← Beranda
Dimas Wicaksono, Terima Kasih! Cara Sederhana Bernardo Tavares Bikin Wonderkid Persebaya Surabaya Menggila
Moch. Rizky Pratama Putra• Rabu, 11 Februari 2026 | 19.17 WIB
Bernardo Tavares saat menjabat tangan Dimas Wicaksono dan berterima kasih. (Dok. Persebaya)

JawaPos.com - "Dimas, terima kasih!" Ucapan sederhana Bernardo Tavares itu ternyata memberi dampak besar bagi kepercayaan diri wonderkid Persebaya Surabaya di lapangan. Kalimat singkat itu menjadi simbol pendekatan humanis sang pelatih yang sukses memantik performa pemain muda Green Force.

Momen itu terjadi di ruang ganti Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, usai Persebaya Surabaya menghancurkan Bali United dengan skor 3-1 pada pekan ke-21 Super League 2025/2026.

Bernardo Tavares secara khusus menghampiri Dimas Wicaksono dan menjabat tangannya dengan erat.

Baca Juga: Bernardo Tavares Tak Pernah Menang Lawan Paul Munster! Ujian Berat Persebaya Surabaya Hadapi Bhayangkara FC

“Terima kasih, Dimas!” ujar Bernardo Tavares di ruang ganti, kalimat singkat yang langsung menyedot perhatian. Bagi pemain berusia 18 tahun, apresiasi langsung dari pelatih kepala punya arti yang jauh lebih besar dari sekadar pujian biasa.

Dimas Wicaksono dipercaya masuk starting line up dalam laga berat di kandang Bali United. Keputusan itu menegaskan keberanian Bernardo Tavares memadukan pemain muda dan senior di tengah situasi tim yang tidak ideal.

Secara statistik, Dimas memang tidak mencetak gol atau assist pada laga tersebut. Namun kontribusinya tetap terlihat dari cara bermain yang efisien dan minim kesalahan.

Data pertandingan menunjukkan Dimas mencatatkan akurasi umpan sempurna, 3 dari 3 operan berhasil menemui rekan setim. Ia juga membukukan 100 persen akurasi umpan di area lawan maupun area sendiri.

Dimas sempat melepaskan satu tembakan yang terblokir dan mencatatkan sembilan sentuhan sepanjang laga. Dari jumlah itu, hanya satu sentuhan yang berakhir gagal, menunjukkan pengambilan keputusan yang cukup matang.

Dalam duel udara, Dimas tampil solid dengan memenangkan satu dari satu duel yang dihadapi. Namun, di duel darat, ia kesulitan dan kalah dalam lima kesempatan beradu fisik dengan pemain Bali United.

Ia juga kehilangan bola sebanyak dua kali dan melakukan satu pelanggaran. Kontribusi bertahannya belum terlihat signifikan karena tidak mencatatkan tekel, intersep, maupun sapuan.

Berdasarkan data tersebut, rating Dimas berada di angka 6,3. Angka itu mencerminkan performa yang cukup stabil untuk pemain muda yang baru merasakan tekanan laga besar.

Efisiensi distribusi bola menjadi nilai plus utama Dimas dalam pertandingan ini. Kekurangan dalam duel darat menjadi catatan yang masih bisa dikembangkan seiring bertambahnya jam terbang.

Baca Juga: Resmi! Ahmad Mujtaba Ilham Akbar Naik Kelas, Era Bernardo Tavares Mulai Lahirkan Full Back Masa Depan Persebaya Surabaya

Bernardo Tavares melihat pertandingan bukan hanya dari angka statistik. Pelatih asal Portugal itu menilai attitude dan keberanian pemain muda jauh lebih penting dalam membangun tim kompetitif.

Pendekatan itu pula yang menjadi rahasia tren positif Persebaya Surabaya di putaran kedua Super League. Sejak ditangani Bernardo Tavares awal Januari lalu, Green Force perlahan menunjukkan wajah baru.

Dalam empat pertandingan bersama Coach Tavares, Persebaya Surabaya meraih tiga kemenangan dan satu hasil imbang. Hasil itu diraih di tengah badai cedera dan kondisi skuad yang jauh dari kata ideal.

Bernardo Tavares menegaskan kesuksesan tersebut bukan hasil sihir. Ia menyebut semua berasal dari kerja keras para pemain di lapangan.

“Saya tidak membuat apa-apa. Saya hanya memasang para pemain dan mereka membuat keajaiban,” jelasnya. Kalimat itu mencerminkan kepercayaan penuh pelatih kepada para pemainnya.

“Mereka menunjukkan attitude yang baik dan semangat yang tinggi di pertandingan terakhir, karena banyak pemain kami tidak 100 persen,” sambungnya.

Kondisi tim memaksa banyak pemain tampil di luar posisi natural. Beberapa pemain harus bermain sambil menahan sakit dan cedera. Situasi itu menuntut fleksibilitas dan mental kuat dari seluruh anggota tim.

“Beberapa dari mereka sakit, beberapa terluka, dan banyak pemain bermain di posisi yang tidak biasa. Tapi mereka mencoba melakukan yang terbaik,” lanjutnya. Pernyataan itu menegaskan nilai perjuangan yang ia junjung tinggi.

Bagi Bernardo Tavares, usaha maksimal selalu membuka peluang meraih hasil positif. Sikap dan mentalitas pemain menjadi fondasi utama dalam setiap pertandingan.

“Ketika kita melihat para pemain mencoba melakukan yang terbaik dan menunjukkan attitude yang baik, kemungkinan kita bisa berhasil adalah besar,” tegasnya.

Filosofi itu kini mulai terasa dampaknya di tubuh Persebaya Surabaya. Ucapan “Dimas, terima kasih!” menjadi representasi kecil dari kepemimpinan Bernardo Tavares. Apresiasi sederhana itu mampu menyalakan api kepercayaan diri wonderkid Persebaya Surabaya untuk terus berkembang.

Di tengah tekanan kompetisi dan keterbatasan skuad, pendekatan manusiawi justru menjadi kekuatan utama Green Force. Dimas Wicaksono menjadi contoh bagaimana satu kalimat sederhana bisa membuat pemain muda tampil gacor di lapangan.

 

EDITOR: Hendra