← Beranda
Prediksi PSIS Semarang vs Bali United, Menanti Tuah dari Stadion Jatidiri
Edi YuliantoKamis, 12 Desember 2024 | 00.53 WIB
Pemain PSIS Semarang termotivasi mendapatkan tiga angka saat menjamu Bali United di Stadion Jatidiri, Rabu (11/12) malam. (LIB)

JawaPos.com – PSIS Semarang akan menjamu Bali United FC pada laga pekan ke-14 Liga 1 Indonesia 2024/2025 di Stadion Jatidiri, Semarang, Rabu (11/12) malam. Motivasi dan semangat tinggi diusung skuad Mahesa Jenar pada laga yang juga menjadi momentum istimewa karena laga kembali digelar di home base yang sebelumnya harus menjalani renovasi.

Selama ini saat laga home, PSIS harus menjadi musafir dengan mengungsi ke luar Kota Semarang. PSIS hampir selalu menggunakan Stadion Moch Subroto Magelang sebagai kandang, meski juga sempat mengungsi ke Stadion Batakan Balikpapan, bahkan Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar.

Tak heran momentum ini disambut gembira oleh skuad PSIS, termasuk pelatih kepala Gilbert Agius. "Tentu sangat senang bisa kembali bermain di Stadion Jatidiri,” kata Gilbert Agius semringah.

Dan, menantang Bali United yang punya peringkat jauh lebih baik di papan klasemen, Gilbert Agius sudah menginstruksikan anak asuhnya untuk dapat fokus penuh. Grafik Bali United yang tengah menurun dengan tiga laga tak pernah menang di tiga laga terakhir tak membuat PSIS lengah.

Bali United mencatat sekali imbang dan dua kali kalah. Bandingkan dengan tren positif PSIS dengan dua kali menang dan sekali imbang di tiga laga terakhirnya.

Meski persiapan tim PSIS menghadapi Bali United cukup pendek, namun Gilbert Agius memastikan seluruh pemainnya dalam kondisi siap tempur.

"Bali United tetap tim bagus, meski tiga pertandingan terakhir mereka masih sulit menang. Kami harus fokus dengan tim kami sendiri, bermain kompak dengan organisasi yang baik di lapangan," dia menegaskan.

PSIS saat ini ada di peringkat ke-13 dengan 14 poin hasil dari 13 kali bertanding dengan empat kali menang, dua kali imbang dan tujuh kali kalah.

Sedangkan Bali United saat ini ada di peringkat keenam dengan 21 poin. Dari 13 laga, Laskar Serdadu Tridatu mencatat enam kali menang, tiga kali imbang dan tiga kali kalah.

Sementara bek asing andalan PSIS, Joao Ferrari, memastikan siap fight untuk hasil terbaik di laga lawan Bali United FC. Meski juga baru saja menjalani laga tandang melawan tim papan atas Borneo FC Samarinda di Stadion Batakan, Balikpapan, Jumat (6/12), namun Joao Ferrari mengatakan timnya sudah siap untuk kembali berlaga dengan tentunya untuk dapat kembali mencatat hasil positif.

“Persiapan memang terbilang singkat, tapi kami pemain harus dapat memaksimalkan waktu untuk recovery. Kami juga harus siap menjalankan instruksi dan strategi yang sudah disiapkan pelatih. Yang pasti, kami dalam kondisi siap bertanding melawan Bali United,” kata Joao Ferrari.

Selain terlecut semangat untuk melanjutkan tren positif, PSIS menatap laga nanti dengan motivasi yang makin tinggi dengan laga yang akan dimainkan di home base sesungguhnya yakni di Stadion Jatidiri, Semarang.

Laga lawan Bali United ini menjadi momentum spesial karena PSIS akhirnya kembali ke stadion penuh sejarah itu setelah beberapa waktu harus menjadi musafir. Ini karena memang Stadion Jatidiri menjalani renovasi.

Dengan kembali bermain di depan publik Semarang, tentunya tim asuhan pelatih Gilbert Agius makin semangat karena bakal didukung oleh suporter dan masyarakat Kota Lumpia.

Sedangkan di kubu Bali United, laga ini menjadi momentum penting bagi tim setelah tiga laga terakhir berakhir tanpa kemenangan. Meskipun waktu persiapan tergolong singkat, pelatih Bali United Stefano Cugurra memastikan timnya tetap fokus.

"Persiapan kami fokus di recovery dan satu latihan taktikal. Semua pemain dalam kondisi bagus dan mudah-mudahan bisa dapat hasil positif di laga nanti," kata pelatih asal Brasil itu.

Dalam sejarah pertemuan di Stadion Jatidiri musim lalu, Bali United harus mengakui keunggulan PSIS dengan skor 2-1. Gol bunuh diri Mohammed Rashid dan eksekusi Gali Freitas menjadi pembeda kala itu.

Selain itu, pada laga ini dia berharap timnya bisa mencatatkan hasil berbeda, mengingatkan bahwa PSIS adalah klub yang selalu menghadirkan tantangan tersendiri.

“Kami respek dengan lawan (PSIS), tetapi kami juga harus kerja keras demi hasil positif bisa meraih kemenangan di pertandingan,” ujar Stefano Cugurra.

"Setiap tahun klub pasti ada perubahan, ada pemain yang keluar dan masuk. PSIS adalah tim tradisional yang memiliki sejarah panjang, dan saya mengingatkan para pemain untuk menaruh respek terhadap semua lawan, termasuk PSIS," imbuhnya.

EDITOR: Edi Yulianto