Persebaya yang tengah berusaha bangkit dari hasil kurang memuaskan di laga sebelumnya.

Memasuki Sabtu (18/4), pertandingan antara Arema FC kontra Persis Solo menjadi salah satu laga yang menarik perhatian. Kedua tim dikenal memiliki basis suporter besar dan gaya bermain yang agresif.

Sementara itu, duel antara PSM Makassar melawan Borneo FC diprediksi berlangsung sengit karena keduanya masih bersaing di papan atas klasemen. Di hari yang sama, PSBS Biak akan menjamu Persija Jakarta.

Baca Juga: Presiden Barcelona Berjanji Ajukan Protes Kedua ke UEFA usai Kontroversi Wasit

Secara posisi, Persija lebih diunggulkan, namun PSBS yang berstatus sebagai tim juru kunci justru bisa menjadi ancaman karena bermain tanpa beban. Situasi seperti ini seringkali menghadirkan kejutan yang sulit diprediksi.

Pada Minggu (19/4), pertandingan antara Persik Kediri melawan Persita Tangerang menjadi duel penting di papan tengah. Kedua tim sama-sama berupaya menjaga jarak aman dari zona degradasi.

Sementara itu, laga antara Bali United menghadapi Malut United juga menarik untuk disimak. Terutama karena Bali United ingin terus menjaga konsistensi performa mereka di fase akhir musim.

Pekan ke-28 akan ditutup pada Senin (20/4) dengan dua pertandingan yang tidak kalah penting. Semen Padang FC akan menjamu Persijap Jepara dalam laga yang bisa disebut sebagai duel hidup-mati di zona bawah klasemen.

Kedua tim sama-sama membutuhkan kemenangan untuk menjaga peluang bertahan di kompetisi musim depan. Di malam harinya, pertandingan antara Dewa United melawan Persib Bandung menjadi salah satu big match yang paling dinantikan.

Persib yang tengah bersaing di papan atas tentu mengincar kemenangan untuk menjaga peluang mereka dalam perebutan gelar, sementara Dewa United juga tidak ingin kehilangan poin di kandang sendiri.

Baca Juga: Raphinha Minta Maaf ke Fans Atletico Madrid usai Gestur Kontroversial

Dengan hanya beberapa pekan tersisa, setiap pertandingan kini memiliki arti yang jauh lebih besar. Tim-tim papan atas tidak boleh terpeleset jika ingin tetap bersaing dalam perebutan gelar juara, sementara tim di papan bawah harus berjuang habis-habisan demi keluar dari ancaman degradasi.

Atmosfer kompetisi yang semakin panas membuat pekan ke-28 ini layak dinantikan. Selain menghadirkan sejumlah laga besar, setiap pertandingan juga berpotensi mengubah peta klasemen secara signifikan.

Dukungan suporter, strategi pelatih, hingga performa individu pemain akan menjadi faktor penentu dalam setiap laga. Dengan jadwal yang padat dan tensi yang terus meningkat, pekan ini menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan musim BRI Super League 2025/2026.

Baca Juga: Liverpool Kehilangan Striker Andalan Hugo Ekitike Selama Sembilan Bulan

Semua mata akan tertuju pada hasil pertandingan yang bisa menjadi penentu arah kompetisi hingga akhir musim.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah