← Beranda
Resmi! Persebaya Surabaya Istirahatkan Paul Munster, Uston Nawawi Dipercaya Tangani Dua Laga Sisa Liga 1
Moch. Rizky Pratama Putra• Kamis, 15 Mei 2025 | 02.22 WIB
Pelatih Persebaya, Paul Munster bersitegang dengan Asisten Pelatih Semen Padang FX Yanuar dan berujung kartu merah untuk keduanya pada lanjutan Liga 1 di Stadion Gelora Bung Tomo, kemarin (11/5). Persebaya imbang Semen Padang dengan skor 1-1.RIANA SETIAWA

JawaPos.com — Persebaya Surabaya resmi menunjuk Uston Nawawi sebagai nahkoda untuk dua laga sisa Liga 1 Indonesia 2024/2025 menggantikan Paul Munster yang tengah menanti sanksi akibat kartu merah. Keputusan ini diambil usai insiden emosi Munster di bench saat menjamu Semen Padang pada pekan ke-32.

Manajemen Persebaya Surabaya menilai keputusan ini penting agar fokus pemain tidak terpecah oleh potensi hukuman tambahan.

Uston Nawawi pun dipercaya untuk memimpin tim melawan Borneo FC dan Bali United demi meraih hasil maksimal.

“Seiring dengan hasil pertandingan melawan Semen Padang FC di mana Coach Paul Munster mendapatkan kartu merah langsung dan itu berpotensi hukuman tambahan, maka manajemen Persebaya memberikan tugas memimpin tim kepada Coach Uston Nawawi hingga Liga 1 2024/2025 berakhir,” tulis manajemen Persebaya Surabaya di laman resmi klub.

“Manajemen akan terus mensupport penuh tim, untuk meraih hasil maksimal dua laga pemungkas musim ini, yaitu melawan Borneo FC dan Bali United.”

Pelatih interim Uston Nawawi sejatinya sudah pernah memimpin tim kala Munster absen karena akumulasi kartu kuning di pekan ke-13 dan ke-23. Hasilnya impresif: kemenangan 3-2 atas Arema FC dan skor tipis 1-0 kontra PSBS Biak.

Raihan tanpa kekalahan itu menjadi modal berharga bagi Persebaya Surabaya di dua laga penentu. Manajemen yakin Uston Nawawi akan mampu menjaga tren positif dan mengantar tim finis sebaik mungkin.

Sementara itu, Paul Munster harus rela memendam kecewa karena kartu merah langsung di laga kandang kontra Semen Padang. Sanksi otomatis membuat pelatih asal Irlandia Utara itu absen satu pertandingan berikutnya.

Regulasi Kompetisi Liga 1 Indonesia 2024/2025 menegaskan ofisial yang menerima kartu merah dilarang mendampingi klub pada pertandingan selanjutnya.

Namun apabila ada indikasi pelanggaran lebih berat, Komite Disiplin PSSI bisa menambah hukuman.

Selain larangan masuk bench, Munster juga didenda Rp10 juta berdasarkan Pasal 58 ayat 14 Kartu Kuning dan Kartu Merah. Sanksi finansial itu menjadi pukulan ganda setelah tim juga kehilangan jasanya.

Dalam rapat internal, manajemen memutuskan untuk tak mengambil risiko dengan menunggu hasil sidang disipliner. Dengan menunjuk Uston Nawawi, progres tim di lapangan dipertaruhkan seminimal mungkin.

Baca Juga: Liga 1: Sukses Tahan Imbang Persebaya Surabaya, Semen Padang Harus Menang Lawan Persik Kediri

Bonek, sebutan pendukung fanatik Persebaya Surabaya, pun mengapresiasi langkah ini sebagai strategi antisipasi. Mereka berharap kembalinya stabilitas taktik hingga akhir musim.

Laga tandang menghadapi Borneo FC di pekan ke-33 pun menjadi ujian pertama Uston Nawawi sebagai pelatih penuh waktu. Kondisi skuad yang minim cedera dan motivasi tinggi diyakini mendukung target poin penuh.

Setelah itu, kebangkitan Persebaya Surabaya akan kembali diuji kala menjamu Bali United di Stadion Gelora Bung Tomo. Pertemuan ini diprediksi berlangsung sengit mengingat rivalitas tradisional kedua klub.

Manajemen juga menekankan dukungan penuh suporter agar mental tim terus terjaga. Atmosfer Stadion GBT diprediksi bakal jadi elemen pembeda di laga penutup musim.

Terhitung sejak Uston Nawawi mengambil alih, lini pertahanan Persebaya Surabaya terlihat lebih rapih dan kompak. Transisi cepat dari tengah ke depan semakin terasah berkat instruksi sederhana dan jelas.

“Yo Iki seng tak enteni lek di cekel Uston wes ojok ngeremeh no,” ujar salah satu Bonek.

Asisten pelatih Persebaya Surabaya, Uston Nawawi. (Dok. RRI)
Asisten pelatih Persebaya Surabaya, Uston Nawawi. (Dok. RRI)

Di sektor penyerangan, kombinasi striker lokal dan asing mulai menemukan chemistry. Pelatih Uston Nawawi kerap mengandalkan umpan terobosan untuk membongkar pertahanan lawan.

Di media sosial makin ramai dengan ajakan mendukung Uston Nawawi. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya dukungan suporter untuk meraih hasil maksimal.

“Rekor cak Uston masih terjaga positif,” ujar salah satu Bonek.

Lebih jauh, Persebaya Surabaya masih punya ambisi mengejar posisi terbaik demi tiket kompetisi Asia. Dua laga akhir pun menjadi kesempatan terakhir menggenjot peringkat klasemen.

Jika Uston Nawawi sukses memetik poin sempurna, reputasi dirinya sebagai pelatih interim layak diapresiasi. Peluangnya untuk mendapatkan jabatan permanen pun terbuka lebar di masa depan.

Namun sebaliknya, kegagalan di dua laga penutup bisa membuat situasi manajemen kembali goyah. Nasib Paul Munster pun bisa makin terkatung-katung apabila hukuman berlanjut.

Baca Juga: Awas Degradasi! 5 Klub Ini Terancam Turun Kasta ke Liga 1, Ada Rival Persebaya Surabaya Era Perserikatan

Kini semua mata tertuju pada keputusan taktis Uston Nawawi dan kerjasama tim di lapangan hijau. Hanya dua pertandingan tersisa untuk menutup cerita menarik musim ini dengan sukses.

Paul Munster (kiri) dan Uston Nawawi. (Dok Persebaya)
Paul Munster (kiri) dan Uston Nawawi. (Dok Persebaya)

EDITOR: Hendra