JawaPos.com - Apa yang didapatkan Bali United dalam tiga pertandingan Super League 2025-2026 sungguh di luar prediksi. Tampil perkasa selama uji coba pramusim, Serdadu Tridatu justru melempem di kompetisi resmi. Tiga pertandingan, belum sekalipun menang.
Dua laga berakhir imbang dan sekali kalah. Lebih buruk lagi, sembilan gol sudah bersarang di gawang Mike Hauptmeijer. Kondisi ini jelas menjadi alarm bagi pelatih Bali United, Johnny Jansen, jika ingin timnya tetap bersaing di Super League.
Apalagi, target Bali United musim ini cukup tinggi: kembali meramaikan papan atas hingga jadi juara. “Dengan cara kami bermain sejauh ini, tentu ini gaya bermain baru. Kami membutuhkan waktu dengan gaya baru ini,” jelas Johnny.
Pelatih asal Belanda itu menilai laga melawan Persebaya Surabaya, Sabtu (23/8), menjadi penampilan terburuk. Menurutnya, Ricky Fajrin dkk gagal mengantisipasi serangan balik. “Kami bermain di atas garis tengah dan mudah kehilangan bola. Lalu lawan dengan mudah memanfaatkan serangan baliknya,” ucapnya.
Baca Juga: Irfan Jaya Konsisten Jebol Gawang Persebaya Surabaya, Winger Bali United Hobi Lukai Mantan
Segera Lakukan Evaluasi
Johnny menambahkan, evaluasi akan dilakukan secepatnya. Dia tidak ingin kekalahan dari Persebaya membuat timnya makin terpuruk. “Untuk beradaptasi, memang terkadang ada di atas (menang) dan di bawah (kalah). Yang terpenting kami harus terus lebih baik lagi,” tegasnya.
Di laga berikutnya, Bali United akan menjamu Madura United pada 30 Agustus mendatang. Johnny tentu tidak mau gagal menang lagi. Dia harus membuktikan bahwa Serdadu Tridatu jauh lebih baik di bawah kepemimpinannya.
Baca Juga: Bocor! Begini Cara Eduardo Perez Nikmati Kemenangan Persebaya Surabaya Atas Bali United 5-2
Statistik Performa Bali United di Super League 2025-2026
Main: 3
Menang: 0
Seri: 2
Kalah: 1
Gol: 6
Kemasukan: 9
Assist: 6
Tendangan: 20/36
Umpan: 864
Tekel: 32
Sapuan: 29
Intersep: 72
Baca Juga: Johnny Jansen Pusing Bukan Kepalang! Bali United Boros Peluang dan Dihukum Persebaya Surabaya