JawaPos.com — Tiket presale laga Persebaya Surabaya kontra Bhayangkara FC resmi sold out dan langsung memantik antusiasme besar dari Bonek. Kabar baiknya, tiket normal sale masih tersedia dan bisa dibeli dengan harga mulai Rp 75 ribu.
Pertandingan ini akan digelar pada pekan ke-20 Super League 2025/2026, Sabtu (14/2/2026), di Stadion Gelora Bung Tomo. Kick-off dijadwalkan pukul 19.00 WIB dengan atmosfer yang diprediksi kembali membara.
Manajemen Persebaya Surabaya memastikan penjualan tiket tahap normal sudah dibuka setelah presale ludes. Antusiasme tinggi suporter menjadi sinyal kuat laga ini bakal menyedot penonton dalam jumlah besar.
“NORMAL SALE SUDAH DIBUKA! Maturnuwun rek atas antusiasmenya! Tiket presale resmi SOLD OUT, dan sekarang tiket harga normal sudah bisa dibeli,” tulis Persebaya Surabaya.
Ajakan untuk kembali menghijaukan Gelora Bung Tomo pun disuarakan secara terbuka.
Persebaya Surabaya juga mengingatkan suporter agar membeli tiket melalui jalur resmi. Tiket hanya dijual lewat website persebaya.id dan aplikasi Persebaya Selamanya.
“Ojo lali rek, ojo tuku tiket nang calo. Rawan penipuan! Tiket resmi hanya dijual melalui website [www.persebaya.id](http://www.persebaya.id) aplikasi Persebaya Selamanya,” lanjut pernyataan tersebut.
Pesan ini ditegaskan demi menjaga kenyamanan dan keamanan Bonek saat pertandingan.
Laga melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC ini memiliki nilai strategis bagi Persebaya Surabaya. Dukungan penuh dari tribun GBT diharapkan menjadi energi tambahan untuk mendongkrak performa tim.
“Ayo Hijaukan GBT! Penuhi tribun, satukan suara, dan beri dukungan penuh untuk tim kebanggaan kita,” tulis Persebaya Surabaya. Seruan tersebut disambut riuh oleh para Bonek di kolom komentar.
Salah satu Bonek menilai laga ini sebagai momentum penting. “Momentum masuk 3 besar ... gass,” tulisnya dengan penuh optimisme.
Seruan lain juga menggema tanpa henti. “PENUHI GBT!!,” tulis seorang Bonek dengan huruf kapital penuh semangat.
Atmosfer stadion diyakini bakal kembali bergemuruh seperti laga-laga besar sebelumnya. “LET'S MAKE NOISE AGAIN LADS,” komentar Bonek lainnya.
Ajakan sederhana namun bermakna juga terus bermunculan. “Ayo rek penuhi gbt,” tulis salah satu akun dengan nada persuasif.
Ungkapan kecintaan terhadap tim kebanggaan pun tak ketinggalan. “JAYALAH PERSEBAYA,” tulis seorang Bonek menutup kolom komentar dengan penuh kebanggaan.
Antusiasme ini bukan tanpa alasan, mengingat GBT berpeluang mencatat rekor penonton baru musim ini. Jika stadion kembali penuh, Persebaya Surabaya bisa mendekati bahkan melampaui capaian Persib Bandung.
Hingga pekan ke-20, Persebaya Surabaya menempati peringkat ketiga tim dengan total penonton kandang terbanyak. GBT berkapasitas 46.806 penonton telah mencatat total 167.530 penonton dengan rata-rata 16.753 per laga.
Di atas Persebaya Surabaya, ada Persija Jakarta yang memimpin daftar. Jakarta International Stadium berkapasitas 82.000 penonton mencatat total 249.669 penonton dengan rata-rata 27.741.
Persib Bandung berada di posisi kedua dengan total 243.630 penonton. Stadion Gelora Bandung Lautan Api berkapasitas 38.000 penonton mencatat rata-rata 24.363 penonton per laga.
Posisi keempat ditempati Bali United FC. Stadion Kapten I Wayan Dipta berkapasitas 15.000 penonton mencatat total 79.486 penonton dengan rata-rata 7.949.
Persis Solo melengkapi lima besar daftar ini. Stadion Manahan berkapasitas 20.003 penonton mencatat total 72.347 penonton dengan rata-rata 8.039.
Baca Juga: Dejan Tumbas Lupakan Romantisme Persebaya! Pasang Badan Selamatkan Persis Solo dari Degradasi
Dengan tiket normal sale masih tersedia, peluang Bonek memadati GBT terbuka lebar. Harga mulai Rp75 ribu dinilai cukup terjangkau untuk laga besar akhir pekan.
Jika GBT kembali penuh, posisi Persebaya Surabaya sebagai tim dengan basis suporter masif akan semakin menguat.
Dukungan langsung dari tribun juga berpotensi menjadi pembeda dalam persaingan papan atas Super League 2025/2026.
Laga ini bukan sekadar soal tiga poin, tetapi juga pembuktian kekuatan Bonek di kandang sendiri. Gelora Bung Tomo kembali menanti lautan hijau dan suara satu nyali yang tak pernah padam.