JawaPos.com - Persebaya Surabaya seolah mendapat angin segar jelang lawatannya ke markas Persijap Jepara. Pasalnya, Laskar Kalinyamat tercatat sebagai tim dengan konversi gol terburuk musim ini.
Data hingga pekan ke-21 menunjukkan produktivitas Persijap Jepara menjadi yang paling rendah dibanding kontestan lain. Dari 21 pertandingan, Laskar Kalinyamat baru mengoleksi 17 gol dengan rata-rata 0,81 gol per laga.
Angka itu menempatkan Persijap di posisi paling buncit dalam daftar produktivitas gol sementara Super League musim ini. Situasi tersebut tentu menjadi sorotan jelang duel di Stadion Gelora Bumi Kartini, Sabtu (21/2).
Di sisi lain, Persebaya Surabaya datang dengan motivasi berlipat untuk kembali ke jalur kemenangan. Laga tandang ini menjadi momentum penting setelah hasil kurang maksimal pada pertandingan sebelumnya.
Secara historis, Green Force memiliki catatan yang cukup meyakinkan saat bersua Persijap. Dalam tujuh pertemuan terakhir, Green Force mengemas tiga kemenangan dan dua hasil imbang.
Catatan itu menjadi modal psikologis yang tak bisa dipandang sebelah mata. Apalagi pada putaran pertama musim ini Persebaya Surabaya sukses mengamankan poin penuh atas lawan yang sama.
Produktivitas gol Persebaya Surabaya juga jauh lebih baik dibanding tuan rumah. Hingga pekan ke-21, Persebaya Surabaya telah mencetak 32 gol dan menempati posisi keempat dalam daftar tim paling subur.
Daftar tersebut dipimpin Malut United FC dengan 44 gol, disusul Persija Jakarta 39 gol, dan Borneo FC Samarinda 36 gol. Persebaya Surabaya berada di bawah mereka, namun tetap unggul jauh atas Persijap yang tertahan di angka 17 gol.
Fakta ini membuat duel nanti terasa seperti peluang emas bagi Persebaya Surabaya untuk mengamankan tiga poin. Ketika satu tim kesulitan mencetak gol, tim lain justru punya catatan produktivitas yang cukup stabil.
Meski begitu, pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares menolak jemawa menghadapi statistik tersebut. Ia menegaskan laga tandang tetap menyimpan tantangan tersendiri.
“Sayangnya, minggu ini tidak mudah karena beberapa pemain cedera dan demam. Saya harap para pemain bisa beristirahat cukup karena kami memulai perjalanan di malam hari. Jadi, kita juga perlu memiliki sikap ekstra, fokus dan intensitas yang baik,” ujar Tavares dalam sesi konferensi pers.
Pelatih asal Portugal itu menilai kondisi fisik pemain menjadi perhatian utama jelang pertandingan penting ini. Jadwal perjalanan dan pemulihan kebugaran menjadi bagian dari detail yang tak boleh diabaikan.
Selain itu, sebagian pemain Persebaya Surabaya juga tengah menjalani ibadah puasa Ramadhan. Situasi tersebut membuat tim pelatih harus menyesuaikan metode latihan tanpa mengurangi kualitas persiapan.
“Untuk saat ini tidak ada masalah, karena mereka sudah bisa makan dan minum. Mereka sudah bisa melakukannya. Namun di minggu awal tetap memperhatikan durasi sesi latihan menjadi sedikit lebih singkat,” jelasnya.
Penyesuaian tersebut dilakukan agar pemain tetap berada dalam kondisi optimal saat pertandingan. Intensitas dijaga, namun durasi dibuat lebih efisien agar energi tidak terkuras berlebihan.
Dari sisi pemain, optimisme juga terpancar dalam skuad Green Force. Gelandang bertahan Persebaya Surabaya, Milos Raickovic, menatap laga ini dengan penuh keyakinan.
“Kami tahu mereka memiliki banyak pemain baru. Kami juga ingin kembali ke jalur kemenangan karena pertandingan terakhir kami kalah di kandang. Kami ingin meningkatkan performa, memberikan yang terbaik, dan membawa pulang tiga poin,” tegas Raickovic.
Pernyataan itu mencerminkan tekad kuat Persebaya Surabaya untuk bangkit. Kekalahan di kandang pada laga sebelumnya menjadi cambuk yang memicu semangat tambahan dalam lawatan kali ini.
Meski Persijap Jepara berstatus tim dengan produktivitas terendah, perubahan komposisi pemain tetap patut diwaspadai. Tambahan wajah-wajah baru bisa menghadirkan dinamika berbeda di atas lapangan.
Persebaya Surabaya tak ingin terjebak pada asumsi statistik semata. Fokus, disiplin, dan efektivitas penyelesaian akhir tetap menjadi kunci agar peluang tak terbuang percuma.
Duel ini bukan sekadar pertemuan dua tim dengan grafik berbeda. Ini tentang bagaimana Persebaya Surabaya memanfaatkan momentum saat lawan sedang rapuh dalam urusan mencetak gol.
Jika mampu tampil solid dan konsisten sepanjang 90 menit, peluang membawa pulang tiga poin terbuka lebar. Ketajaman lini depan Persebaya Surabaya bisa menjadi pembeda dalam laga yang diprediksi berjalan ketat.
Kini, semua mata tertuju pada bagaimana Green Force mengeksekusi kesempatan yang ada. Ketika Persijap Jepara masih berkutat dengan problem konversi peluang, Persebaya Surabaya punya peluang emas untuk benar-benar memanfaatkan “durian runtuh” ini dan kembali tersenyum di papan klasemen.