JawaPos.com — Nathan Tjoe-A-On menunjukkan keteguhan imannya di tengah kesedihan besar Timnas Indonesia yang gagal melaju ke Piala Dunia 2026. Bek kiri naturalisasi itu memilih bersyukur dan percaya pada kehendak Tuhan setelah kekalahan menyakitkan dari Irak.
Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Nathan menulis doa yang menyentuh hati. Ia memohon agar selalu bersyukur dalam segala keadaan, bahkan ketika hasil di lapangan tak sesuai harapan.
“Ya Tuhan, tolonglah aku untuk bersyukur dalam setiap keadaan—bahkan ketika keadaan sulit. Ajari aku untuk melihat karya tangan-Mu bahkan ketika aku tidak mengerti,” tulis Nathan dalam unggahannya, Minggu (12/10/2025).
Ia mengutip ayat dari 1 Tesalonika 5:18 yang berbunyi, “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagimu.”
Bagi Nathan, hasil di lapangan hijau bukan akhir dari segalanya, melainkan bagian dari rencana Tuhan yang lebih besar.
Doa dan pesan spiritual tersebut langsung mendapat banyak respons dari warganet. Tak sedikit penggemar yang memuji sikap dewasa Nathan yang tetap tenang dan penuh iman di tengah kekecewaan.
Kekalahan Indonesia dari Irak memang menjadi pukulan telak bagi skuad Garuda.
Bermain di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, Minggu dini hari WIB, tim asuhan Patrick Kluivert menyerah 0-1 dari Irak dalam lanjutan Grup B putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Hasil itu membuat Indonesia terpuruk di dasar klasemen Grup B tanpa satu pun poin dari dua laga. Harapan untuk berlaga di Piala Dunia 2026 pun resmi pupus meski perjuangan sudah maksimal di lapangan.
Sebelumnya, Indonesia juga harus mengakui keunggulan Arab Saudi dengan skor tipis 2-3.
Dua kekalahan beruntun membuat langkah skuad Merah Putih berhenti di babak keempat, sementara Irak semakin dekat dengan tiket ke putaran final.
Irak yang baru memainkan satu laga kini menempati posisi kedua klasemen sementara dengan tiga poin. Mereka berada di jalur positif untuk bersaing menjadi juara grup yang berhak lolos langsung ke Piala Dunia 2026.
Dalam pertandingan melawan Irak, Indonesia sejatinya tampil cukup berani dan disiplin di babak pertama.
Thom Haye dan Mauro Zijlstra sempat menciptakan beberapa peluang berbahaya, tetapi masih belum mampu menembus rapatnya pertahanan Irak.
Tendangan bebas Dean James di penghujung babak pertama juga hampir membuka keunggulan, namun bola masih menyamping tipis dari gawang Jalal Hasan. Skor kacamata 0-0 pun bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Irak meningkatkan intensitas serangan mereka. Meski sempat ditekan, Indonesia masih mampu menjaga keseimbangan permainan melalui serangan balik cepat yang digerakkan Kevin Diks dan Eliano Reinders.
Namun petaka datang pada menit ke-75 ketika gelandang muda Irak, Zidane Iqbal, melepaskan tembakan mendatar yang tak mampu dibendung kiper Indonesia. Gol itu memastikan kemenangan tipis 1-0 untuk Irak.
Indonesia mencoba bangkit lewat serangan dari Ole Romeny dan Zijlstra di menit-menit akhir, tapi penyelesaian akhir belum membuahkan hasil.
Bahkan, ketika Irak harus bermain dengan 10 orang setelah Zaid Tahseen dikartu merah pada masa injury time, Garuda tetap gagal menyamakan kedudukan.
Peluit panjang berbunyi dan skor 1-0 menutup laga dengan kekecewaan mendalam bagi para pemain Indonesia.
Namun di tengah rasa sedih itu, sikap Nathan Tjoe A On mencuri perhatian publik dengan pesan iman dan keteguhannya.
Bagi Nathan, kekalahan bukanlah akhir, melainkan kesempatan untuk belajar dan tumbuh. Ia mengingatkan diri sendiri dan para penggemar untuk tetap bersyukur dan percaya pada rencana Tuhan, apa pun hasilnya.
Unggahannya menjadi semacam pengingat bagi seluruh pendukung Timnas Indonesia yang tengah kecewa.
Di balik kegagalan, selalu ada nilai tentang ketulusan, kerja keras, dan keyakinan pada sesuatu yang lebih besar dari kemenangan semata.
Nathan menegaskan rasa syukur tidak harus menunggu hasil yang sempurna. Dalam iman, ia melihat setiap pertandingan sebagai perjalanan spiritual untuk tetap rendah hati dan percaya pada proses.
Sikap ini membuat Nathan mendapat banyak pujian dari pecinta sepak bola Tanah Air. Banyak yang menilai pemain berusia 23 tahun itu bukan hanya kuat secara fisik di lapangan, tapi juga matang secara mental dan spiritual.
Di tengah cibiran dan kritik yang menghujani skuad Garuda, Nathan menjadi sosok yang menenangkan. Ia tak larut dalam kecewa, melainkan memilih berpegang pada harapan dan iman kepada Tuhan.
Meski Indonesia gagal melangkah ke Piala Dunia 2026, semangat dan kepercayaan seperti yang ditunjukkan Nathan menjadi pelajaran berharga.
Sepak bola bukan sekadar hasil akhir, tapi juga tentang keteguhan hati, sportivitas, dan keyakinan dalam menghadapi segala situasi.
Perjalanan panjang Timnas Indonesia mungkin belum berakhir, meski mimpi menuju Piala Dunia 2026 harus kandas di Jeddah.
Namun dengan mentalitas seperti Nathan Tjoe A On, masa depan Garuda tetap memiliki harapan yang besar untuk bangkit lagi.