← Beranda
Kabar Terbaru Eks Wonderkid Persebaya Surabaya! Marselino Ferdinan Dikabarkan Dapat Tekanan
Moch. Rizky Pratama PutraSabtu, 15 November 2025 | 21.38 WIB
Eks bintang Persebaya Surabaya Marselino Ferdinan dikabarkan dapat tekanan ketika bermain di AS Trencin. (AS Trencin)
 

JawaPos.com — Kabar terbaru eks wonderkid Persebaya Surabaya, Marselino Ferdinan, bikin publik heboh setelah muncul isu ia mendapat tekanan terkait masa depannya di Eropa. Informasi itu menyeruak bersamaan dengan proses pemanggilannya ke Timnas Indonesia U-23 untuk SEA Games 2025.

Saat ini Timnas U-23 sedang menjalani pemusatan latihan di Jakarta sejak 6–27 November, namun Marselino belum bisa bergabung.

Pelatih Indra Sjafri menegaskan PSSI masih melakukan pendekatan ke klubnya agar sang gelandang bisa dilepas.

Indra memanggil 30 pemain untuk mengikuti TC kali ini, tetapi dua pemain diaspora, Marselino dan Adrian Wibowo, tidak masuk daftar karena masih berada di luar negeri.

Meski begitu, keduanya sudah didaftarkan dalam skuad sementara SEA Games sehingga kans tetap terbuka.

Indra menjelaskan para pemain yang hadir sudah mengikuti rangkaian tes untuk menentukan komposisi akhir tim.

“Dari 30 pemain itu hampir semua sudah melaksanakan beberapa item test yang kita butuhkan untuk memvalidasi pemain-pemain dari 30 ini, siapa-siapa saja yang akan kita bawa 23 pemainnya,” ujar Indra.

Ia menambahkan PSSI masih berusaha keras melobi para pemain diaspora yang masuk kriteria regulasi.

“Kami juga sekarang lagi menunggu usaha-usaha PSSI kepada pemain-pemain yang secara regulasi masih memenuhi persyaratan di antaranya ada Marselino dan Adrian Wibowo, dan juga ada beberapa pemain lain,” ucapnya.

Selain Marselino dan Adrian, Indra sebenarnya memasukkan nama Justin Hubner yang kini bermain untuk Fortuna Sittard. Namun, sama seperti dua nama lainnya, Hubner belum bisa gabung karena masih membela klubnya di Eropa.

Indra menegaskan ia memegang komitmen Ketua Umum PSSI Erick Thohir yang meminta tim memakai komposisi pemain terbaik.

“Saya sesuai dengan komitmen dari Ketua Umum PSSI, silahkan kita memakai pemain-pemain terbaik,” kata Indra.

Namun, ia mengakui prosesnya tidak mudah karena SEA Games bukan agenda FIFA Matchday.

“Tetapi kan nggak gampang karena ini bukan periode FIFA Matchday dan Ketua PSSI tentu berusaha dalam hal ini untuk bisa melakukan lobi-lobi supaya mereka itu nanti bisa bermain di SEA Games,” lanjutnya.

Indra tetap optimistis karena beberapa pemain diaspora sudah merapat ke Jakarta. “Sekarang saja kita sudah kedatangan Mauro, Ivar, Dion dan ada beberapa pemain juga,” ujarnya.

TC Garuda Muda berjalan lancar setelah semua pemain lokal berkumpul lengkap pada 9 November. Menurut Indra, atmosfer tim membaik dan para pemain terlihat antusias.

Timnas U-23 juga dijadwalkan menjalani dua uji coba internasional melawan Mali pada 15 dan 18 November di Stadion Pakansari. Laga ini dianggap penting untuk mengukur kesiapan tim sebelum menuju turnamen sebenarnya.

Di tengah persiapan itu, muncul isu mengejutkan terkait situasi Marselino di AS Trencin. Kabar ini pertama kali disampaikan wartawan senior Jawa Pos, Ali Mahrus, lewat akun X miliknya.

“Sebuah sumber mengungkapkan bahwa Marselino diwajibkan mencapai target menit bermain tertentu di AS Trencin. Jika target itu gagal dipenuhi, ia akan otomatis dipindahkan ke klub ‘X’,” tulis Ali melalui akun pribadinya @alionelmessi_.

Ali juga menyebut ada konsekuensi jika Marselino menolak skenario tersebut. “Jika Marselino menolak pindah ke klub ‘X’ dan memilih klub lain, ia harus membayar penalti sekitar 25% dari nilai kontraknya.”

Isu itu membuat fanbase Persebaya Surabaya langsung bertanya-tanya soal siapa pihak berpengaruh yang diduga mengatur arah karier Marselino.

Salah satu akun pendukung Persebaya Surabaya menimpali, “Wah berarti PIHAK TERKAIT ini punya kekuasaan besar di Oxford United sebagai klub utama Marsel dan KLUB X ini ya?”

Situasi ini membuat masa depan Marselino jadi sorotan karena ia masih berada di fase penting perkembangan kariernya. Tekanan eksternal seperti itu dianggap berpotensi menghambat proses adaptasinya di Eropa.

Di sisi lain, publik Indonesia berharap isu tersebut tidak memengaruhi fokus Marselino saat dibutuhkan untuk memperkuat Timnas U-23. Sosoknya dianggap vital dalam membangun alur permainan dan kreativitas lini tengah.

Kehadiran Marselino sangat diharapkan karena Timnas membutuhkan pemain yang berpengalaman tampil di level Eropa.

Kombinasi usia muda dan jam terbangnya membuat ia menjadi salah satu tumpuan masa depan sepak bola Indonesia.

Meski isu tekanan kontrak itu belum mendapatkan klarifikasi, rumor tersebut sudah terlanjur menyebar luas dan memicu diskusi panjang di kalangan suporter.

Banyak yang berharap Marselino bisa memilih jalan terbaik tanpa merasa terjebak skenario tertentu.

Semua mata kini tertuju pada kelanjutan proses lobi PSSI serta respons AS Trencin terhadap permintaan pelepasan sang pemain.

Publik juga menantikan apakah Marselino bisa kembali membela Garuda Muda dan tampil lepas tanpa beban.

Perjalanan eks wonderkid Persebaya Surabaya ini memang selalu penuh dinamika, baik di dalam maupun luar lapangan.

Kini, publik menunggu bagaimana Marselino menghadapi tekanan tersebut sekaligus membuktikan kualitasnya sebagai salah satu talenta terbaik Indonesia.

EDITOR: Edi Yulianto