JawaPos.com — Bruno Paraiba atau Robert Lewandowski? Pertanyaan bernada canda itu ramai muncul dari mulut Bonek seusai Persebaya Surabaya menang telak atas PSIM Yogyakarta. Striker baru Green Force tersebut langsung mencuri perhatian publik Stadion Gelora Bung Tomo lewat gol di laga debutnya.
Persebaya Surabaya menutup pekan ke-18 Super League 2025/2026 dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas PSIM Yogyakarta, Minggu (25/1/2026).
Hasil ini membuat atmosfer tim dan suporter kembali membara setelah performa solid sepanjang pertandingan.
Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, mengaku puas dengan penampilan anak asuhnya, terutama pada babak kedua. Menurut pelatih asal Portugal itu, timnya menunjukkan perkembangan signifikan setelah turun minum.
“Saya rasa tim kami di babak kedua banyak berkembang, begitu juga para pemain yang bisa masuk ke dalam permainan,” kata Tavares usai pertandingan.
Ia menilai rotasi pemain berjalan efektif dan memberi dampak langsung ke intensitas permainan.
Tavares menegaskan kemenangan tersebut memang pantas diraih Persebaya Surabaya. Ia menyebut dominasi dan jumlah peluang yang tercipta menjadi pembeda utama di laga ini.
“Dan saya rasa di babak kedua, kami pantas menang karena kami menciptakan banyak peluang,” tegas mantan pelatih PSM Makassar itu. Green Force tampil lebih agresif dan berani menekan sejak awal babak kedua.
Persebaya Surabaya sejatinya berpeluang mencetak lebih banyak gol dari sekadar tiga yang bersarang ke gawang PSIM. Sejumlah peluang emas gagal dimaksimalkan meski permainan sudah berjalan sesuai rencana.
“Kami memiliki lebih banyak peluang besar untuk mencetak lebih banyak gol, jadi saya sangat senang untuk para pemain,” ujar Tavares. Ia tetap mengingatkan timnya untuk tidak cepat puas dengan hasil tersebut.
“Tetapi kita harus rendah hati, karena ketika kita menang, bukan berarti semuanya baik, ketika kita kalah, bukan berarti semuanya buruk,” tambahnya.
Pesan itu menjadi pengingat agar Persebaya Surabaya tetap konsisten di laga-laga berikutnya.
Sorotan utama laga ini justru mengarah pada satu nama, Bruno Paraiba. Striker anyar Persebaya Surabaya itu langsung mencetak gol meski hanya bermain selama 18 menit.
Debut singkat namun impresif tersebut membuat Bonek terkesima. Sudah lama publik Surabaya menanti striker yang mampu memberi dampak instan di lini depan.
“Ini pertama kali dalam berapa tahun striker debutan persebaya bisa langsung cetak gol. ????,” tulis salah satu Bonek. Komentar tersebut mewakili rasa lega sekaligus harapan baru.
Pujian lain datang dari Bonek yang melihat potensi besar pada diri Bruno Paraiba. Sosok striker bertubuh tinggi itu dianggap sebagai jawaban atas masalah klasik Persebaya Surabaya di sektor penyerang.
“Striker gacorrrr ikiii sangat menjanjikan @brunoparaiba9 ????????,” ujar salah satu Bonek. Optimisme serupa juga muncul dari banyak komentar lainnya.
Ada pula Bonek yang mengekspresikan rasa penantian panjang dengan gaya khas Surabaya. Kehadiran Bruno Paraiba terasa seperti oase setelah musim-musim tanpa striker tajam.
“Bayangno ae 5 tahun kene ngenteni persebaya oleh striker kyk ngene rek????,” tulis salah satu Bonek. Ungkapan tersebut menggambarkan betapa besarnya ekspektasi yang kini disematkan.
Tak sedikit pula yang menyebut Bruno Paraiba sebagai potongan puzzle yang selama ini hilang. Gol di laga debut seolah menjadi penanda awal cerita baru di lini depan Green Force.
“Puzzle yg hilang telah ditemukan setelah sekian lama,????????@brunoparaiba9 ????????❤️,” komentar Bonek lainnya. Respons emosional ini menunjukkan betapa cepat sang striker merebut hati suporter.
Candaan paling menarik muncul saat Bonek membandingkan Bruno Paraiba dengan Robert Lewandowski. Perawakan kekar dan tinggi 1,89 meter membuat asosiasi itu terasa menggelitik.
“Iku striker e awak dewe Lewandowski ta? Sanga pol,” tulis salah satu Bonek. Julukan itu langsung viral dan menambah warna euforia kemenangan Persebaya Surabaya.
Secara statistik, performa Bruno Paraiba juga tak bisa dianggap remeh. Dalam satu pertandingan, ia mencatat satu gol dari dua percobaan tembakan.
Expected Goals Bruno Paraiba berada di angka 0,47 dengan akurasi tembakan 50 persen. Ia juga mencatat akurasi umpan 100 persen dari tiga percobaan.
Meski hanya bermain 18 menit, kontribusinya terasa signifikan. Bruno Paraiba juga aktif dalam duel dengan satu pelanggaran dan satu kali dilanggar lawan.
Catatan satu tekel dan satu umpan silang menegaskan perannya tak sekadar menunggu bola. Ia menunjukkan kemauan bekerja untuk tim sejak menit awal tampil.
Penampilan ini tentu masih terlalu dini untuk disandingkan serius dengan Robert Lewandowski. Namun, kesan pertama Bruno Paraiba sukses memantik harapan besar.
Bagi Bonek, gol debut ini lebih dari sekadar angka di papan skor. Ia menjadi simbol harapan baru untuk lini depan Persebaya Surabaya.
Jika konsistensi bisa dijaga, bukan mustahil julukan Lewandowski versi Surabaya akan terus bergema. Persebaya Surabaya kini punya alasan untuk percaya diri menatap sisa musim.