JawaPos.com - Ditinggal Rizky Dwi Pangestu yang memilih hijrah ke Garudayaksa, Persebaya Surabaya wajib mulai bergerak cepat mencari sosok baru di lini depan. Nama Joao Tavares kini mencuat sebagai kandidat kuat pengisi slot penyerang Green Force pada putaran kedua musim 2025/2026.
Kepergian Rizky Dwi jelas meninggalkan lubang di sektor ofensif Persebaya Surabaya. Situasi itu membuat manajemen harus sigap berburu striker yang siap pakai demi menjaga daya saing di Super League Indonesia.
Sosok Joao Tavares dinilai cocok dengan kebutuhan Persebaya Surabaya saat ini. Usianya masih 23 tahun dan punya pengalaman bermain di Eropa serta Amerika Selatan.
Kabar ketertarikan Persebaya Surabaya terhadap Joao Tavares beredar luas dalam beberapa hari terakhir. Striker asal Brasil itu juga masuk radar Persijap Jepara yang tengah terpuruk di papan bawah klasemen.
Persijap Jepara saat ini berada di posisi ke-18 dengan koleksi 9 poin dari 17 pertandingan. Jarak tujuh poin dari PSBS Biak di posisi ke-15 membuat mereka harus segera berbenah.
Masalah utama Persijap Jepara terletak di lini depan yang baru mencetak 10 gol dari 17 laga. Kondisi ini memaksa manajemen mencari striker asing untuk mendongkrak produktivitas tim.
Joao Tavares pun menjadi target utama Persijap Jepara di bursa transfer putaran kedua. Namun, langkah klub asal Jawa Tengah itu diprediksi tidak mudah.
Persebaya Surabaya disebut memiliki daya tawar lebih tinggi untuk mendapatkan tanda tangan Joao Tavares. Faktor finansial dan stabilitas klub menjadi keunggulan utama Green Force.
Rumor ketertarikan dua klub tersebut pertama kali disebarkan oleh akun Instagram sepak bola @transfernews_ft. Informasi itu diunggah pada Selasa, 13 Januari 2026.
"RUMOR
2 Klub Super League Indonesia yakni Persebaya Surabaya, Dan Persijap Jepara kabarnya tertarik untuk mendatangkan Striker asing asal Brasil, Joao Tavares (23).
Joao Tavares, saat ini berstatus tanpa klub. Dan sebelumnya bermain untuk Radomiak Radom Polandia (1tier), dan mencatatkan 2 Gol 1 Assist dalam 9 pertandingan. Kemanakah sang pemain akan berlabuh," tulis @transfernews_ft.
Klaim berstatus tanpa klub tersebut sempat memunculkan perdebatan. Data terbaru di laman Transfermarkt justru mencatat Joao Tavares masih terikat kontrak dengan Ipatinga FC sejak 2 Mei 2025.
Kontrak Joao Tavares di Ipatinga FC disebut memiliki opsi satu tahun. Status ini membuka peluang negosiasi jika Persebaya Surabaya serius ingin memboyong sang pemain.
Sinyal ketertarikan Joao Tavares ke Persebaya Surabaya juga semakin kuat. Ia kepergok mengikuti akun Instagram pelatih Bernardo Tavares dan kapten tim Bruno Moreira.
Gestur kecil tersebut dianggap sebagai kode keras ke Green Force. Di era sepak bola modern, aktivitas media sosial kerap menjadi petunjuk arah karier pemain.
Joao Victor Tavares de Souza lahir di Campos dos Goytacazes, Rio de Janeiro, Brasil. Ia berposisi sebagai penyerang tengah dengan tinggi badan 1,81 meter.
Karier sepak bolanya dimulai dari akademi SC Inter Youth pada 2020. Setahun berselang, ia bergabung dengan Vasco da Gama untuk memperkuat tim U-20.
Petualangan Eropa Joao Tavares dimulai pada 2023 bersama Estoril Praia U-23. Pengalaman tersebut memberinya jam terbang berharga di kompetisi yang lebih kompetitif.
Pada 2024, ia melanjutkan karier ke Polandia bersama Radomiak Radom. Joao Tavares juga sempat memperkuat Stal Stalowa Wola di negara yang sama.
Selama membela Radomiak Radom, ia mencatatkan 2 gol dan 1 assist dari 9 pertandingan. Catatan itu menunjukkan adaptasi yang cukup baik di level senior Eropa.
Sejak Mei 2025, Joao Tavares kembali ke Brasil dan bergabung dengan Ipatinga FC. Keputusan ini diambil untuk mendapatkan menit bermain yang lebih konsisten.
Secara statistik, Joao Tavares telah mencatatkan 61 pertandingan sejak 2021. Ia mengoleksi 15 gol, 8 assist, dan 3.878 menit bermain di semua kompetisi.
Kontribusinya paling menonjol saat membela Estoril Praia U-23. Ia mencetak 10 gol dan 6 assist dari 32 pertandingan.
Profil tersebut membuat Joao Tavares dianggap ideal menggantikan peran Rizky Dwi di Persebaya Surabaya. Kombinasi usia muda, fisik, dan pengalaman lintas negara menjadi nilai tambah.
Jika transfer ini terealisasi, Joao Tavares berpotensi menjadi solusi jangka menengah bagi lini depan Green Force. Kehadirannya juga bisa memberi warna baru dalam skema permainan Persebaya Surabaya.
Kini, publik Surabaya tinggal menunggu langkah resmi manajemen. Akankah Joao Tavares benar-benar mendarat di Kota Pahlawan, atau justru berlabuh ke Jepara, waktu yang akan menjawab.